• Tumbuh Dan Bergerak Di Dalam Karisma (Oleh Damian Stayne)


    Ditulis pada tanggal : Monday, 21 August 2017, 11:37 PM

    Pengajaran

    GROWING AND MOVING IN THE CHARISMS

    (Tumbuh Dan Bergerak Di Dalam Karisma)

    By Mr. Damian Stayne

    SAYA akan membagikan dengan cepat, kunci yang diperlukan untuk tumbuh di dalam hidup ‘supranatural’. Kita sangat beruntung, oleh karena rahmat Tuhan, kita telah menyaksikan begitu banyak mujizat-mujizat penyembuhan, nubuat dan pelepasan. Kami ingin membagikannya kepada anda, agar anda mendapatkan sesuatu.

    Kunci Pertama: Absolute Conviction (Keyakinan Penuh/Keyakinan Mutlak)

    Menyambung pembahasan oleh Fr. Dario, kita harus berdoa agar dapat bergerak melampaui ide bahwa karisma adalah suatu hal yang ‘lebih’, seperti saat kita menambahkan kaca film pada mobil kita. Karisma sangat penting, seperti setir dan pedal saat kita mengemudikan mobil. Tidak akan ada pertumbuhan iman tanpa karisma. Tanpa karisma, maka misi Gereja akan berhenti.

    Jika kita mau membawa misi Tuhan, kita harus memiliki karisma. Jadi kita perlu berdoa untuk mendapatkan keyakinan yang penuh itu.

    Kunci Kedua: Bigger Vision (Visi yang Lebih Besar)

    Kita menjadi semakin kecil karena visi kita semakin kecil. Visi kecil menghasilkan doa kecil, doa kecil menghasilkan jawaban kecil. Kunci dari semuanya ini adalah visi yang lebih besar. Jika kita memiliki visi yang besar, maka kita akan mendoakan doa yang besar. Ketika kita mendoakan yang besar, maka kita mendapatkan jawaban yang besar.

    Kunci Ketiga: Feed Your Faith (Beri Makan Imanmu)

    Sekarang, berapa diantara kita yang percaya bahwa mujizat masih terjadi di Gereja Tuhan saat ini? Kita memiliki iman bahwa mujizat bisa terjadi, namun kita bingung mengapa itu tidak terjadi. Orang-orang datang kepada saya dan berkata, ”Damian, saya percaya mujizat dapat terjadi hari ini, namun ketika aku berdoa bersama orang-orang, aku tidak mendapatkan mujizat.”

    Jawabannya sederhana sekali. Percaya bahwa mujizat bisa terjadi hari ini adalah suatu kondisi yang masih di pikiran kita saja, namun iman yang membuat mujizat terjadi adalah dukungan dari Roh. Kita harus berdoa agar Tuhan memberikan kita iman yang mendukung Roh agar mujizat terjadi.

    Kita berpikir bahwa hanya dengan mengetahuinya kita bisa melakukannya. Namun seperti apa yang dikatakan oleh katekis di Gereja Katolik bahwa kita harus memohon kepada Tuhan untuk meningkatkan iman kita. “Beri makan iman kita.” Jika kita ingin tumbuh dalam karisma kita harus memberi makan iman kita. Lihatlah video tentang mujizat-mujizat penyembuhan dalam pelayanan. Perhatikan kesaksian-kesaksian nya. Bergaul-lah dengan orang-orang yang sudah lebih banyak melihat mujizat-mujizat penyembuhan dibandingkan kita. Ini karena seringkali pengalaman iman itu didapat dari menangkapnya, dan kita dapat menangkapnya jika kita mendekat.

    Apabila saya ingin melihat lebih banyak orang buta disembuhkan, saya harus membaca berulang-ulang tentang cerita-cerita orang buta yang disembuhkan. Dan kemudian pikiran saya dipenuhi oleh penglihatan tentang orang buta yang sedang disembuhkan. Lalu saya berdoa dan berdoa hingga jiwa saya setuju dengan pikiran saya, kemudian ketika saya perintahkan mata yang buta itu untuk terbuka, mata yang buta itu akan terbuka. Hal yang sama dapat dilakukan untuk yang tuli, yang lumpuh, kanker dan tumor.

    Saya telah melihat tumor sebesar kepalan tangan, menghilang dalam waktu 5 menit. Saya juga melihat seorang laki-laki dengan dengan tumor yang menonjol di samping lehernya. Dan saya berkata kepada Tuhan, ”Tuhan, kita harus memberikan kemenangan kepadanya.” Lalu saya mulai membaca cerita-cerita tentang Para Kudus dan peristiwa-peristiwa Pentakosta awal yang memperlihatkan tumor yang sangat besar menghilang. Lalu saya berdoa dan berdoa untuk karunia itu. Dan sejak saat itu, saya mulai membayangkan tumor sebesar ukuran kepala anda menghilang dalam waktu 5 menit.

    Dalam salah satu pelayanan kami, 51 orang didoakan, setelah kata-kata perintah (the word of command), tumor dan kanker menghilang. Kanker dan tumor itu mengecil atau hilang secara total. Jika kamu mau mencapai tujuan setinggi mata kaki, berdoalah setinggi lutut. Jika tujuanmu setinggi lutut, berdoalah setinggi pinggang. Jika tujuanmu setinggi pinggang, berdoalah setinggi bahu. Jika setinggi bahu, berdoalah setinggi leher. Jika setinggi leher maka setinggi kepala. Jika setinggi kepala maka berdoalah di atas kepala dan seterusnya.

    Kunci Keempat: Pray and Fasting (Berdoa dan Berpuasa)

    Kita harus menjadi semakin kudus. Menjadi kudus tanpa doa yang mendalam adalah sesuatu yang mustahil. Perhatikanlah, orang tidak akan jatuh cinta kepada Yesus jika mereka hanya melihat tangan-Nya atau hanya melihat wajah-Nya. Mereka akan jatuh cinta kepada Yesus ketika mereka melihat karakter Yesus dalam diri anda.

    Kunci Kelima: Purity (Kemurnian)

    Santo Paulus berkata, jika kita mau dipakai sebagai wadah perak dan emas di dalam rumah Tuhan, maka kita harus memurnikan diri kita dari kontaminasi dunia ini. Jangan mengharapkan keistimewaan dari Kerajaan Allah jika anda masih terikat dengan dosa-dosa; menonton film porno, atau menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak baik.

    Kunci Keenam: Family (Keluarga)

    Jika kita tidak menomor-satukan dalam hidup kita apa yang Tuhan telah tugaskan sesuai panggilan kita, maka pelayanan kita akan membawa kita kepada kehancuran. Apa artinya jika kamu memberitakan Kerajaan Allah ke seluruh dunia tetapi anak-anakmu masuk neraka? Yesus berkata, ”Ada mereka yang mengambil apa yang seharusnya diberikan kepada keluarganya dan mempersembahkan kepada Tuhan sehingga mereka tidak merasa perlu memberikannya kepada keluarganya. Banyak dari antara kita telah melakukannya dengan waktu kita, tenaga kita, dan perhatian kita. Kita melarikan diri dari tanggung jawab cinta kita di dalam rumah tangga karena ingin memiliki pelayanan-pelayanan yang besar. Dengar nasihat saya, “Nomorsatukan keluargamu, dan Tuhan akan menomorsatukan pelayananmu!”

    Sejak anak-anakku kecil, saya sudah sangat sibuk. Saya punya dua orang anak. Saya memberikan satu jam waktu saya untuk masing-masing anak setiap hari, seumur hidup mereka, sejak mereka berusia dua tahun. Maka ketika saya pergi jauh, anak-anak saya memberkati dan merestui saya. Sekarang, mereka berapi-api untuk melayani Yesus dan mereka berdua melakukan mujizat-mujizat. Dan sebenarnya mereka telah melakukan mujizat-mujizat sejak kecil, mujizat penyembuhan.

    Kunci Ketujuh: Humility (Kerendahan Hati)

    Tidak ada jalan lain menuju kerendahan hati selain memohon kepada Tuhan, dan membiarkan teman-teman untuk memberitahukan kelemahan-kelemahan kita, dan berterimakasih kepada mereka ketika melakukannya. Lihatlah, cinta menghendaki saya memohon kerendahan hati, karena kalo saya tidak memohon kerendahan hati, Tuhan tidak akan mempercayai saya sebuah karunia untuk kemuliaan-Nya. Cara tercepat untuk mencapai kemuliaan adalah lewat pintu kerendahan hati.

    Kunci Kedelapan: Love (Kasih)

    Jadikanlah kasih sebagai tujuan utamamu dan dengan sungguh-sungguh mendambakan anugerah-anugerah spiritual. Untuk apa kita mendambakan anugerah-anugerah spiritual? Untuk memberikan cinta. Untuk mengasihi seperti Yesus mengasihi. Kamu berpikir jika kita memiliki anugerah penyembuhan maka kamu akan sangat bahagia? Menurut pengalaman saya, mujizat-mujizat tidak membuat kita bahagia. Cintalah yang membuat kita bahagia. Saya dapat menyembuhkan semua orang di Gereja ini, namun jika saya tidak mengasihi kalian, kesenangan apa yang akan saya dapatkan?

    Jadi jika kita mengejar karunia-karunia itu, kejarlah untuk cinta kasih. Sabda Tuhan mengatakan ini: “Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh...” Dan jika Tuhan mengatakan itu, maka Tuhan bersungguh-sungguh untuk mencurahkannya. Tuhan memiliki banyak karunia-karunia di surga, menunggu untuk  di curahkan kepada kita.

    Pertanyaan-pertanyaan:

    1. Ketika membicarakan tentang keluarga, anda berkata bahwa kita harus menomorsatukan keluarga kita dan Tuhan akan menomorsatukan pelayanan kita. Sampai sejauh mana kita harus menomorsatukan keluarga kita? Kapan kita memutuskan untuk mengikuti impian kita ketika keluarga kita tidak menyetujuinya?

    Damian: Jika kamu mentaati Tuhan, maka kamu harus menomorsatukan keluargamu. Mencintai keluargamu. Jika kamu mau mewarisi tanah yang dijanjikan, jika kamu ingin mengambil kembali negaramu, apakah yang dijanjikan Tuhan? Siapa yang menghormati ibu bapa nya akan mewarisi tanahnya.  Jika kita mencintai keluarga kita, bukan berarti kita mengabaikan hak kita untuk menanggapi panggilan Yesus namun lebih kepada bagaimana kita mengatur waktu dan prioritas kita dan bukannya lari dari tanggungjawab hanya untuk melakukan hal-hal yang lebih menyenangkan bagi kita.

    Selama sepanjang tahun, saya bisa pergi di setiap minggunya. Namun ketika saya memiliki anak, saya membuat keputusan untuk berpergian jauh hanya sebulan sekali. Dan ini melatih kesetiaan anak-anak saya kepada Yesus.

    Pada kenyataannya anda berbicara dengan posisi sebagai orangtua. Anda telah memilih sebagai orangtua. Tapi ketika anda belum berkeluarga, sampai sejauh manakah kewajiban anda terhadap orangtua untuk membantu mereka dan mengkesampingkan apa yang anda ingini?

    Dalam situasi anda, saya anggap hal itu adalah suatu panggilan Yesus. Dan walaupun anda dipanggil untuk menjadi seorang pertapa, anda tidak boleh mengabaikan orangtua anda. Tidak ada panggilan apapun juga yang mengatakan bahwa orangtua anda tidak memiliki arti apa-apa, bahkan jika anda dipanggil untuk menjadi misionaris di belahan bumi yang berseberangan sekalipun.

    2. Apa yang harus saya perbuat ketika komunitas saya atau keluarga saya bukannya membicarakan tentang Yesus namun malah mengkritik satu sama lain?

    Damian: Jika orang-orang banyak mengkritik atau menghakimi orang lain, saat itulah kita harus berbicara tentang Yesus. Kita harus melihat bahwa Yesus Kristus adalah pusat kehidupan kita. Itu karena kita harus menjadi saksi-saksi Yesus Kristus, maka bicaralah tentang Yesus Kristus.

    3. Ketika kita mendoakan kesembuhan seseorang, bagaimana kita bisa membedakan tuntunan Roh yang menyatakan untuk tidak menyembuhkan orang itu, atau jika memang belum waktunya?

    Damian: Ketika Yesus Kristus menyembuhkan mata seseorang, Yesus bertanya, ”Dapatkah kamu melihat?” “Ya, aku dapat melihat namun belum jelas.” Ketika itu, Yesus menyembuhkan orang buta, dengan berdoa dua kali. Mungkin, anda dan saya harus berdoa lebih banyak lagi, 20 kali atau 200 kali. Mungkin, Yesus mau mencoba beberapa cara untuk tiap-tiap orang dan menguji nya. Ingat ketika Dia menyembuhkan seseorang buta yang lain, Ia berkata, “Pergi dan cucilah mukamu di Kolam Siloam!” Melalui itu, kita tahu bahwa Yesus memberikan ujian kepada orang-orang ini, untuk melihat iman orang-orang ini.

    Saya percaya bahwa kita tidak perlu cemas apakah orang sakit yang kita doakan itu akan sembuh saat itu atau besok, atau hari-hari selanjutnya. Yang terpenting bagi kita adalah mendoakan dia.

    4. Kristus akan menyembuhkan ketika Dia tinggal di dalam kita. Tetapi kadang-kadang, ada masalah ketika ada penyakit yang disebabkan oleh kutukan atau santet.

    Fr Dario: Pengalaman saya, bahwa saya percaya Kristus mau kita disembuhkan dari semua penyakit yang datang dari dalam; adalah semua jenis penyakit fisik. Dan juga penyakit spiritual seperti ketakutan, kekuatiran, kekecewaan dan kebingungan. Kalau itu disebabkan oleh kutukan atau bukan maka susah untuk dijelaskan.

    Romo itu menyatakan bahwa banyak sakit yang disebabkan oleh santet. Itulah mengapa penting untuk memiliki karisma. Untuk membuat diagnosa. Kalau kita melakukan diagnosa kita akan melakukannya seperti seorang dokter. Gejalanya apa? Dan juga mengumpulkan data-data tentang kehidupan keluarganya. Lalu memberikan jawaban spesifik seperti dokter memberikan resep. Adalah penting untuk melihat apa jenis sakit fisik yang diderita dan kemungkinan penyebab sakitnya.

    Damian banyak mendoakan orang dan menemukan banyak hambatan-hambatan pada diri orang yang di doakan. Lalu ketika mendoakan hambatan-hambatan itu, sakit fisiknya dapat disembuhkan.

    Walaupun Romo tadi percaya bahwa banyak sakit disebabkan oleh santet, namun Tuhan mampu melakukan bayak cara kreatif dan banyak pula yang akan tetap disembuhkan. Sangatlah umum untuk menyembuhkan sakit fisik, namun melihat apakah itu disebabkan oleh santet kita tidak dapat melihatnya.

    Diterjemahkan oleh: Ign. Surya Prasetya Wijaya, MBA

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/