• EKLESIOLOGI


    Ditulis pada tanggal : Monday, 07 March 2016, 10:48 PM

    EKLESIOLOGI

    Pengantar oleh Michelle Moran

    Pengajaran dalam Program LTC selalu dimulai dengan topik eklesiologi, karena eklesiologi berbicara tentang Gereja. Kita, pembaruan karismatik, ada di Jantung Gereja. Banyak orang berpikir, apa hubungan eklesiologi dengan kelompok persekutuan doa? Berikut ini adalah gambaran besarnya.

    Pengajaran ini bukan kuliah teologi dan kita bersyukur karena Jim Murphy mempunyai karunia yang unik, yang keluar dari rasa cintanya kepada Gereja. Sehingga dia bisa menghidupkan riwayat Gereja kita. Dia juga mempunyai kekhususan, mengambil point-point penting dalam pembaharuan karismatik dan menyajikannya dengan cara yang benar-benar hidup.

    Pengajaran oleh Jim Murphy

    Pembaruan karismatik adalah bagian dari Gereja. Saya bertemu dengan beberapa orang saat pembaruan karismatik ini dimulai. Kesan mereka tentang Gereja Katolik adalah salah. Pendapat pribadi mereka, bukan pernyataan dari pembaruan karismatik. Mereka berpendapat, saatnya sudah tiba, Tuhan membangkitkan pembaruan karismatik untuk memperbaiki Gereja. Seakan-akan Gereja tidak tahu dalam banyak hal dan pembaruan karismatik akan membuat Gereja menjadi benar.

    Ini pernyataan yang tidak benar dan menjadi berbahaya jika orang melihat dengan cara seperti ini. Kita juga bisa melihat antusiasme anak-anak muda pembaruan karismatik dan mereka menjadi sedikit sombong (rohani) dan sikapnya menjadi sangat  salah.

    Kita adalah bagian dari Gereja Katolik Roma, kita adalah Pembaruan Karismatik Katolik. Semoga Tuhan mengampuni kita, jika kita selalu merasa lebih benar dari Gereja. Selama lima puluh tahun perjalanan bersama dengan Gereja, kita menyadari akan kekudusan dan kebijaksaan dari Gereja.

    Saya ingin memulai dari tantangan yang dihadapi saat ini. Kita, yang memimpin dan melayani, harus terus menerus menguji hati kita. Apakah kita berpikir kita tahu lebih banyak dari Gereja? Apakah kita berpikir kadang-kadang kita lebih baik dari Gereja? Kita harus melihat dan memperhatikan sikap kita sendiri. Kita ada disini untuk melayani Gereja. Gereja sendiri sudah sempurna.

    Pembaruan terjadi karena Yesus mencintai Gerejanya. Ini adalah kasih karunia, bukan karena kemarahan-Nya. Saya ingin anda meletakkan hal ini sungguh-sungguh dalam hati anda. Saya akan terus-menerus mengatakan ini, sampai anda mendapatkan satu point untuk mencintai dan melayani Gereja.

    Saya pikir anda tidak mungkin bisa mengatakan anda ada dalam Pembaruan Katolik, kalau anda tidak ada hubungannya dengan Gereja. Kata Eklesia dalam bahasa Yunani artinya adalah legal sesuai dengan hukum. Artinya dikumpulkan bersama-sama dan tumbuh secara legitimasi dan sebuah komunitas yang berbagi secara bersama-sama.  

    Ada tiga hal yang bisa dibagikan dalam Pembaruan Karismatik; Lumen Gentium, Katekismus Gereja Katolik dan Evangeli Nuntiandi.

    Ada banyak pelajaran dalam Gereja. Namun jika anda sudah dekat dengan tiga sumber ini, cukup familiar, bukan mengingat semuanya, saat membutuhkan anda tinggal mencari dan merefleksikan tentang hal itu.

    Tiga sumber ini bisa memberikan sumber yang luar biasa. Dan sangat bisa membantu persekutuan atau komunitas anda, jika memperkenalkan tiga dokumen ini kepada mereka

    Gereja tidak akan membiarkan dunia untuk menjelaskan siapa dirinya. Gereja tidak akan membiarkan teknologi untuk menyatakan siapa Gereja itu. Gereja sendiri akan menyatakan siapa dirinya.

    Kita bisa melihat setiap hari dalam media sekuler, bagaimana dunia menjelaskan siapa Gereja. Seperti  dunia menyatakan siapa yang tinggal di dunia ini dan kita terkadang  terpengaruh pada apa yang dunia katakan.

    Dan pelajaran ini sangat penting, bahwa kita harus mendengar apa yang Gereja katakan tentang Gereja itu sendiri. Ada banyak cara kita bisa melihat Gereja, namun saya hanya  menuliskan lima ditempat ini:

    1. Mempelai dari Kristus
    2. Tubuh Kristus
    3. Yerusalem Baru
    4. Perjanjian Baru
    5. Murid yang Misioner

    Mempelai dari Kristus

    Didalam Wahyu 21, Yohanes melihat bahwa Gereja adalah Mempelai Kristus. Dan  Gereja mempersiapkan diri untuk bertemu dengan pasangannya, mempelainya. Yohanes mengertui pada akhirnya, ada pernikahan yang agung antara Gereja dengan mempelainya yang adalah Kristus.

    Jika anda buka Efesus 5:21, ini adalah ayat yang sudah jarang dipakai, dimana dikatakan bahwa wanita harus tunduk kepada pria. Saya sekarang sudah jarang mendengarnya dalam Gereja saat pernikahan. Tidak banyak yang membaca ayat berikutnya, “Suami cintailah istrimu seperti Kristus mencintai Gerejanya dan memberikan hidupnya bagi dia.”

    Jadi Yesus mati di kayu salib untuk pasangan-Nya. Dan kita tahu mempelai wanita belum sempurna. Kesempurnaannya belum lengkap, namun Yesus mencintai pasangan-Nya, Gereja-Nya. Meskipun Gereja-Nya tidak sempurna, Yesus mencintai Gereja-Nya. Dia begitu mencintai Gereja-Nya. Kristus tidak menuntut menjadi sempurna sebelum Dia mencintai. Ketika dia tidak sempurna, Dia telah memberikan hidup-Nya.

    Yesus punya iman terhadap Gereja-Nya, Yesus percaya kepada Gereja-Nya. Yesus bisa melihat melampaui yang bisa dilihat banyak orang. Dia berkomitmen, Yesus berkorban bagi Gereja-Nya, Dia punya passion. Kristus sedang mempersiapkan Gereja-Nya untuk suatu hal yang agung. Bagaimana perasan anda terhadap Gereja, apakah merasa  seperti itu, sepertiYesus merasakannya?

    Tubuh Kristus

    Paulus dalam Korintus dan Efesus bicara hal yang indah. Brother James dari Korea akan mensharingkan hal yang begitu indah.

    Tapi apa artinya menjadi Tubuh Kristus? Dalam pandangan dari Santo Paulus, dalam hal-hal tertentu anda tidak bisa  memisahkan Gereja dengan Kristus. Paulus katakan dalam Efesus bahwa Yesus adalah kepala dari Gereja-Nya dan tubuh tanpa kepala itu mati. Dan Yesus juga katakan: “Akulah pokok anggur dan Aku ranting-rantingnya, kalau anda terhubung dengan Saya, berhubungan  dengan pokok anggur maka akan hidup menghasilkan buah. Kalau anda terpisah maka anda akan mati.”

    Dan sering kali kita melihat Gereja sebagai organisasi yang bekerja untuk Tuhan, daripada menjadi organisasi yang ada bersama-sama dengan Allah. Padahal kita punya Kristus disini. Bisakah anda percaya ketika saya katakan saat ini, ketika saya berbicara dengan anda, Yesus Kristus sendiri hadir secara nyata di ruangan ini Saat ini, pribadi kedua dari Tritunggal Mahakudus, Anak Allah, Alfa dan Omega ada dalam ruangan ini, saat ini.

    Anda mungkin bisa merasakan, anda mungkin juga tidak merasakan. Tapi ini adalah kebenaran dan Kristus tinggal bersama umat-Nya. Dan dalam hal ini, sering kali kita tidak menyadari dan tidak memikirkan hal-hal seperti itu.

    Dan juga bayangkan kalau ketika yang dikatakan kepada kita, bahwa apapun yang kamu lakukan kepada salah seorang saudara-Ku, kamu lakukan kepada-Ku. Bagaimana kita memperlakukan, kalau Yesus tepat ada di samping kita dan melihat kita berhubungan satu dengan yang lain? Oleh karena itu, Yohanes berkata kepada kita, “Jangan katakan  bagaimana kamu mencintai Kristus, kalau kalian memperlakukan orang lain begitu  buruk.” Saya tidak memerlukan mendengar anda mengatakan puji Tuhan, Halleluya, namun mengabaikan seseorang  ketika Kristus hadir.

    Kehadiran satu dengan yang lain, pria dan wanita di sekeliling anda layak mendapatkan penghormatan dari anda, bukan karena mereka sempurna namun karena mereka bagian dari Tubuh Kristus. Ada penghormatan terhadap Yesus, kepada yang lain, karena mereka bagian dari Tubuh Kristus sendiri. Dan kita sering lupa bahwa itu adalah Gereja. Inilah Tubuh Kristus.

    Dan ketika Tuhan  bersama dengan kita, ketika kita bersama dengan Dia dan Roh-Nya sedang bekerja saat ini dalam ruangan ini dan kita terhubung bersama dengan Roh yang bekerja dalam ruangan ini, apakah kita sungguh menyadari roh itu? Saya teringat ketika masa dimana saya kurang menghargai hal-hal itu. Saya pernah punya masa, dimana saya sangat kristis terhadap orang lain, karena saya lupa (mereka adalah Tubuh Kristus), dan Roh Kudus membantu saya melupakan hal tersebut.

    Yerusalem Baru  

    Dalam Wahyu 22, Yohanes berbicara mengenai Yerusalem Baru yang datang dari surge. Wahyu itu sangat menarik. Banyak hal-hal dan simbol yang aneh dan banyak hal-hal yang mistikal.

    Dalam Perjanjian Lama, Nabi Yehezkiel bernubuat tentang Yerusalaem Baru ini. Nabi Yehezkiel melihat dalam visinya, bahwa ada kota yang baru, Yerusalem yang baru, tapi sungguh bukan hanya tempat bagi orang Yahudi. Semua bangsa akan datang ke Yerusalem yang baru. Ini berbeda dengan Yerusalem sebelumnya, bukan secara duniawi, tapi secara mistik.

    Ada kehadiran yang Maha Kudus disana, orang-orang dipulihkan di dalam Yerusalem Baru. Ada damai sejahterah di dalam Yerusalem yang baru. Tuhan tinggal bersama dengan orang-orang di dalam Yerusalem yang baru.

    Beberapa tahun kemudian dari Kitab Zakaria, seorang nabi juga, bahkan berbicara lebih maju  tentang hal itu. Dan dia mengatakan, inilah tempatnya, dimana manusia akan menemukan rumahnya dan kedamaian, inilah tempatnya dimana Tuhan sendiri tinggal bersama umat-Nya.

    Ketika Yohanes menulis dalam Kitab Wahyu, ini adalah penggenapan nubuat para nabi yang telah berbicara berabad-abad sebelumnya. Yerusalem Baru ini  telah dimulai dan ini adalah misterinya. Suatu saat Yesus mengatakan: “Ketika Kerajaan Allah dating…” dan berikutnya Ia berkata: “Kerajaan Allah sudah ada di tempat ini…”

    Ada misteri akan hal tersebut. Di suatu saat kita sedang menantikan hal itu dan di waktu yang bersamaan sudah ada ditempat ini. Seperti anda duduk saat ini di tempat ini, tapi kaki anda sudah menginjak di Yerusalem yang baru.

    Saya sungguh sangat terkesan dengan Misa hari ini. Saya merasa seakan-akan sudah seperti ada di surge. Maka setelah komuni saya sangat bahagia, penuh dengan kasih, kehadiran Allah sendiri. Saya tidak perlu tunggu mati dan merasakan surga.

    Jadi di satu sisi kita sedang menantikan Yerusalem Baru, namun juga kita sudah memasuki Kota Kudus. Kita punya hak, kita sudah ada di rumah, di Gereja, ini adalah Yerusalem Baru. Ini pewahyuan yang sempurna.

    Perjanjian Baru

    Pada saat perjamuan terakhir, ketika Yesus mengangkat piala, Yesus mengatakan: “Ini adalah piala perjanjian baru, dimana darah-Ku akan tercurah bagimu.” Perjanjian Baru, darah Yesus sendiri akan dicurahkan bagi kita. Jadi Gereja Katolik adalah pemenuhan dari apa yang ada dalam Perjanjian Lama. Tuhan telah membuat perjanjian dengan Nuh, Tuhan telah membuat perjanjian dengan Abraham dan Tuhan telah membuat perjanjian dengan Bangsa Israel.

    Ini adalah perjanjian yang baru. Ketika ada perjanjian yang baru dimulai, maka perjanjian yang lama akan dipinggirkan. Paulus mengatakan sesuatu yang baru sedang terjadi dan bagaimana itu bisa terjadi? Apakah kita akan mencari seribu kambing dan kita korbankan? Apakah kita akan mencari ribuan domba dan kita akan memotongnya?

    “Perjanjian ini dibuat dengan darah-Ku sendiri dan Aku mencurahkan darah-Ku bagi anda.” Yesus sendiri adalah korban dari perjanjian itu. Dia menggaransi, menjamin perjanjian itu sendiri. Bagi Yesus itu sangat pribadi. Darah Yesus tercurah di atas kayu salib, karena begitu pentingnya kita bagi Yesus. Darah Yesus tercurah di atas kayu salib untuk memateraikan perjanjian ini.

    Yesus memberikan semua yang Dia miliki  bagi anda, untuk memberikan tempat yang baru bagi anda. Dan Dia mengatakan: “Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku.” Kata lain dari mengingat perjanjian ini adalah menghidupi perjanjian itu. Selalu memikirkan perjanjian itu. Perjanjian itu menjelaskan siapa diri anda sesungguhnya. Biarkan perjanjian itu menjelaskan bagaimana anda menghidupi hidup anda dengan mengingat Yesus, dengan menghormati Yesus.

    Yesus memberikan hidup-Nya bagimu, maukah kita memberikan hidup kita bagi Yesus? Kita adalah orang-orang dari Perjanjian Baru dan kita harus hidup dengan selalu mengingat apa yang Kristus lakukan bagi kita.

    Murid yang Misioner

    Hal lain yang sangat penting adalah bahwa murid-murid mempunyai misi. Dalam Evangelii Gaudium, Paus menuliskan sesuatu yang sangat indah. Dalam tulisan ini Paus Fransiskus memberikan kita hal yang baru. Paus Fransiskus bukan menjelaskan tentang apa itu Gereja, tetapi apa yang Gereja harus lakukan. Gereja bukanlah suatu entitas yang tetap, tapi  sedang menuju ke suatu tempat.

    Seorang murid adalah seorang yang mempunyai relasi dengan Gurunya. Karena seorang Guru memiliki murid lebih dari seorang, maka seorang murid tidak hanya memiliki relasi dengan Gurunya, tapi dia juga mempunyai relasi dengan murid-murid yang lain. Jadi kita adalah kelompok dari orang-orang yang memiliki hal yang sama. Satu hal yang kita miliki, hal yang sama adalah bahwa kita adalah murid Yesus Kristus sendiri. Seorang yang duduk di sebelah kiri anda adalah murid Yesus juga. Seorang yang  duduk di depan anda juga murid Yesus. Jadi kita memiliki relasi satu dengan yang lain. Jadi kita adalah kumpulan orang-orang yang memiliki relasi pribadi dengan Guru kita.

    Dan kita semua mencintai Kristus. Kita mencoba mengikuti Dia. Kadang kita gagal, kita bangun dan kita coba lagi. Kita setia kepada Dia, karena kita tahu Yesus setia kepada kita dan kita telah membuat keputusan, kalau perlu kita akan mati bagi Dia. Kita sangat mencintai Yesus dan kita mau setia. Dan semua orang yang ada di dalam ruangan ini merasakan hal yang sama. Saya tidak hanya berelasi dengan Tuhan saya, tetapi saya juga akan mendorong anda mengikuti Guru kita dan anda harus membantu saya ketika saya gagal.

    Kalau anda sungguh perduli dengan Guru anda, anda juga harus perduli satu dengan yang lain, murid yang lain. Tapi kita bukanlah sebuah organisasi. Kita punya pekerjaan yang harus kita lakukan, bersama dalam sebuah tim. Ada hal harus kita lakukan, kita harus keluar dari tempat ini dan untuk mewartakan Kerajaan Allah. Kita harus melakukan pekerjaan Kristus, kita harus keluar untuk melakukan ini bersama-sama. Karena bersama-sama, kita lebih mempunyai power, daripada kita lakukan sendirian.

    Paus Fransiskus berkata bahwa kita harus menjadi ‘kotor.’ Kita harus keluar dan ‘mengotorkan’ diri. Dan dia mengatakan seorang gembala harus mempunyai bau yang sama dengan dombanya. Paus Fransiskus berkata, bahwa kita tidak  bisa hanya  duduk diam dan menjaga tubuh kita tetap bersih dan tidak terkotori. ***

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/