Tentang Inkulturasi dan Sinkritisme :
Inkulturasi artinya masuk ke dalam budaya .
Dalam konteks Gereja khususnya dalam pewartaan Injil dan Liturgi, ialah menggunakan nilai-nilai budaya setempat sebagai wahana pewartaan -dan isi pewartaan tidak berubah- dan juga merupakan ungkapan dalam ibadat yang bermakna bagi kaum beriman di suatu tempat.
Pokok atau dasar Inkulturasi ialah Yesus Kristus masuk ke dunia menjadi manusia.
Dia masuk dalam budaya tertentu (Yahudi) menggunakan bahasa tertentu dalam mewartakan Kerajaan Allah. Demikian juga para rasul dan para murid lainnya dalam meneruskan karya Yesus, sepanjang zaman dan di semua daerah ! (Lihat Katekismus Gereja Katolik No. 854).
Dalam Ensiklik Rdemptoris Missio (ttg penginjilan), Paus Yohanes Paulus II (7 Des. 1970), a.l. mengatakan: Melalui Inkulturasi, Gereja menjelmakan Injil dalam kebudayaan-kebudayaan yang berbeda-beda dan serentak membawa masuk bangsa-bangsa bersama dengan kebudayaan mereka ke dalam persekutuan Gereja sendiri. ..... (No.52. silakan bacakan terus no. 53 dan 54!).
Sedang Sinkritisme adalah tanpa kekritisan mencampur adukan apa saja nilai-nilai yang ada yang dianggap baik, menjadi oblok-oblok atau gado-gado dan isi pokok pewartaan dan liturgi, diabaikan!!
Tuhan memberkati!
Subroto Widjojo SJ