• Pertemuan para Leader PKK se Asia-Oceania di Kinabalu Sabah Malaysia

    Bagi saya pertemuan ini sangat melelahkan, karena selama tiga hari penuh acara hampir nonstop dari jam 7 pagi sampai 10 malam. Tetapi hasilnya sungguh sangat bagus dan berguna. Sangat banyak kalau semua saya ceritakan di sini, Tulisan saya ada 14 folio. Kali ini saya hanya akan melaporkan yang bagi saya sangat perlu dan menantang. Topik ini disampaikan oleh Charles Whitehead mantan Ketua ICCRS.

    Antara lain:

    Pembaruan Karismatik Katolik (PKK) didirikan Roh Kudus, untuk membaharui, menyemangati, menyegarkan seluruh Gereja! Tetapi setelah PKK berusia hampir 48 tahun, yang terjadi barulah munculnya Persekutuan Doa (PD)- Persekutuan Doa yang tersebar di mana-mana, rata-rata jumlahnya tidak sampai 1 % dari jumlah umat setempat, yang satu sama lain tidak ada hubungan bahkan kadang-kadang saling bersaing atau bahkan saling menjatuhkan. Jelas ini pasti bukan rencana Roh Kudus.

    14 Maret 2004 yang lalu, Paus Yohanes Paulus II mengeluarkan Pernyataan: Catholic Charismatic Renewal is a special Gift from the Holy Spirit for the Church. PKK diakui sebagai karunia istimewa dari Roh Kudus kepada Gereja. Kalau Paus menyatakan seperti itu kiranya tidak tanpa alasan.

    Pernah Paus Yohanes Paulus mengatakan bahwa PKK adalah salesman nomor satu dari Kitab suci. Kelompok mana yang menggalakkan penginjilan selain PKK? (tidak sombong, melainkan kenyataan!). Berkat PKK panggilan mulai ada lagi dan banyak imam biarawan-biarawati tidak jadi meninggalkan panggilannya.

    Pernyataan Paus YP II merupakan tantangan serius, Apakah PD-PD kita menjadi berkat bagi paroki-paroki kita sebagai Gereja setempat? Atau justru PD-PD PKK yang menggagalkan rencana Roh Kudus?

    Memang sempat kami pertanyakan: bagaimana PD PKK memperbaharui, menyemangati, menyegarkan seluruh Gereja, kalau mereka umumnya tidak suka dengan gaya dan cara berdoa dengan tepuk tangan, mengangkat tangan, bahasa Roh, dsb?

    Charles Whitehead menjawab: ya, kita harus saling mengalah, memberi dan menerima. Dalam hal yang tidak prinsip kita bisa menyesuaikan, tetapi dalam hal yang prinsip, seperti pemakaian karunia-karunia dalam PD kita harus berani dan bisa menjelaskan. Juga yang penting kita tidak akan mengajak semua uamt mengikuti PD, bahkan itu tidak mungkin. Yang penting membawa umat, bagaimana mereka hidup di dalam Roh, bagaimana menghayati baptisan mereka di dalam Roh, karena pada hakekatnya dengan menerima Sakramen Baptis dan Krisma mereka sudah menerima pencurahan Roh Kudus. Bagaimana membawa mereka menggunakan Karunia-karunia Roh Kudus dan tidak menyia-nyiakannya.

    Sekali lagi ini tantangan yang serius dan tidak mudah bagi kita masing-masing dan bagi PKK pada umumnya!

     

    Romo G. Notobudyo, Pr
    Co Moderator PKK KAS.

    Pertemuan para Leader PKK se Asia-Oceania 
    di Kinabalu Sabah Malaysia 24-27 November 2011

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/