• KONVENDA VII REGIO MAM (MAKASAR, AMBON, MANADO) – Manado, 8-10 September 2017

    Salam Sejahtera dalam Yesus Kristus,

    Puji syukur ke hadirat Allah yang Maha Esa atas segala kasih dan anugerah-Nya, kami Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik Keuskupan Manado (BPK. PKK. Keuskupan Manado) telah melaksanakan acara Konvensi Daerah Pembaruan Karismatik Katolik Regio Makassar - Amboina- Manado (MAM) ke-VII, yang berlangsung dari tanggal 8-10 September 2017.

    Dalam rangka penyelenggaraan Konvenda PKK Regio MAM ke-VII ini telah dilaksanakan beberapa rangkaian kegiatan diantaranya Ceramah Umum, Lokakarya dan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) serta Rapat Pemilihan Koordinator Badan Pelayanan Provinsi Gerejawi untuk Makassar-Amboina-Manado (MAM).

    Adapun Konvensi Daerah (Konvenda) ini merupakan ajang pertemuan bagi para leaders dan calon leaders Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) se-regio (MAM) yang pada umumnya dilaksanakan setiap tiga (3) tahun sekali dengan tuan rumah pelaksana bergantian dari ke tiga BPK.PKK dari Keuskupan Agung Makassar, Keuskupan Manado dan Keuskupan Amboina. Dan Pelaksana Konvenda tahun 2017 ini dipercayakan kepada BPK.PKK Keuskupan Manado.

    Gambaran Umum Kegiatan Konvenda PKK Regio MAM ke-VII:

    Tema Umum : “Bertolaklah ke tempat yang dalam ....... (Lukas 5:4)

    Sub tema : “Janganlah padamkan roh” (1 Tesalonika 5:19)

    Tempat : Kota Manado – Sintesa Peninsula Hotel

    Kegiatan Konvenda PKK Regio MAM ke-VII ini berlangsung  di puncak Gunung Wenang, Sintesa Peninsula Hotel, Jln. Sudirman Manado, pada tanggal 8-10 September 2017 bersamaan dengan saat Kota Manado sedang sibuk melaksanakan kegiatan Manado Fiesta 2017 yang dimulai pada tanggal 1-10 September 2017.

    Kegiatan Konvenda VII sebagai berikut:

    Hari pertama, 8 September 2017.

    -       Misa Pembukaan dengan Selebran Utama, Penasihat Episkopal BPN PKK Indonesia Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm, didampingi Uskup Keuskupan Manado Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC, para pastor Moderator dari 3 BPK dan para pastor dari Keuskupan Manado.

    -       Dalam homilinya Mgr. Pidyarto mengatakan bahwa sesungguhnya Allah menghendaki agar umatNya memuji dan menyembah Dia tidak hanya sebagai individu-individu saja, tetapi sebagai jemaat. Maka Konvensi (latin Conventio) artinya datang bersama, maksudnya bertemu atau sepakat. “Supaya aku ada diantara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku”. (Rm 1:12)

    -       Acara seremonial pembukaan Konvenda VII dilakukan oleh Walikota Manado, DR. Ir. GS Vicky Lumentut, SH, M.Si, DEA di dampingi oleh Mgr. H. Pidyarto Gunawan O.Carm, Mgr. B.E. Rolly Untu, Koordinator BPN PKKI Endie Rahardja, dan Koordinator BPPG PKK MAM Iswandi Halim, dengan memukul tetengkoren (alat khas Minahasa dari bambu), setelah sebelumnya Walikota memberikan kata sambutan, sehubungan dengan Acara Manado Fiesta 2017, mengharapkan peserta Konvenda mengikuti kegiatan “Hari Pengucapan Syukur / Thanksgiving Day” Kota Manado pada 10 September 2017, dimana orang-orang dari luar kota Manado boleh berkunjung ke rumah-rumah penduduk sambil menikmati makanan yang disajikan.

    -       Sedangkan Ketua Panitia Ibu Non Maria Chrisentia Johanes dalam laporan dan sambutannya mengatakan bahwa Konvenda PKK Regio MAM ke- VII ini diikuti oleh peserta sebanyak 223 orang dengan rincian, dari Keuskupan Ambon sebanyak 38 orang, Keuskupan Agung Makassar sebanyak 60 orang dan tuan rumah Keuskupan Manado sebanyak 125 orang, dari keseluruhan jumlah peserta di dalamnya ada 7 Imam dan 9 frater seminari tinggi. Dan semoga melalui Konvenda kali ini kita boleh dibarui lagi, disemangati, mereformasi diri dan kelompok kita masing-masing, semakin sungguh-sungguh mendalam pada panggilan hidup dalam roh dan karya evangelisasi dalam gereja, seperti apa yang menjadi tema umum “Bertolaklah ketempat yang dalam .... (Lk 5:4) dan sub tema “Janganlah padamkan Roh” (1Tes 5:19).

    -       Uskup Manado Mgr. E.B. Rolly Untu MSC dalam sambutannya mengatakan bahwa Konvenda  ini merupakan peristiwa iman. Yubileum 50 tahun PKK di dunia dan 30 tahun di Indonesia, kiranya membarui komitmen dalam menapaki perjalanan sebagai orang beriman agar semakin menghasilkan buah-buah Roh Kudus.

    -       Setelah makan malam, dimulai dengan Ceramah Umum I dengan tema “Janganlah padamkan Roh” (1Tes 5:19) oleh Mr. Jude Antoine, antara lain menyampaikan bahwa pengalaman hidup dalam Roh dialami pertama kali oleh Bunda Maria ketika mendapat kabar gembira dari malaikat Gabriel, bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. 30 tahun kemudian Maria mengalami lagi bersama para rasul.

    Di ingatkan lagi bahwa baptisan yang sudah kita terima adalah awal dari karya Roh Kudus. Maka hal ini perlu kembali dikatekisasikan dengan benar dan jelas kepada umat.

    Bahwa hanya dengan Roh Kudus yang dicurahkan pada hari Pentakosta melalui para muridNya bersama dengan Bunda Maria, telah diberikan kuasa kepada Gereja untuk meneruskan karya pewartaan keselamatan.

    Dengan demikian pembaptisan adalah peristiwa iman yang besar peranannya untuk terus menerus dipahami melalui Roh Kudus dalam hidup pelayanan.

    Hari kedua, 9 September 2017

    -       Ceramah umum II dengan tema “Dipanggil untuk kekudusan dalam rangka Evangelisasi Baru oleh Mr. Jude Antoine.

    Perutusan Gereja untuk semua yang telah dibaptis dan memberitakan Injil, menyerukan pertobatan. Mr. Jude memberi kesaksian bahwa ia tidak layak tapi dipanggil Tuhan menjadi Penginjil/Pewarta Katolik mengandalkan Roh Kudus dalam tuntunan Bunda Maria.

               Paus Paulus VI dalam suratnya“Evangelii Nuntiandi” mengatakan kita ditemani

    Roh Kudus mewartakan kebenaran akan keselamatan kekal.

    -       Kemudian acara dilanjutkan dengan 4 Materi Lokakarya : 1. Doa Syafaat oleh Ibu Fransiska Wijayanti, 2. Spiritualitas Kitab Suci oleh Pst. Viany Untu MSC, 3. Pujian & Penyembahan oleh bpk. Johan Wijaya dan 4. Orang Muda Katolik  oleh Charles Tjoanda.

    -       Ceramah umum III dengan tema “Doa Pembebasan” oleh Rm. Alex Suwandi, Pr menjelaskan bahwa Exorcisme hanya dilakukan oleh Imam atau Uskup dengan izin resmi dari Gereja.

    Sedangkan Doa-Doa Pembebasan dapat dilakukan oleh Awam bersama Pastor dalam kuasa Yesus.

    Oleh karena karunia-karunia Roh yang kita alami dan miliki, maka kita selalu harus waspada dalam hidup rohani karena iblis itu ada dan mau mengganggu setiap cela kelemahan kita.

    -       Setelah sesi ceramah Umum  III, diadakan Rapat Khusus pemilihan Koordinator BPPG periode 2017-2020  yang dihadiri oleh Koordinator BPPG MAM (Bapak Iswandi Halim) bersama Koordinator BPK.PKK. KAMS (Bapak Charles Masui), Koordinator BPK.PKK.Keuskupan Manado (Bapak Hanny Palar) dan Koordinator BPK.PKK. Keuskupan Amboina (diwakilioleh Ibu Yohana) serta para Moderator BPK.PKK KAMS (Pastor Emmanuel Mansu Etus Mali, Pr), Moderator BPK.PKK. Keuskupan Manado (Pastor Alo Lerebulan MSC) dan Moderator BPK.PKK. Keuskupan Amboina (Pastor Anton Kewole,Pr) serta utusan khusus dari BPK.PKK dari Keuskupan masing-masing.

    Pada rapat ini, Koordinator BPN PKKI memberikan ulasan mengenai Visi Misi PKK serta Kriteria Calon Koordinator BPPG serta menjelaskan mekanisme pemilihan.

    Dan dalam Rapat Pemilihan Koordinator BPPG tersebut terpilih Bapak Jerus Tarunadjaya (dari BPK. Makassar) sebagai  Kordinator BPPG baru periode 2017-2020.

    -       Pada sore hari dilanjutkan lagi dengan 4 Materi Lokarya dengan judul dan pembicara yang sama.

    -       Ceramah umum IV oleh Rm. Johannes Ohoitumur MSC, mengatakan bahwa sumber segala rahmat ada di dalam hati. Dan segala sesuatu yang baik dari batin dimana Roh Kudus bertahta. Untuk membedakan yang baik dan tidak baik, masuklah ke dalam hati, temuilah Dia di situ dan Dia akan membimbing, menolong dan menghibur kita.

    -       Malamnya diadakan KRK dengan pembicara Mr. Jude, umat merasa disentuh dengan kesaksian Mr. Jude Antoine, yang menceritakan dengan gamblang bagaiman ia berjuang selama 17 tahun sejak berumur 18 tahun untuk melepaskan dirinya dari keterikatan akan pornografi, egois mengenakkan diri sendiri dengan doa-doa kepada Roh Kudus.

    KRK didahului dengan puji2an dan penyembahan dengan WL Sdri. Prisila Padang bersama tim singers dan penari latar sebanyak 50 OMK telah membawa para hadirin mengalami hadirat Tuhan.

    Saat Sakramen Mahakudus di arak dan ditahtakan umat merasakan kehadiran Tuhan dengan doa-doa penyembahan.

    KRK dipuncaki dengaan Doa Penyembuhan, dan banyak umat mengalami sentuhan dan jamahan Tuhan yang menyembuhkan tubuh jiwa dan rohani, mengalami damai dan sukacita.

    Hari ketiga, 10 September 2017

    -       Ceramah umum IV oleh Bpk. Johan Wijaya dengan tema “Prinsip-Prinsip dalam pelayanan”, antara lain mengatakan bahwa sesibuk apapun pelayanan kita dalam Gereja sebagai awam kita harus pertama-tama memprioritaskan Tuhan, Keluarga, Pekerjaan baru terakhir Pelayanan. Pentingkan komunikasi yang erat dengan Tuhan melalui doa-doa pribadi dan firman-Nya, jangan mengabaikan keluarga dan pekerjaan karena sibuk di pelayanan.

    -       Pada hari terakhir Minggu 10 September 2017 setelah didahului dengan Misa Penutupan dengan selebran utama Uskup Keuskupan Manado Mgr. E.B. Rolly Untu MSC di dampingi para pastor yang ada.  Konvenda VII PKK Regio MAM ditutup secara resmi. Bapak Iswandi Halim mengucapkan banyak terima kasih atas terlaksananya Konvenda VII ini dengan baik dan juga menyampaikan terima kasih atas segala bantuan dan kerjasama yang baik yang diberikan kepadanya selama ia menjabat sebagai Koordinator BPPG PKK MAM selama 2 periode. Dan Koordinator BPN PKKI bpk. Endie Rahardja mengumumkan telah terpilih sebagai Koordinator BPPG PKK MAM yang baru adalah bpk. Jerus Tarunadjaya dari Keuskupan Agung Makassar, untuk masa bakti periode 2017-2020.  Dan mengumumkan bahwa Konvenda VIII BPPG MAM pada tahun 2020 akan dilaksanakan di Ambon.

    Pada kesempatan ini juga Uskup Manado Mgr. B.E. Rolly Untu MSC mengumumkan bahwa telah dipilih Moderator BPK PKK Manado yang baru yaitu Pst. Cyprianus Motoh, Pr menggantikan Pst. Aloysius Lerebulan MSC yang telah menjabat Moderator  selama 21 tahun.

    Akhirnya ucapan terima kasih dari Koordinator BPK PKK Manado bpk. Hanny Palar yang mengatakan bahwa semuanya telah dapat terlaksana dengan baik dan sesuai dengan rencana Tuhan, tapi jika ada hal-hal yang kurang dan tidak berkenan, mohon dimaafkan sebesar-besarnya, karena tiada gading yang tiada retak.

    Akhirnya Konvenda VII PKK Provinsi Gerejawi (Regio) Makassar-Ambon-Manado telah selesai dengan luar biasa dalam karya Roh. Banyak hal telah dialami dalam suasana sukacita, kebersamaan, persaudaraan sejati.

    Tentu saja acara kegiatan yang penuh makna ini tidak terjadi begitu saja, melainkan dengan perencanaan program kerja yang dirancang setahun sebelumnya dengan baik, diutamakan dengan doa dan kerja keras, saling membantu dari semua pihak dan tak kala penting dana.

    Dalam hal ini, peran yang tak dilupakan dari Modertor  BPK Manado, Pst. Alo Lerebulan MSC, Koordinator BPK PKK Manado bpk. Hanny Palar dan Ketua Panitia ibu Non Maria Ch. Johanes, yang telah mengarahkan dan membimbing kerja kepanitiaan dengan baik. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. ***

    (Panitia Konvenda VII Regio MAM, 2017)

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/