• Sharing Dan Kesaksian


    Ditulis pada tanggal : Friday, 08 March 2013, 03:15 PM

    MENGIKUTI SHDR TAHUN 2008

    Kesaksian dari Vania,, tanggal : 9/9/2024

    Saya ikut PD setelah ikut Seminar Hidup Baru Dalam Roh tahun lalu dan tidak pernah absen lagi sampai sekarang. Memang dari dulu saya tahu di pikat selalu ada pengumuman Persekutuan Doa diadakan hari Senin... dst tapi pikir saya buat apa ke gereja selain hari Minggu? Saya juga takut, perkumpulan apa itu? Tidak berani saya pergi sendiri. Tapi mama saya yang baru lulus KEP diajak temannya untuk ikut PD. Mama saya heran akan katolik gaya baru , apalagi ketika retret pengutusan KEP ada sesi pencurahan Roh Kudus. Beliau bertanya banyak sampai akhirnya temannya bilang, Aduh susah dijelaskan, lebih baik kamu ikut persekutuan doa. Disana diajarkan banyak hal dan akhirnya kamu akan mengerti.

    Nah waktu itu kalau tidak salah hanya selang 1 minggu setelah retret pengutusan KEP, Seminar Hidup Baru diadakan di gereja Kristo. Setelah minggu pertama SHB kami ikut PD, juga karena dorongan pembimbing SHB yang adalah anggota PD. Kebetulan juga di akhir minggu, hari Jumatnya diadakan Kebangunan Rohani Katolik (KRK) yang tiketnya dijual waktu SHB. Lengkap sudah kami berkenalan dengan karismatik katolik dalam waktu 1 minggu!

    Sebelumnya kami memang tidak asing dengan puji-pujian & pengajaran lewat khotbah, karena kami suka mendengar radio Heartline yang diadakan oleh berbagai macam denominasi Kristen. Saya akui saya suka sekali & iman saya bertumbuh lewat siaran radio tersebut. Bahkan kami pernah ikut pertemuan & pengajaran seorang pendeta. Mereka menyanyikan lagu-lagu dengan semangat & berbahasa roh, begitu dashyat sampai saya merasa goncang & air mata menetes. Saya pikir luar biasa, Tuhan hadir di sini!

    Sampai suatu hari kerinduan saya memuncak dan saya bilang ke mama saya, Saya mau mencari Tuhan. Apa saya bisa bertemu Tuhan dalam gereja kita? Mulai saat itu iman saya berontak & saya mulai mencari-cari gereja Kristen mana yang paling hebat. Mama saya tidak bisa berbuat apa2, karena waktu itu kami belum mengenal KEP, apalagi PD. Saya bilang, katolik itu kering, coba bandingkan dengan gereja lain yang bisa memanggil Tuhan turun & berdiri di hadapan kita! Karena dulu tiap kali misa, saya hanya merasa Tuhan itu jauh, di surga, di langit tinggi & Ia tak akan turun menjumpai saya. Mama saya hanya menenangkan, Kita dibesarkan dalam Gereja Katolik. Bukankah itulah rumah kita? Kita rasakan kedamaian ketika berada dalam gereja.. Untunglah sebelum saya nekat pindah gereja, mama saya ikut KEP. Dan ada hal-hal baru dalam KEP yang sangat menarik, seperti dulu pernah saya ceritakan sebelumnya. Nah ketika pertama kalinya kami ikut PD, wahhhh saya antara tertawa & menangis. Inilah yang saya cari, inilah kerinduanku yang haus akan Tuhan, dan ternyata ada di dalam gereja katolik! Bodoh sekali saya mencari-cari di dunia luar, tapi tidak pernah mencari tahu apa yang ada dalam gereja sendiri.

    Sejak itu kami senantiasa bercerita & mengajak teman, saudara & warga lingkungan untuk ikut PD. Kita butuh lebih dari sekadar ibadat-ibadat liturgi, kita butuh kehadiran Tuhan yang hidup dan secara luar biasa berperan dalam hidup kita, yaitu Roh Kudus. Tidak cukup hanya ke gereja seminggu sekali, mendengarkan kotbah pastur, karena misa jika tidak dihayati ya hanya sekedar kewajiban belaka. Intinya, apa kita bisa membaca Kitab Suci dan mengerti pesan Tuhan secara pribadi kepada kita jika bukan karena Roh Kudus? Apa kita bisa menghayati perayaan Ekaristi & sungguh2 merasa Tuhan hadir secara pribadi dalam hosti kudus? Saya pribadi berpendapat tidak bisa tanpa Roh Kudus. Mulut bisa berkata saya bisa, saya percaya Tuhan hadir tapi hati tetap terasa hampa. Memang banyak yang berkata bahwa iman jangan didasarkan pada perasaan. Tapi lewat Roh Kudus, saya mampu merasakan! Dan itu sangat membantu iman saya yang masih dangkal. Sejak Seminar Hidup Baru dalam Roh, hadirat Tuhan dapat saya rasakan. Perasaan yang terasa secara fisik juga, seperti tangan yang kaku & sedingin es & dialiri setrum, atau hati yang hancur, air mata, gemetar atau bisa juga perasaan sukacita sampai saya ingin tersenyum selebar-lebar mungkin.

    Bagi saya, salah satu fasilitas untuk membangkitkan kuasa Roh Kudus & memeliharanya adalah ikut persekutuan doa, yang menjadi bagian dari karismatik katolik. Saya kira banyak orang kurang menyukai karismatik mungkin karena belum merasakan Roh Kudus itu. Secara fisik, memang nyanyian dalam PD disuguhkan dengan volume tinggi dan meriah. Tapi di dalam kemeriahan itulah saya menemukan Tuhan yang hadir dengan lembut, menyentuh hati & membebaskan saya dari setiap kepenatan & beban hidup. Apalagi yang bisa saya katakan? Yah mengutip teman mama saya : Aduh susah dijelaskan, lebih baik kamu ikut persekutuan doa. Disana diajarkan banyak hal dan akhirnya kamu akan mengerti. Saya tambahkan sedikit, ikutlah Seminar Hidup Baru Dalam Roh dulu, setelah itu anda akan sangat menikmati setiap nyanyian dalam persekutuan doa :)

    Saya hanya ingin menyampaikan pesan berdasarkan pengalaman pribadi saya, mari rasakan Roh Kudus & hubungan anda dengan Tuhan tidak akan sama lagi. Tuhan yang dulu hanya sekadar ikon, agama, jadi sungguh-sungguh hidup dan Ia menyapa anda dengan nama panggilan anda masing-masing. Tuhan yang misterius itu menjadi sahabat baik anda! Luar biasa kan? Juga anda akan mampu membedakan antara yang baik & dan yang jahat, antara perbuatan terang dan kegelapan menjadi nyata sehingga hidup anda tidak akan terjerat dan tertipu lagi. Hidup anda walaupun pahit tapi jadi manis, karena jika sesuatu terjadi, toh ada Tuhan yang jadi tempat bersandar. Mau apa lagi? Susah senang, semua kebutuhan materi, semua mimpi, apapun itu ada Tuhan yang bisa memenuhi.

    Hidup ini jadi indahhh!

    Haleluya!

    Vania


    Kesaksian dari Budi Yoga Pramono [], tanggal : 7/28/2009
    Saya mau sharing : Saya masuk katolik karena istri saya adalah katolik . Saya memilih dia karena didoakan oleh seorang hamba Tuhan yang Kristen & melalui peneguhan & tanda2 istri saya yakin bahwa saya adalah jodohnya. Istri saya aktif di PDKK sehingga saya senang karena hampir tidak beda dgn kristen . Tapi devosi kepada Maria yang sering menjadi ganjalan karena Yesus seperti dinomorduakan. Ada seorang romo berkata jadilah karismatik yang menghormati Maria. Saya juga pernah sharing dengan teman yang memang katolik bukan karismatik, aktif prodiakon dan kegiatan gereja lain katanya : yang penting doa kepada Yesus minta kekuatan, perlindungan, berkat dariNya, soal Maria lewat doa rosario, senakel, novena dll itu sih tambahan jangan bingunglah.Biar aja orang lain melakukan itu tapi yang penting doa kepada Yesus. Mungkin pendapat saya kurang berkenan tapi saya percaya The One & Only is Jesus. Ada pendapat : Melalui Maria datang kepada Yesus , menurut saya itu sah-sah aja. Saya pernah juga datang ke LEMBAH KARMEL nya Romo Yohanes. Ikut Doa Jalan salib dengan devosi kepada Bunda Maria. Sepertinya ada seseorang yang menjamah saya sehingga saya dapat ikut doa jalan salib dengan sukacita & kusuk. Saat istirahat menjelang misa jam 10 saya duduk kmdn ada yang berkata “Sana doa didepan Bunda Maria”, saya patuh dan berdoa demikian : Bunda ampuni saya bila saya kurang bisa berdoa lewat engkau karena sesungguhnya Yesuslah yang menjadi perantara kita dengan Bapa, saya percaya Bunda adalah orang yang lemah lembut dan rendah hati dan berkenan mengampuni.dan saya ingin doa hanya kepada Tuhan Yesus “.Hati saya rasanya lega dan saya siap untuk masuk misa. Ruangan Gereja penuh sesak padahal saya ingin duduk didepan. Ada suara yang berkata “ kamu lewati gang itu maju terus dan stop ada dua bantal kosong , duduk disitu , dibelakangmu ada dua hambaku yang dapat membawa engkau masuk dalam hadiratku mulai saat pujian sampai selesai, dialah malaikatmu”. Hadirat Tuhan sungguh terasa sampai terharu akhirnya menangis karena sungguh indah sekali hadirat Tuhan. Pada Misa saat adorasi pada saat monstran mendekat, kepala saya tidak kuat sehingga tertunduk ke lantai karena hadirat Tuhan Yesus sungguh luarbiasa. Sebulan kemudian ketika saya berdoa Tuhan Yesus berkata bahwa “Akulah yang membelai kamu” pada saat di Lembah karmel dimana saya dapat penglihatan Yesus mengusap kepala saya dengan memakai jubah putih berselempangkan kain merah dengan rambut kemerahan sebahu. Saya bersyukur saya mengenal Karismatik melalui istri saya . waktu di Gereja Kristen saya bisa mengalami suasana seperti itu & dapat juga saya rasakan di Gereja Katolik. Saya percaya Tuhan Yesus punya rencana yang indah dan selalu sediakan yang terbaik untuk saya & keluarga saya. Bukan dari Gereja mana kita bisa bertemu denganNya tetapi sejauh mana kita merindukanNya hadir didalam hidup kita , maka kita dapat merasakan dan bahkan menikmati kasihNya. Mungkin saat ini saya kurang bisa berdoa lewat Bunda Maria tapi saya percaya Tuhan Yesus punya rencana yang indah. JESUS LOVES YOU .

    Kesaksian dari Alex Mulyana [aleximulyana@yahoo.com], tanggal : 1/31/2009

    Dear Pembaca Karismatik Katolik, Keninginan saya kuat sekali u/ sharingkan hal ini, Saya ikut Katolik sudah sejak sy masih SD thn 1985-an. Kemudian sy ikut Karismatik di Bandung bergabung dengan UNPAR, sy dr kecil hingga lulus kuliah pun hidup dlm lingkungan Katolik / Kristen. Sepanjang perjalanan sy yg paling rumit adalah soal karir.

    Sy sering kali keluar - masuk pekerjaan, entah karena tidak betah / tidak cocok dng lingkungan / ingin berkembang lebih baik, dll. Sp suatu saat sy mengambil komitmen u/ berkeluarga.

    Pd saat itu sy di phk, sy bingung sekali karena harus menyiapkan dana u/ menikah, sy terus menerus berdoa agar pernikahan kami tetap berjalan. Berbagai upaya kami lakukan. Tidak lama 2 bln sejak pernikahan kami, sy bekerja juga. Ya, sy ini orgnya rajin mengeluh. Sejak dari sy lulus 2000 sp saat ini sy selalu mengeluh.

    Entah, bagaimana akhirnya aku pindah kerja ke perusahaan yg lebih besar dan gaji yg ok, masih juga aku mengeluh dan tidak cukup. Sp suatu hari aku dipanggil sama atasanku dan dia mengatakan tidak memperpanjang kontak sp akhir bulan ini. Sy seperti tersambar petir, sy bingung sekali, hrs bagaimana kreditan berjalan, kebutuhan berjalan.

    Ada sesuatu yg mengganjal dlm hati, Kenapa ini terjadi? Sy sharingkan hal tsb dengan atasan sy dan bosnya lagi. Rasanya ada yg tidak adil dengan perlakuan mereka thdp sy. Seminggu berlalu, sy terus mencari info pekerjaan ke teman, internet, dan HRD2 yg pernah interview dengan sy, terus sy f/up. Hari semakin mendekati akhir bulan sehingga sy semakin menjadi bingung dan gundah.

    Sp akhirnya aku pasrah dan hanya menangis sj di mobil dengan pikiran yg berkecamuk & emosi kekecewaan. Tiba2 perusahaan yg pernah interview dengan sy kembali menghubungi sy u/ ttd kontrak u/ pekerjaan baru. Puji Yesus, betul sekali pada saat yg tepat. Tuhan tidak pernah tinggalkan kita. Dan yg sy dapat adalah kepala cabang junior di kota kecil di tangerang.

    Dari pelajaran itu ada beberapa hal yg sy peroleh; 1. Tuhan tidak akan tinggalkan kita. Dia bahkan jadikan kita kepala bukan lg ekor. 2. Hidup bersyukur selalu baik pekerjaan itu sulit / atasan kita ber politik . 3. Bekerja sungguh2 dan jangan ber sungut2 4. Mencari teman / komunitas yg bisa membuat kita bertumbuh lg. 5. Jangan menyerah, pasti selalu ada jalan. 6. Terbuka menerima perubahan. Jika ada dari pembaca yg mengalami hal yg sama / ingin mengkonsultasikan pekerjaan, silakan kirimkan emailnya ke saya. GBU.


    Kesaksian dari Verdiandy ( yaya ) [viya1713@yahoo.com], tanggal : 11/25/2008

    Syaloom, bapak, ibu dan saudara sekalian Pada kesempatan ini saya mau berbagi pengalaman saya mengenai Katolik Kharismatik yang saya kenal lewat Sekolah Evangelisasi Pribada ( SEP ) di Shekinah Duta Merlin.Saya salah saltu alumni angkatan 17.

    Jauh kebelakang sejak saya berumur 4 tahun saya sudah di masukan dalam gereja Kristen Indonesia ( GKI ) di wilayah wahid hasyim jakarta. dan saya bertumbuh dalam iman Kristen saya. ( saya lahir tahun 1966 ) samapi tahun 1998 saya di baptis secara katolik di gereja Gembala baik melalui paroki St Yoseph Matraman. dan di tahun yang sama saya menikah. awal - awal mengikuti misa katolik sangat membosankan dan hal ini sering saya utarakan pada Romo Paroki, waktu itu Romo Yan Madya dan sedikit bercanda Romo suka jitakin kepala saya dan selalu Romo bila Ah kamu ... dan itu memang saya alami, masuk gereja dan keluar gereja ya begitu - begitu aja, jadi seperti formalitas saja atau rutinitas mingguan.

    Saya mulai berpindah - pindah gereja, kadang ke gereja katolik kadang ke gereja Kristen, saat anak saya berumur 2,8 bulan , Akhirnya saya mencoba ke gereja GBI di Ratu Plaza waktu itu pembicaranya Pdt Vitri Kumaseh dan saya suka sekali dan saya mendapat ke sukaan di sana dan akhirnya saya setiap minggu ke gereja GBI sampai 3 kali hari minggu.

    Pada hari sabtunya saya dan keluarga bertamasya ke Puncak, kami berangkat pagi sekali dan sampai di puncak jam 7.30an Disaat kami baru tiba di puncak, tiba - tiba anak saya main ke taman, di sana ada ayunan yang sedang di mainkan anak - anak lain, saat ayunan itu mengayun anak saya coba menaiki dan hasilnya mata kanan anak saya tercolok besi ayunan. Wah .. langsung suasana liburan saya berubah 360 derajat.Mata anak saya langsung merah dan di sekitar matanya mulai membesar. Di saat saya mulai panik menanyakan kepada satpam setempat di mana rumah sakit ?, tapi karena waktu itu bertepatan dengan Idul Fitri maka keterbatasan dokter bahkan kemungkinan tidak ada sama sekali dokter. tapi waktu itu satu hal yang saya lakukan berdoa, saya mohon perlindungan bagi anak saya, di lapangan itu juga saya topang tangan kepada anak saya. Memang anak saya berhenti menangis walau matanya tidak membuka. akhirnya anak itu tertidur. Saya hanya mempersiapkan beberapa obat demam, karena saya takut terjadi apa - apa pada malam hari nanti, untuk kembali ke Jakarta rasanya saya ga tega dengan keluarga yang lain. sekitar jam 14.00 anak saya terbangun dan apa yang terjadi dari mata anak saya keluar darah bercampur belek. Disaat itu kembali saya berdoa. Di saat kecemasan itu ponakan saya bilang Suk ( panggilan paman dalam silsilah mandarin ) besokkan ada adorasi penyembuhan di Romo Yohanes , kita kesana aja , oh ya, boleh - boleh jawab saya cepat. saya bertekat kalau besok pagi kita ke Lembah Karmel, Romo Yohanes.

    Hari berlalu, tapi saya baru bangun jam 09.00 dan rasanya males sekali, ponakan saya menanyakan lagi Jadi ga suk ke Romo Yohanes ?, saya cuma menjawab setenga males dan jam 9.00, belum apa2 anaknya aja blm bangun. waktu berjalan dan saya malah cuci mobil trus cek bahan bakar dan memang sudah tinggal sedikit, akhirnya saya pikir mending isi solar dulu dan beli ikan gurame goreng kering di tapal kuda arah cianjur.ya gagal jadinya ke Romo Yohanesnya. Saya dan anak saya ( karsten nama anak saya ) serta ponakan saya pergi mengisi solar dan beli ikan itu sekitar jam 10an, Saat kami mau kembali ke villa ( villa kami di Permata Gadog) ternyata macet total, hampir tidak bergerak, tiba - tiba ada anak - anak muda yang mengarahkan jalan tikus, masukke jalan kecil yang bisa tembus di gadog. dan saya mengikuti arah yang di maksud, pada saat bertemu persimpangan tiba - tiba saya melihat arah panah yang bertulisan LEMBAH KARMEL,

    Di sinilah sebenarnya Tuhan telah membawa saya untuk melihat karya - karya Tuhan dalam gereja Katolik. dan saya putuskan saat itu juga untuk ke lembah karmel dan saya tiba di sana percis saat adorasi di mulai, waktu itu umat yang hadir sekitar 4000 umat, dan saya dapat duduk di luar paling belakang dengan sepotong koran, kami duduk dan anak saya saya pangku, anak saya matanya masih tertutup dan bengkak. Biasanya anak saya kalau saya ajak ke bina iman, dia tidak dapat bertahan lebih dari 5 menit, dia pasti akan berlari kesana kesini. Tapi kali ini dia duduk diam, seolah - olah dia mendengarkan pujian demi pujian. di saat kekhusukan itu tiba tiba ponakan saya ( Fanny namanya dia juga sekarang telah lulus SEP Mudika angkatan ke 2 Shekinah )berkata suk Karsten matanya sembuh !, karena anaknya saya pangku , jadi saya ga melihat wajah anak ini, tapi ponakan saya melihat kalau matanya sudah normal tanpa bekas apapun. ( bahkan setelah kami Plg di jakarta Dr yang memeriksa, ga percaya kalau anak saya beberapa hari yang lalu tercolok besi) saat itu saya menitikan air mata, saya terharu akan kebaikan Tuhan Yesus, dan saya begitu khusuk di adorasi Romo Yohanes tersebut, tiba - tiba saya mendengar suara yang mengatakan ya...yaya .. inilah gereja katolik yang kamu lihat dan pergilah ke sana ...! waktu itu saya reflek atau apa saya hanya menjawab ya Tuhan .. Saat itu saya merasa saya bangga menjadi katolik, karena apa yang selama ini saya dapat kan di gereja kristen di katolik juga ada, katolik gereja yang lengkap.

    Sejak peristiwa itu saya begitu berapi - api menceritakan peristiwa yang saya alami ke semua orang, ga peduli dia beriman apa, asal ada kesempatan saya selalu cerita akan kebaikan Tuhan.Dimanapun saya bersaksi, sampai suatu hari saat saya bersaksi di Gereja Theresia, ada seorang yang menyarankan saya untuk datang ke Shekinah di Duta Merlin. Dan saya pergi ke Duta merlin dan waktu itu saya di sambut oleh Agus ( SEP 16 ) dan kembali saya bercerita, padahal kami ga saling kenal, dan saya mendaftar untuk ikut SEP angkatan 17, saya di interview oleh Ibu Mei Fung dan saya di terima. Di SEP ini banyak yang saya dapatkan dan luar biasa. saya semakin bertumbuh dalam iman katolik. Dan sampai sekarang saya masih aktif membantu di berbagai acara yang di selengarakan oleh shekinah. Dan juga saya sudah beberapa kali membawakan renungan dan kesaksian di persekutuan Doa - persekutuan Doa dari gereja Behel Indonesia merek menyebutnya COOL ( Community Of Love ) di mana di setiap acara yang saya bawain saya selalu mengatakan kalau saya Katolik dan saya juga selalu bilang kepada mereka saya bangga menjadi umat katolik.

    Walau sebelumnya ada juga yang mencoba dengan pertanyaan - pertanyaan tentang penyembahan Patung Bunda Maria dan perpuluhan, tapi puji Tuhan saya mampu menjawab dengan bantuan Roh Kudus tentunya, hingga sampai saat ini saya masih suka exist di acara mereka dan mereka begitu menyukai saya. Demikian kesaksian saya, semoga boleh menjadi berkat bagi banyak orang. Terima kasih.

    God Bless You All. Salam : untuk Pak Yoseph Tedja dan ibu Irene, Ibu Mei Fung, Pak Edi dan Bu Eva, Pak Mulyo dan Ibu Leny, Pak Yoppi dan Bu Ivone, Pak Gerald dan Ibu Lany, Romo Kolman, Romo Mardi, Romo Andang. Romo Subroto,


    Kesaksian untuk Artikel : SEJARAH KARISMATIK

    Kesaksian dari maria crecentia angela [ms_crunchy_turtle], tanggal : 11/20/2008
    banyak sekali kalau mau kasih kesaksian bahwa Tuhan itu baik dengan segala hal yang Dia berikan kepadaku, terutama keluargaku semua dipulihkan satu persatu dengan proses yang Tuhan sendiri berikan, sangat nyata dan sangat tidak mungkin kalau dipikir dengan otakku waktu itu Tuhan beri waktu lebih buat mama untuk memulihkan hubungan dengan Tuhan Jesus sebelum mama meninggal karena sakit. Prosesnya memang bener bener sakit dan bener bener HERAN tapi JESUS bener bener ada di dalamnya, THANKS JESUS gitu juga dengan aku waktu itu proses mama untuk pulih dalam hubungannya dengan TUHAN JESUS membuat aku melihat dan dipulihkan, THANKS JESUS tak lama, papa mulai mengenal dan mau ikut JESUS dan juga kakakku.....THANKS JESUS buat semua jalan yang terjadi, semua memang sudah di tentukan dan Engkau yang membimbingku menjalani semuanya sekali lagi JESUS, Terima kasih....

    Kesaksian dari lyvia [l1vy4@yahoo.com], tanggal : 11/6/2008

    aku baru terlibat dalam persekutuan doa karismatik katolik dan sekami. dan aku sangat senang melayani Tuhan. kejadiannya pada hari minggu. saat anak anak berdoa Bapa KAmi ada tiga anak saat berdoa saling dorong mendorong dan ketawa tawa.

    setelah selesai doa aku panggil ke3 anak itu, aku jelaskan kenapa saat doa kita tidak boleh main main dan akhirnya aku menghukumnya dengan berdiri didepan kelas hanya 10 menit. lalu aku pergi mengajak anak - anak lain untuk ke patung Antonius padua kebetulan saat itu kami memperkenalkan pelayan sang santo. belum 10 menit dua anak udah nyacir keluar, melarikan diri dari hukuman dan aku diamkan saja aku pikir sudah cukup bagi mereka, namun ada satu anak masih diam duduk dipojok kelas. lalu aku katakan bahwa waktu hukuman telah habis, tapi dia tidak ada respon, aku mengajaknya untuk bergabung dengan teman lain ia tidak mao ikut, malah matanya berkaca kaca. waktu itu aku sangat ketakutan sekali dalam hati aku berkata mati deh aku anak orang sampai nangis tamat deh.

    ada ketakutan juga dalam hatiku, tetapi seperti ada suara halus mengatakan jangan takut bukan salah kamu menghukumnya itu udah benar, tetapi dia merasa sedih karna dia dihukum. setelah hening sejenak aku menghampirinya dan menjelaskan kembali kenapa dia sampai dihukum. tapi dia tetap kekeh gak mau gabung dengan temannya. lalu aku katakan kepadanya. sayang kalau kakak berbuat salah sama kamu kakak minta maaf, tetapi kamu juga jangan membuat kakak menghukum kamu karna kelakuanmu. kamu mau kan memaafkan kakak. kalau kamu gak mau memaafkan kakak bagaimana Tuhan Yesus masuk kedalam hati kamu dan menyembuhkan luka batin kamu. (anak ini sudah luka batin dia sering dipukul tanpa sebab oleh orang tuanya dan neneknya, informasi ini aku dapat dari pengakuannya sendiri) kalau kamu berdoa saling main Tuhan Yesus akan sedih dan menangis dipojok kelas seperti kamu saaat ini. tapi tidak ada reaksi. lalu aku mulai memakai jurus sentuhan fisik seperti memeluknya, mengelus kepalanya, menggenggam jemarinya dengan penuh kasih sayang dan menciumnya. lalu aku mengajaknya berdoa.

    Tuhan Yesus masuklah kedalam hatiku sembuhkanlah luka ajarilah aku supaya menjadi anak yang berbakti pada MU sentuh hatiku ubah hidupku Tuhan menjadi yang baru curahkan damai sejatera dalam hatiku dan berikanlah kasih karuniaMU ke dalam hatiku. bimbinglah aku Tuhan agar aku menjadi seperti yang Kau kehendaki.amin. setelah berdoa aku melihat ada secercah senyum manis yang masih tersembunyi. lalu aku mengodanya sambil bermain berdua seakan hanya kami berdua yang ada dikelas itu. secara berlahan namun pasti dia tertawa dan akhirnya kembali bergabung dengan teman teman yang lain. ini adalah masa yang pali indah selama aku mengajar disekami. aku percaya dengan kekuatan doa yang tulus dapat mengubah hati yang keras. aku bersyukur pada Tuhan dari peristiwa ini aku banyak belajar bahwa aku harus tetap mencari anak yang terluka, mendampingi anak anak yang terluka. Tuhan memberikan aku kesempatan yang indah karna aku tidak memiliki anak dari rahimku tetapi Tuhan memberikan aku anak anak yang mau menyayangi aku dan mengajari aku akan dunia mereka masing masing.

    trima kasih Tuhan atas karuniaMU


    Kesaksian dari Timoteo Gomes Pires [tymus7@gmail.com], tanggal : 8/1/2008

    Kesaksian Hamba Kristus di Saat Menghadapi Ujian Skripsi dan Saat Mencari Kerja Kita manusia sering lupa bahwa kita adalah gambaran rupa Allah sang Pencipta dunia dan isinya. Allah begitu mencintai manusia sehingga sang penebus dosa manusia dijanjikan di saat manusia telah jatuh dalam pergumulan dosa, Yesus Kristus adalah Putra Allah yang menjadi penebus dosa manusia melalui penggorbanan darah dan wafat disalibkan di atas kayu salib, pewartaan tentang pertobatan sejak masa Yohanes pembabtis sekiranya harus dikumandangkan sampai saat ini karena pintu pertobatan dibukakan kepada manusia.

    Kejadian ini berawal saat saya sedang mengikuti proses bimbingan sampai pada saat saya lulus ujian skripsi, Sungguh ini pertama kali saya berdoa dengan sungguh-sungguh dan dalam doaku selalu aku berserah diri dalam penyelenggaraan ilahi bahwa aku percaya akan bimbingannya halangan rintangan tidak akan berarti ketika saya Tuhan Yesusu sendirilah yang telah mendampingiku. aku merasa doaku sungguh didengar Tuhan setiap rintangan selama proses bimbingan yang mana saya sempat kewalahan sebab dosen pembimbingku berdomisili di surabaya sedang saya kuliah di Malang-jawa timur,membuat saya bertanya-tanya dalam hati sudah beberapa kali saya ingin bimbingan tetapi dosennya selau berhalangan masuk kampus.

    Ketika itu semua terjadi saya berdoa minta Tuhan mendampingi aku untuk memberanikan diri menghadap kepala program studi (prodi) guna menyampaikan masalah yang saya hadapi berkenaan dengan dosen pembimbingku yang tidak punya waktu buat membimbing saya. Karena prodi melihat sudah sekian kali saya gagal bertemu dengan dosen yg ditunjuk buat membimbing saya maka akhirnya surat keputusan penunjukan pembimbing baru diajukan dan ditandatangani oleh Dekan fakultas. setelah itu semua saya lega akhirnya saya menemukan dosen pembimbing yang baru, tetapi Tuhan masih menguji kesabaranku, baru berjalan kurang lebih sebulan dosen pembimbing baruku dijadwalkan untuk pergi naik haji di Arab saudi selama 40 hari lamanya belum ditambah masa cuti setelah pulang dari naik haji tersebut. saya hampir down saat itu tapi saat itu saya masih tetap tekun dalam doa minta Tuhan Yesus mendampingiku.

    Setelah tinggal seminggu lagi pemberangkatan dosen pembimbingku tanpa diduga dosenku memberikan saya keringanan untuk lebih dipercepat maju mempertanggungjawabkan proposal penelitian skripsi. akhirnya sebelum keberangkatan dosen pembimbingku saya telah maju dahulu ujian proposal skripsi dan tinggal penelitian. setelah ujian selesai saya bertemu dengan dosenku dan beliau berpesan agar disaat beliau tidak ada saya harus sudah melakukan penelitian dan memang waktu yang diberikan saya manfaatkan untuk penelitian skripsi dan selesai sesuai dengan jadwal dalam rencana usulan proposal saat- saat menjelang ujian adalah saat yang paling mendebarkan dan seperti biasa saya menyerahkan diri dalam penyelenggaraan Ilahi dan memohon Tuhan Yesus untuk berjalan mendampingi saya, dan hasilnya ujian selama 90 menit saya lalui dengai dinyatan Lulus dan ada sedikit perbaikan pada bab tertentu.

    Saya lulus dari Univ. Gajayana Malang-jawa timur pada bulan september tahun 2006, setelah lulus masalah baru muncul bagaimana bisa cepat dapat kerja....sebuah pergumulan hati dan akhirnya saya tetap bersandar kepada sang Pencipta dan Penebusku kepada-Nya saya berserah diri dan bersyukur dan memohon dampingan-Nya bahwa Tuhan saya sedang membutuhkan pekerjaan yang sesuai dengan bidangku sarjana ekonomi jurusan studi pembangunan dan sebuah mujijat terjadi lagi Tuhan Yesus menjawab doaku ini aku diwawancarai kerja bulan november 2006 dan dinyatakan lulus bekerja start efektif pada bulan jan 2007.

    Tiada kesaksian dan pujian yang sungguh besar saya ucapkan kepada Tuhan Yesus karena masih mau mendengarkan doa hambanya ini sangat nista dihadapan-Nya. TUHAN YESUS KRISTUS SAYA BERSAKSI DIATAS BUMI INI BAHWA ENGAKAULAH YANG SELALU MENDAMPINGIKU DISAAT SAYA LEMAH, LETIH,CAPEK, DAN TAK TAU ARAH KEHIDUPAN INI....YA YESUS TUHANKU TERIMA KASIH ENGKAU SUNGGUH BAIK TERHADAP ANAK-ANAKMU INI TERLEBIH-LEBIH ENGKAU YA YESUS JURUSELAMATKU MAU MENGGABULKAN PERMOHONAN ANAKMU INI....MELALUI PERANTARAAN BUNDA TERPILIH MARIA SAYA MENGUCAP SYUKUR KEHADIRATMU YA MARIA IBU TUHAN KAMI TERIMA KASIH ENGKAU TELAH MENGUATKAN DOA-DOA DAN PERMOHONAN ANAKMU INI...AKU PERCAYA PADAMU BUNDA MARIA KETIKA BUNDA YANG MEMINTA ATAS NAMA KAMI MAKA PERMOHONAN KAMI AKAN NISCAYA TERKABULKAN,.....AKU PERCAYA BAHWA DENGAN NAMA TUHAN YESUS MAKA SEGALA JIWA AKAN TERSELAMATKAN. AMIN

    salam damai Dalam NAMA YESUS KRISTUS TUHAN DAN JURU SELAMAT MANUSIA.


    Kesaksian dari Angelique [angel@hotmail.com], tanggal : 5/26/2008

    saya akan coba sharing pengalaman pribadi saya saja. Ketika saya mengenal Karismatik Katolik.

    Dari kecil saya dibiasakan mengikuti tata cara liturgi gereja katolik.

    Saya organis, pianis, juga anggota paduan suara. Bertahun-tahun saya sudah terbiasa begitu, dan sama sekali tidak suka melihat gaya karismatik yang bertepuk tangan dan bunyi-bunyian yang aneh. Bagi saya, itu tidak khusuk, tidak hikmat. Aneh. Ditambah orangtua saya juga paling anti yang begituan, yang namanya PD, Kebangunan Rohani, Seminar Hidup Baru (sekarang Seminar Hidup dalam Roh) dsb. Bagi saya, lagu yang benar ya lagu2 himne, gregorian , klasik. Diluar itu, yang jenisnya lagu agak gaya pop, lagu rohani, itu tidak hikmat. Saya mencap itu lagu Kristen, bukan Katolik. Bahkan saya lalu banyak membaca buku2 tentang iman Katolik, agar bisa semakin Katolik , dalam artian, bisa menjawab semua argumen teman2 saya yang Kristen tentang iman Katolik. Tapi lama2 saya malah menjadi kering. Doa kering.

    Melayani dalam paduan suara pun jadi kering, tidak tahu lagi, sebenarnya saya melayani buat siapa.

    Lalu saya berdoa minta rahmat Tuhan, agar saya bisa mengenal Yesus secara pribadi sebagai Juru Selamat saya.

    Tanpa saya sadari setelah itu saya mulai rajin membaca kitab suci, mendengarkan kotbah, seminar2, ikutan kelompok sharing dengan teman2 oikumene, Katolik dan Kristen, di kos saya.

    Kemudian, 30 tahun setelah saya beriman Katolik, dan setahun setelah saya betul2 mencari Tuhan sungguh2, saya masih ingat tanggalnya, 30 Januari 2005, ketika saya sedang di dalam gereja, tiba-tiba badan saya terguncang , airmata mengalir deras, dan dari lidah saya mengalir suatu bahasa baru yang saya tidak pernah tahu sebelumnya.

    Sebagai seorang Katolik yang sebelumnya tidak pernah mengetahui apa2 tentang karisma2 Roh, saya jelas bingung, saya pikir seperti kesurupan. Tapi ini beda. Sesuatu dalam diri saya meluap-luap, seperti rasa sukacita yang amat sangat, dan memuliakan Tuhan. Saya masih tergetar bila ingat ini. Bahkan saya harus memegang tangan teman saya, pada saat konsekrasi, waktu Imam mengangkat Hosti. Airmata saya gak berhenti mengalir deras, dan lidah saya bergetar menyuarakan bahasa baru yang saya tidak kenal, hati saya meluap-luap sukacita. Itu saat pertama saya merasakan dalam hati saya berkata, Itu Tuhan, Tuhan hadir dalam Ekaristi .

    Sampai malam hari saat saya harus melayani organis dalam gereja, pertama kali saya menyadari lagi, untuk apa saya ada di gereja ini, bermain organ, dan setiap bunyi2an yang keluar benar2 suatu untaian nada2 baru, keluar dari hati. Dan sekali lagi, saya menangkap maksudnya, Tuhan sedang memberikan nyanyian baru pada saya.

    Malamnya, pada saat sharing (komsel) dengan teman2 kos saya, membahas Lukas, perjumpaan 2 murid di Emaus, kembali hati saya meluap-luap, saya merasa, saya adalah murid di Emaus itu, yang bertahun-tahun berjalan bersama Tuhan, tapi tidak mengenal Tuhan secara pribadi.

    Tapi setelah saat pagi itu, mata saya dibukakan, saya melihat Tuhan, saya mengenal Tuhan, saya merasakan Dia dalam hati saya.

    Dan hari2 setelah itu saya sadar, saya tidak pernah sama lagi. Setiap hari saya menanti-nantikan berdiam dalam doa pribadi saya, memuji, menyembah, dengan lagu maupun dalam keheningan, membaca kitab suci, mendengarkan suara Tuhan.

    Saya juga diperbarui total, dalam cara pandang saya untuk menerima paham Kristen Protestan dan iman Katolik dengan saling melengkapi; karena saya menghargai semuanya. Juga saya menjadi semakin mencintai Ekaristi. Sadar, bahwa Tuhan benar2 hadir.

    Saya juga menikmati lagu2 himne, lagu2 Gregorian, dan mencintai lagu2 Taize.

    Semuanya begitu indah. Roh Allah bekerja dari abad ke abad secara sempurna, melalui karya2 orang2 pilihanNya.

    Dalam Persekutuan Doa dimana saya menjadi pelayannya saat ini, saya bersorak, mengangkat tangan, bertepuk tangan dengan sukacita. Karena saya tidak bisa menahan tangan saya terangkat saat mengagungkan Tuhan.

    Ia begitu mulia, Ia begitu Agung, Ia Dahsyat, Ia luar biasa.

    Bagaimana saya tidak mengekspresikan sukacita saya?

    Sama seperti pada saat tim bulutangkis wanita Indonsia saat semifinal Uber mendapatkan angka saat menjatuhkan lawan, saya bersorak, memberikan semangat, walau saya tahu, saya cuma nonton di depan TV saya.

    Apalagi pada saat doa. Bagaimana saya bisa berdiam diri saja merasakan roh Tuhan dalam saya menggerakkan saya untuk memuji dan menyembah DIA dengan seluruh keberadaan saya ? Ia jauh lebih nyata dari pemain bulu tangkis yang sedang saya semangati itu. Dan Ia sungguh hadir, bukan cuma lewat TV.

    Bila ruang gerak itu diperkenankan, bagaiman saya tidak mengekspresikannya?

    Tapi bila dalam suasana hening saat Taize, semua lagu2nya meditatif , berisi perenungan, secara otomatis pun Roh yang ada dalam saya juga mengarahkan saya untuk merenungkan kasih Tuhan dan meresapinya dalam hati.

    Satu hal yang perlu diingat, Roh Tuhan itu TERTIB, menurut Alkitab.

    Ia tidak liar atau tidak terkendali.

    Ia akan mengarahkan kita , menuntun kita, menginsyafi kita akan segala

    dosa2 kita, Ia mengajar kita, dan menyampaikan apa yang Allah Bapa kehendaki.

    Ia menempa karakter kita.

    Bukan soal karismatik atau tidak.

    Bukan soal pujian itu berisik atau senyap , yang tiba2 tanpa disadari

    orang2 sudah ketiduran.

    Bukan masalah Homili Pastor bikin ngantuk, ato yang lucu, berapi-api dan membangun iman.

    Bukan juga masalah Koornya yang nyanyi bikin fals, bikin orang yang ngerti not, pingin nimpuk.

    Tapi itu semua kembali kepada HATI kita. Apakah hati kita siap menerima Tuhan pada saat awal misa maupun pada saat kita memulai hari kita.

    Bahasa Roh adalah Karunia. Sama halnya dengan karunia penyembuhan, mengajar, melayani, dan sebagainya.

    Yang memiliki karunia ya jangan jadi sombong rohani. Tapi yangkepadanya belum dipercayakan karunia / karisma, juga jangan menghakimi, menghujat orang itu sesat.

    Tuhan tidak pernah memberikan suatu karunia tanpa suatu tujuan.

    Semuanya kembali kepada kita. Apakah kita mau sungguh2 menggunakannya itu untuk kemuliaan Tuhan, atau untuk kemegahan diri kita sendiri.

    Apakah kita menuntun orang lain dekat dengan Tuhan, atau malah kita menjadikan diri kita pusat perhatian sehingga dipuji2.

    Saya percaya Tuhan menjamah hati setiap pribadi secara special, unik, menurut caraNya.

    Satu hal, jangan menutup hati kita. Belajar seperti anak kecil yang tak puas2nya mau belajar hal baru, seperti spon , yang menyerap semua rahmat Tuhan.

    Ia lebih merindukan kita semua untuk mengenal Dia secara pribadi, dengan caraNya, dengan waktuNya, asal pintu hati kita terbuka.

    Semoga sharing saya bisa membantu.

    Tuhan memberkati.

    Angelique


    Kesaksian dari Veronica Yonathan [yanwianto@yahoo.com], tanggal : 5/2/2008

    Kesaksian ini diawali dari tahun 97 ketika saya berumur 18 tahun terserang strook yang pertama di Jakarta,

    kelainan pembuluh darah bawaan lahir mengakibatkan pendarahan diotak yang mendadak, tanpa gejala sehingga langsung harus segera dioperasi saat itu, kalau tidak, dapat menyebabkan koma, lumpuh, buta, bahkan meninggal, tapi Tuhan menjamah dengan menyediakan kemudahan segala sesuatunya dimulai dari Dokter (Prof.Padmo) yang kebetulan ada di Indonesia jadi bisa langsung dibedah (bongkar & lubangi batok kepala) dan disedot darahnya juga masalah dananya yang sangat besar bagi kemampuan kami.

    Lalu tahun 98 saya terserang lagi strook kedua (pecah pembuluh darah di otak lagi) di Bandung, tapi menurut Dokter tidak boleh dioprasi lagi karena tubuhnya masih lemah, sampai saat itu pun bahkan saya belum mampu berjalan maupun melihat karena darah diotak terus menekan syaraf-syaraf diotak.

    Dokter berkata kemungkinan serangan ketiga yaitu saat hamil atau melahirkan, tapi kami bawa dalam doa, walaupun saat itu juga saya terserang radang sendi karena terlalu banyak mengkonsumsi obat.tulang-tulang bengkok, kaku & sakit setiap pagi bangun dari tidur, harus ada proses peregangan. Saat 2 tahun setelah menikah dan melakukan segala pengobatan berkala dan terapi sampai dinyatakan sehat, kami diberi anugerah kehamilan. Itupun ternyata kami disarankan oleh Dokter-Dokter agar memikirkan kembali, karena terlalu beresiko bukan hanya pada saat melahirkan dioperasi Caesar, dibius tidak bangun lagi,jadi disarankan jangan bius total, tapi juga disaat masa 9 bulan hamil kemungkinan berbahaya( masalah tensi, dll), tapi kami percaya & berserah, bila Tuhan sudah mengijinkan saya hamil, kami imani artinya akan ada kekuatan lebih dalam menghadapi penyakit ini. Dokter tulang pun berkata khawatir tulang saya tidak mampu menopang berat tubuh yang bertambah saat hamil karena ada juga pengecilan otot di lutut saya.

    16 Agustus 07 menurut rencana kami akan sesar, semua keperluan pernak-pernik bayi, ranjang, sudah lengkap ditata semua, tinggal menunggu hari termasuk membooking Rumah sakit & perjanjian dengan para Dokter. Kami sangat antusias menyambut anggota keluarga baru kami yang mungil.

    Memang saat hamil, saya banyak kendala, karena bulan ke-3, shock selagi menyetir ditabrak lari angkot, tetap kerja&menyetir sampai bulan ke-8, bulan ke-4 masuk rumah sakit karena hyperemesis(tubuh menolak / tidak bisa menerima makanan&minuman),bulan ke-5 sedih yang mendalam karena kakek meninggal, bulan ke-6 masuk rumah sakit lagi karena demam berhari-hari &antibodi drop, dicurigai juga terkena virus Demam berdarah. bulan ke-7 ditinggal suami kerja ke Jkt sendirian dirumah 2bulan, bulan ke-8 saya khawatir, berat badan saya &bayi tidak kunjung naik / lambat, masih kurang walau diberi obat pembesaran bayi (tetapi bukannya berat badan naik malah turun selama kehamilan, turun 14 kg).

    4 Agustus tiba-tiba saya colaps, merasa pusing yang hebat, kejang& muntah terus, keluarga panik menduga inilah serangan strook ke-3. Saya didoakan suami, diberi air suci, dilarikan kerumah sakit bersalin yang terdekat dari rumah, tapi 5 Dokter menyatakan terlambat, ibu&bayi sudah meninggal, bahkan mereka sudah tanda tangan surat kematian & tidak melakukan apapun.

    Saat itu, Romo Tarpin datang memberi sakramen perminyakan agar kiranya kalaupun saya masih ada waktu kesempatan hidup didunia ini mohon saya dijamah disembuhkan, akan tetapi bila saya tidak selamat, maka mohon kiranya Tuhan melapangkan jalan supaya saya bisa berpulang dengan tenang. Suami saya terus menerus mendoakan saya. Tetapi ajaib, Setelah berjam kemudian saya dipindahkan ke ruangan biasa & dianggap sudah meninggal, ada sedikit reaksi, tapi walaupun diusahakan diinkubasi memakai ventilator,

    Dokter berkata sudah tidak mungkin dapat hidup kembali, kalau adapun harapan, kemungkinan hidupnya hanya 3% dan harus tersiksa hidup ditopang alat-alat sampai waktu yang tidak tentu dengan resiko terburuk meninggal juga akhirnya. Saat itu pula Tuhan mengirimkan perpanjangan TanganNya melalui salah satu saudara dari suami saya yang adalah seorang Dokter ahli anestesi, dan saat itu beliau dapat datang dan langsung melakukan pertolongan maksimal dengan memasang alat bantu pernafasan resusitasi / ventilator.

    Iman suami & pengharapan keluarga yang tegar membuat saya segera dilarikan ke ICU rumah sakit lain & diusahakan mempertahankan agar saya dapat hidup lagi dan dapat tertolong nyawanya. Saya koma berhari-hari, dan saat itupun ginjal saya mendadak tidak berfungsi sama sekali, obat-obat yang berupa cairan dialirkan melalui infus yang ditusuk di leher, tetapi cairan tidak keluar sama sekali sehingga tubuh saya terjadi pembengkakan. team Dokter-Dokter ahli ginjal berusaha menyaring racun dengan cara cuci darah terus menerus, terlebih Dokter kebingungan bagaimana cara mengeluarkan jenazah bayi kami karna itu semakin meracuni tubuh saya jika tidak segera dikeluarkan & membuat keadaan makin tak stabil. Tidak mungkin juga oprasi caesar karna sangat beresiko berbahaya(karena masih koma, dikhawatirkan malah membuat kesempatan untuk sadar jadi makin sulit).

    Saat itu juga virus demam berdarah menjadi positif, diduga gejala saat hamil dulu menjadi berkembang biak lagi. Tapi Tuhan ajaib, dengan mujizatnya yang heran dan permohonan doa suami & keluarga saya & karena begitu sayangnya anak kami kepada mamanya, tanggal 6 bayi kami lahir keluar sendiri utuh (tidak terpisah-pisah) tanpa harus operasi, penyedotan ataupun mengeden karna saya masih dalam keadaan koma, hal yang tidak bisa dijelaskan menurut ilmu kedokteran. Itulah juga yang membuat saya berangsur-angsur sadar dari koma, walau masih muntah darah & harus di kuret untuk mengeluarkan sisa plasenta & hidup bergantung dari selang-selang masih ditusuk ditubuh.

    Mujizat lainnya, menurut Dokter saya harus cuci darah 2x seminggu seumur hidup, tapi setelah menjalani 10x, ternyata racun berangsur membaik. Mujizat lain, Dokter khawatir kalaupun saya hidup akan ada kemunduran fisik seperti lumpuh, amnesia, bahkan jadi terbelakang mentalnya, tapi ternyata Tuhan memberi kesempatan hidup ke- 3 & mengembalikan saya secara utuh.

    Kekuatan doa dari suami, keluarga, dan teman-teman Choice(Mudika katolik kristen)& PP (Powered Personality)-Jkt sangat kuat, sampai sayapun bisa keluar Rumah sakit setelah 1 bulan kritis& lebih cepat dari perkiraan Dokter,bahkan selang cuci darah yang ditanam didekat jantung sudah diangkat dan tidak usah melakukan cuci darah lagi.

    Keanehan Saat koma di ICU, ada orang tua tak saya kenal berambut putih panjang, mukanya biru menyapa tiap hari &yang saya tahu saat itu namanya Santo Bartolomeus, yang ternyata adalah santo penjaga.(bila boleh dapat saya percaya, Tuhan mengirimnya untuk menjaga saya) Juga ada penglihatan kumpulan orang hitam berjubah hitam membawa tombak tajam seakan mengepung dan mau membunuh diruangan sempit, tapi datang 2 peri sebarkan kunang-kunang dan menolong saya sampai gerombolan itu lenyap(saya percaya bahwa itu malaikat kiriman Tuhan untuk menyelamatkan saya). Juga mimpi penglihatan anak lelaki yang bermain bola memakai baju persib, saya yakini itu hadiah penglihatan dari-Nya bahwa anak kami, Darren sudah sampai & sehat disurga.(itulah yang menjadi pegangan keyakinan saya ketika kadang sekarang saya tiba-tiba merindukan anak saya dan kembali bersedih, supaya kami jadi dikuatkan lagi).karena ternyata pada saat anak kami dimakamkan, baju persib kecil yang saya beli ketika usia kandungan 7 bulan disertakan pula didalam peti anak kami.

    Kami sadar kita tidak punya hak apapun didunia ini, jadi kami harus merelakan anak kami pulang duluan. Memang peristiwa ini sangat berat untuk kami, terutama untuk seumur saya. RencanaNya tak dapat kita mengerti, tapi saya percaya ini pasti bukan rancangan kecelakaan ( pengkotbah 3:11).

    Menurut team Dokter, saya disarankan tidak boleh hamil lagi karena terlalu beresiko mengingat umur, dan sampai kini tidak ada penjelasan medis tentang kematian, hidup kembali, dan kelahiran ajaib ini. Tuhan Maha Baik, walau saya berdosa& sering menyakitiNya, tanpa saya berdoapun (karna sedang koma) Ia sudah memberi jamahan yang terbaik.

    Ayat pegangan saya 1 Kor 10:13 semakin nyata dalam hidup kami (“Pencobaan yang Dia berikan tidak pernah melampaui kemampuan umatnya,dan disaat kita dicobai, Ia setia memberikan jalan keluarnya”).

    Bahkan setelah sekian lama Dokter&keluarga merahasiakan tentang kematian anak kami, saat saya diberi kenyataan bahwa anak saya meninggalpun saya diberi ketabahan extra untuk menerima. Saya harus tetap semangat menjaga supaya kesehatannya tidak drop lagi dan saya tidak mau menyia-yiakan kesempatan pinjaman hidup yang ke-3 ini yang Tuhan beri.

    Mungkin Tuhan masih mempunyai maksud belum mengambil saya dari dunia ini, kami percaya masih ada tugas yang belum saya lakukan, terlebih saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup ini sebelum saya benar-benar dipanggil meninggal nanti.

    Sekarang saya & suami sudah mulai bersaksi di gereja-gereja Katolik dan Kristen bertujuan untuk membagikan kabar baik bahwa Tuhan sangat sayang pada anakNya walaupun kita sering menyakitiNya, tetapi disaat kita memohon pertolonganNya, Dia pasti akan hadir mengulurkan tanganNya. Kami juga berkeliling berbagi pengalaman, berdoa ke Rumah Sakit atau rumah-rumah bagi saudara yang membutuhkan semangat didalam keadaan sakit agar kita saling menguatkan dan dapat jadi berkat.

    Saya bersyukur diselamatkan oleh iman suami dan penggenapannya oleh anak kami dengan caraNya lahir ajaib yang sangat membantu kesembuhan saya. Darren pahlawan kami. Sekarang saya masih dalam tahap pemulihan, tetapi sudah banyak kemajuan dalam hal kesehatan & relasi dalam kehidupan rumah tangga kami semakin erat dengan hikmah yang banyak kami dapat dari kejadian mujizat luar biasa ini. Tuhan mampu mengubah hidup seseorang semudah membalikkan telapak tangan, tetapi bukan hal yang mustahil bila Ia berkehendak menjamah anakNya. Dia peduli, Ia mengerti kita & tak akan meninggalkan kita. Kami sayang anak kami, tetapi Tuhan lebih sayang Darren & Tuhan tahu yang jalan yang terbaik. Walaupun Darren hanya hidup 9 bulan dalam rahim saya, tapi dia akan tetap hidup dalam hati kami selamanya…

    Salam damai dalam Kristus,

    Antonius Yan Wianto & Vincencia Veronica Yonathan

    Bandung


    Kesaksian dari kahono [kahana_2004@yahoo.com.sg], tanggal : 1/18/2008

    Mengenang Anne Satya Adhika

    Saat ini Anne Satya Adhika (12) mungkin sudah bisa melihat wajah Tuhan. Ia sudah memperoleh apa yang pernah dijanjikan oleh Tuhan Yesus yang datang dua kali dalam mimpinya. Dalam mimpi itu Tuhan Yesus berkata akan mengambil dua benda dari tubuhnya, namun Ia akan mengganti dengan sesuatu yang paling baik buat Anne. Yang paling baik bagi puteri pasangan Antonius Yosef Sri Kahono (43) dan Yohana Fransisca Emy Kusindriati (38) tiada lain adalah surga!

    Karena Anne dipanggil Tuhan pada 26 September 2007, setelah melewati pergulatan panjang dari operasi tumor 3 April 2007 berikut rangkaian enam kali kemoterapi. Anne Satya Adhika, terlahir 7 Juni 1995 dengan badan sehat dan gemuk. Anne yang penurut dan lugu, menurut ayahandanya adalah anak yang pendiam, namun anehnya Anne punya banyak teman. Walaupun terkesan pendiam, Anne pandai merangkai doa bahkan memimpin doa dengan rangkaian kata-kata yang dibuatnya sendiri. Kecintaan Anne untuk berdoa juga terbukti dengan rajinnya Anne ikut ibadat, doa rosario atau pun misa baik di paroki, maupun di rumah. Di kamar Anne yang bernuansa pink, tertempel doa Bapa Kami dalam bahasa Inggris, menunjukkan kecintaan Anne pada Tuhan dan keinginannya untuk belajar bahasa Inggris.

    Tingginya semangat belajar Anne dan keinginannya untuk mengetahui sudah terbukti dari prestasi belajar yang ia dapatkan dari sekolahnya di SD Kanisius Demangan Baru. Beberapa kali Anne mendapatkan ranking di sekolahnya, terutama ketika Anne belajar di kelas 1 sampai dengan 3. Di kelas 6, seperti anak-anak lain yang juga ingin mempersiapkan ujian, maka Anne mengikuti les-les supaya memperoleh nilai bagus dalam ujian dan bisa melanjutkan ke sekolah favorit. Menjelang ujian, tanpa ada gejala sakit sebelumnya tubuh Anne tampak mengurus namun perutnya agak besar.

    Setelah dicek di RS Panti Rapih ternyata ada tumor di bagian perut, terang Bapak Kahono. Kemudian waktu itu dokter menganjurkan supaya segera dilakukan operasi. Vonis tersebut membuat pak Kahono dan istri merasa panik dan stress. Disaat-saat suasana hati yang tidak enak, orangtua Anne mohon bantuan doa kepada sanak saudara dan tettangga, maka malamnya dirumah pak Kahono diadakan doa lintas agama untuk kekuatan dan kesembuhan Anne, pukul 18.00 doa dari beberapa warga yang beragama Islam, dan pukul 19.00 dilanjutkan doa dari warga yang beragama Katolik. Ada keinginan untuk mengikuti pengobatan alternatif. Namun, menurut dokter hal ini hanya akan memperparah kondisi pasien. Itu sebabnya tanpa memikirkan masalah biaya, mereka menyetujui operasi pengangkatan tumor Anne. Kami hanya ingin Anne sembuh. Namun, ternyata Tuhan mempunyai rencana lain untuk Anne dan kami sekeluarga. jelas Ibu Emy tabah. Ibunda Anne dan Gisela Sotya Gracia Diwyacita (3,5) ini ternyata masih harus berjuang untuk membujuk putri sulungnya agar mau dioperasi.

    Namun, ternyata hanya Tuhan Yesus sendiri yang bisa membujuk Anne. Malam sebelum dioperasi Anne bermimpi bertemu Tuhan. Katanya, dia melihat Tuhan Yesus menungguinya di ruang operasi dan memegangi tangan kanannya. Jadi, setelah mimpi itu dia pasrah saja dioperasi. ujar Ibu Emy. Mimpi itu adalah kali pertama Anne bertemu Tuhan Yesus. Sebelumnya, Anne belum pernah menceritakan perjumpaan dengan Tuhan. Namun, Anne sangat suka berdoa. Ia gemar berdoa rosario dan memimpin doa spontan. Bahkan setelah ia meninggal orang tuanya menemukan diari doa Anne yang dibuatnya sejak ia duduk di kelas 3 SD. Kami tidak tahu kalau Anne menulis berbagai doa mulai doa di hari ibu, hari pahlawan, sampai hari kelahiran Gisela. Dan baru menjelang saat-saat terakhirnya ia menulis doa untuk dirinya sendiri, tutur Bapak Kahono. Dalam doanya yang terakhir, Anne juga sempat memohon berkat agar kedua orang tuanya sehat dan mempunyai cukup rejeki untuk membiayai pengobatan di rumah sakit.

    Padahal saat itu tidak seorang pun yang memberitahu bahwa kedua orang tuanya kesulitan menutup biaya yang tidak sedikit. Dan untunglah sebagian biaya dibantu oleh perusahaan tempat Pak Kahono bekerja. Bantuan juga datang dari sanak saudara, juga dari teman-teman di milis yang bersimpati dengan Pak Kahono. Namun bantuan itupun belum bisa menutup seluruh biaya pengobatan yang luar biasa mahalnya. Maka atas kebaikan perusahaan tempat Pak Kahono bekerja meminjami uang untuk menutup biaya tersebut, sedangkan untuk pengembaliannya Pak Kahono harus rela dipotong gajinya setiap bulan, yang jumlahnya cukup besar. Saya tidak tahu berapa tahun potongan gaji itu akan selesai. kata Pak Kahono. Maka untuk menutup kebutuhan setiap bulannya yang selalu minus pak kahono harus berjuang mencari kerja dimalam hari diluar perusahaannya.

    Perjumpaan Anne dengan Tuhan Yesus dalam mimpi ternyata membawa mukjijat bagi kondisi fisik dan mentalnya. Secara mengejutkan, rekam jantung dan berbagai pemeriksaan sebelum operasi memungkinkan bagi terlaksananya operasi. Padahal dua hari sebelumnya, rekam jantung Anne sangat jelek. Begitu senangnya Anne berjumpa Tuhan sampai dia bisa menghibur sang ibu. Sebelum masuk kamar operasi, Anne sempat bilang pada saya: Ibu, wajahnya jangan begitu. Senyum to...da…da... kenang Ibu Emy.

    Operasi yang menyita waktu 3 jam 45 menit itupun seperti mukjizat, karena sebelumnya dokter sempat memberitahukan bahwa setelah operasi Anne pasti membutuhkan perawatan di ICU, namun hal ini tidak terjadi. Tuhan seakan menjawab doa Anne dan keinginan Anne. Sebelum operasi Anne sempat bilang kepada Ibunya, Ibu setelah operasi saya maunya kembali ke kamar ini. Dan memang benar, setelah operasi, Anne tidak memerlukan perawatan di ICU. Anne dikembalikan ke kamar perawatan semula dan dia kelihatan tegar, tidak merasa sakit. Pasca operasi dengan semangat hidup yang luar biasa, Anne ngotot ikut ujian kelulusan sekolah dasar. Waktu itu Anne tidak pernah belajar karena sakit dan masuk rumah sakit. Tapi, syukurlah Anne bisa lulus ujian kelulusan sekolah dasar dan diterima di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, kata Bapak Kahono.

    Anne pun tetap rajin menyalin pelajaran guna mengejar ketertinggalannya selama dia harus mengikuti kemoterapi. Saat-saat mendampingi kemoterapi Anne, Bapak Kahono dan Ibu Emy merasakan beban yang sangat berat. “Setiap bulan, kurang lebih 4 sampai 5 hari kami harus mendampingi Anne yang pasti merasakan sakit, pusing berat, mual, muntah, dan menggigil sampai tempat tidurnya bergoyang hebat. Setelah itu, di rumah kadang-kadang Anne susah minum obat.” Kata kedua orangtua Anne.

    Disaat-saat Anne menggigil karena efek dari kemoterapi ia selalu bilang pada ibunya, Bu...dingin banget, doakan Anne ya bu... Kenang ibu Emy sambil menangis. ia anak yang tabah, semangat dan selalu ingat pada Tuhan, saya bisa merasakannya betapa sakitnya orang menjalani kemoterapi, tetapi saya harus tabah dan kuat selama mendampingi anak saya . Di tengah beratnya pendampingan itu, keduanya tidak putus asa. Meski doa mereka agar sang anak tidak kesakitan paska kemoterapi tidak dikabulkan Tuhan, mereka terus berdoa agar Anne disembuhkan. Dengan kepercayaan penuh mereka membimbing Anne agar terus berpasrah dan berdoa. Bahkan Pak Kahono juga rajin berpuasa agar Anne segera sembuh dan Pak Kahono bisa sabar melayani Anne. Dari kemoterapi pertama sampai keempat, kondisi fisik Anne sangat bagus. Meski harus kesakitan setelah kemoterapi, ia bisa kembali beraktifitas dengan ceria. Bahkan setelah menjalani kemoterapi ia antusias untuk masuk sekolah, ia dengan semangat dan senang hati selalu ingin bersekolah berjumpa dan belajar bersama-sama dengan teman-temannya.

    Kali ini tantangan besar menanti keluarga Kahono karena kerontokan rambut Anne tidak bisa dicegah. Anne pun mengalami stres berat. Berbagai cara dilakukan oleh keluarganya agar rasa percaya diri Anne kembali. Mulai dari membeli wig sampai jalan-jalan untuk sekadar makan atau membeli pensil pun dilakoni keluarga ini agar Anne bisa merasa senang. Syukur kepada Allah karena dengan cepat Anne bisa menerima kenyataan ini, dia sempat stress selama 4 hari, selalu marah karena hampir setiap hari rambutnya lepas satu per satu. Kami hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar kami diberi kesabaran dan ketabahan, maka disaat-saat selesai doa malam atau disaat-saat kami makan bersama diluar secara pelan-pelan kami mencoba menjelaskan kepada Anne mengenai kerontokan rambutnya kata pak Kahono. Dan syukur kepada Allah sekali lagi Anne akhirnya mau mendengarkan dan mau menerima kenyataan ini .

    Setelah kemoterapi ketiga, Anne bermimpi ketemu Tuhan Yesus lagi. Pada sang ibu, Anne bercerita, Ibu, Tuhan datang lagi. Tuhan bilang Dia telah ambil salah satu organ tubuhku sebanyak dua buah. Tuhan bilang agar aku tidak khawatir, suatu saat akan diganti yang lebih baik, tetapi tidak dalam waktu dekat. Kemudian Tuhan bilang dengan bahasa lain yang tidak pernah aku mengerti. Tapi aku paham dengan apa maksud perkataan Tuhan padaku. Bu kira-kira apa ya organ yang diambil itu? Lewat pertemuan kedua ini, akhirnya Tuhan Yesus sendiri yang menunjukkan pada Anne apa yang terjadi dalam operasi itu. Mengingat tumor seberat 3,2 kg itu menempel pada kedua indung telurnya, dokter memutuskan untuk mengangkat indung telur Anne sekaligus. Pengangkatan kedua indung telur ini tidak disampaikan oleh keluarga pada Anne agar dia tidak stress.

    Rencananya baru akan disampaikan setelah dia dewasa karena dia tidak akan bisa punya anak. Namun, justru Tuhan sendiri yang memberitahukannya langsung pada Anne. Perjumpaan Anne yang kedua dengan Tuhan Yesus ini juga menimbulkan perubahan drastis pada dirinya. Menurut cerita keluarga dan para tetangga, setelah kemoterapi ketiga Anne tidak seperti dirinya lagi. Pada seorang anggota keluarganya dia berkata, Mbak, Anne minta maaf ya kalau ada salah. Sementara itu, pada kedua orang tuanya ia sering minta supaya para kerabat diundang makan-makan. Dengan undangan ini dia seakan berpamitan.

    Ketika itu Anne juga ingin sekali bertemu dengan emak Inge dan oma Maria, mereka berdua adalah sahabat orangtua Anne yang begitu baik memperhatikan Anne. Namun sayang keinginan itu tidak bisa terlaksana, Anne sangat senang sekali dengan pemberian boneka dari emak Inge dan emak Nancy juga rosario dari oma Maria, maka Anne sering memeluk boneka dan memakai rosario disaat-saat An

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/