• SHDR Pertama PDOMPKK St. Yohanes Don Bosco Jayapura


    Ditulis pada tanggal : Tuesday, 04 July 2017, 02:18 AM

    BPK Jayapura

    Semangat teman-teman PDOMPKK Yohanes Don Bosco (biasa disingkat PDOMPKK YDB) tidak padam untuk terus mengadakan berbagai kegiatan yang berdampak positif bagi teman-teman sesama OMK di Jayapura. Setelah membuka tahun 2017 dengan kegiatan Bakti Sosial di beberapa panti Asuhan, kali ini PD YDB mengadakan SHDR untuk pertama kalinya. SHDR tidak hanya ditujukan bagi OMK di sekitar Paroki saja tetapi juga untuk para Anak Jalanan. Seminar yang berlangsung selama 3 hari sejak Jumat, 30/6, diadakan dikediaman pasangan Teddy Gosal dan Yenny Gosal dengan jumlah peserta sekitar 68 orang.

    Yenny Gosal, selaku pendamping PDOMPKK YDB mengemukakan alasannya mengapa YDB turut mengajak anak jalanan untuk mengikuti kegiatan ini, “Mereka (anak jalanan yang mengkonsumsi miras dan menghisap lem aibon) menjadi sasaran perhatian kami. Mereka sudah kami layani selama satu tahun, hal itu karena kerinduan kami ingin agar mereka dapat ‘bertobat’ dan hidup baru, menjalani kehidupan sebagaimana anak-anak lainnya. Mereka anak baik, hanya tidak ada yang memperhatikan”, ungkapnya.

    Tantangan untuk mengikutsertakan anak-anak jalanan dalam kegiatan SHDR tidaklah mudah, menurut Yenny Gosal, beberapa dari mereka terkadang secara sembunyi-sembuyi merokok, namun hal itu masih dapat diatasi. Hal itu terungkap dari teman-teman YDB bahwa mereka mengikuti kegiatan selama 3 hari dengan aktif dan antuasias.

    SHDR dibawakan oleh beberapa pengajar seperti Pastor Yan You, Pastor John Bunay, Pastor Darius Kuntara, Pastor Yanuarius, Yenni Gosal, Marcelino setti, dan Betzy senggu.

    Pastor Yanuarius, mengungkapkan kesan-kesannya selama kegiatan SHDR berlangsung. Beliau yakin bahwa SHDR dapat membuat kita merasakan cinta Tuhan yang tersalurkan dalam sebuah persekutuan, “Ada cinta bagi mereka (anak jalanan) yang terabaikan dan kurang merasakan kasih sayang dari keluarga. Melalui SHDR ini, ada sukacita dan cinta bagi mereka. Saya dan peserta diyakinkan bahwa cinta Tuhan ada setiap saat untuk saya dan mereka. Dalam persekutuan ini, Roh Tuhan dicurahkan, dirawat dan ditumbuhkan”.

    Kesan senada juga dirasakan oleh peserta bernama Minggus yang merasakan Tuhan itu sungguh ada, “Saat penumpangan tangan, saya tidak dapat bergerak, seperti patung. Lalu kemudian saya menangis histeris. Materi sesi 1 dan 2 juga menyentuh saya. Lewat kelompok sharing, saya semakin mengerti dan pikiran saya menjadi terbuka”.

    Setelah retret berakhir, seluruh peserta bertolak menuju Fave Hotel untuk mengikuti KRK. ***

    Foto-foto kegiatan dapat dilihat pada galeri berikut:

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/