• Seminar Pagi By Father Cantalamessa


    Ditulis pada tanggal : Tuesday, 27 October 2015, 07:23 AM

    Seminar Pagi By Father Cantalamessa

    Pesan bagi orang muda:

    1. Yesus mengasihi Anda. Dia menantikan hubungan yang pribadi dengan Anda. Dia akan memberikan arti kehidupan yang baru bagi Anda
    2. Setiap orang muda mempunyai kerinduan yang paling dalam dan paling umum, yaitu: kebahagiaan dan kesuksesan

     

    KEBAHAGIAAN

    St. Agustinus mengatakan bahwa kebahagiaan adalah ketika manusia melihat pada apa yang dia miliki untuk diberikan. Sementara banyak orang muda mencari kebahagiaan dengan mencoba narkoba dan seks bebas. Narkoba awalnya akan memberikan kesenangan tetapi kemudiaan akan menghancurkan. Seks bebas akan memberikan kesenangan yang diikuti dengan ketidakbahagiaan dan kesia-siaan. Dalam jangka waktu pendek, keduanya, pertama-tama akan memberikan kesenangan namun kemudiaan akan membawa penderitaan.

    Yesus membawa revolusi di bidang ini, Yesus menawarkan pilihan lain. Yaitu memilih penderitaan yang kemudian akan membawa kepada sukacita, sukacita yang tidak berkesudahan. Yesus memilih Salib untuk menunjukkan hal ini. Hanya ada satu hari sengsara Jumat Agung dalam kehidupanYesus tetapi Minggu Paskah menawarkan kebangkitan yang abadi.

    Si jahat, sebaliknya, menawarkan penyalahgunaan kesenangan. Dalam kampanye kegiatan Ateist di London, mereka memasang reklame di bus kota yang berbunyi demikian: “Allah mungkin tidak ada. Maka hentikanlah kekawatiranmu dan nikmatilah hidup”

    Bagian pertama “Allah mungkin tidak ada” tidak terlalu mengkhawatirkan, karena mereka menulis “mungkin”. Jadi mereka sendiripun tidak yakin apakah Tuhan itu ada atau tidak. Yang berbahaya adalah bagian kedua, “nikmatilah!” Hal ini mencoba mengatakan bahwa dalam Tuhan tidak ada sukacita.

    Yesus mengatakan bahwa pengorbanan artinya adalah memikul tanggung jawab untuk setia dalam kehidupan, dalam pernikahan dan lain-lain. Banyak orang salah mengartikan Salib menuju Kalvari berarti kegagalan. Namun sesungguhnya melalui Kalvari akan membawa kepada kehidupan, kepada sukacita. Kalvari hanyalah persinggahan menuju tujuan akhir.

    KESUKSESAN

    Kesuksesan dalam hidup Yesus adalah contoh yang sempurna.

    Menurut Blaise Pascal, filsuf Perancis, ada tiga level kesuksesan.

    1. Material: kekayaan, kekuasaan, keelokan dan kekuatan fisik. Ini level yang pertama. Kita tentu tidak mengabaikan ini.
    2. Kecerdasan: keahlian, kemampuan menulis, kemampuan seni. Ini level yang lebih tinggi dan mulia dari tingkat pertama
    3. Kekudusan: Yesus memberikan kita sebuah model. Kekudusan tidak bergantung pada kedua hal diatas. Kekudusan hanya bergantung pada kemauan kita, apakah kita mau menjadi orang yang baik atau buruk, menjadi orang kudus atau tidak kudus.

    Kekayaan, keelokan dan kekuatan termasuk dalam kategori pertama; keagungan jasmani yang dangkal. Di atas ini ada keagungan level kedua yang lebih tinggi. Yaitu keagungan kecerdasan, ilmu pengetahuan dan seni. Keagungan karya seni dari Michelangelo atau musik dari Bach atau kepandaian Albert Einstein – semua ini berada jauh di atas keagungan jasmani yang dangkal.

    Namun demikian, menurut Pascal ada bentuk keagungan ketiga – kekudusan (Dan ada perbedaan yang hampir tidak terbatas antara kategori kedua dan ketiga). Kenyataan bahwa seorang kudus adalah orang yang kuat atau lemah, kaya atau miskin, memiliki kecerdasan tinggi atau buta huruf, tidak menambah atau mengurangi kekudusannya, karena keagungan orang itu berada pada bidang lain yang jauh lebih unggul hampir tidak terbatas. Kategori ini terbuka bagi setiap dari kita untuk menjadi agung dalam kekudusan.Kabar gembiranya adalah bahwa Anda dapat berada pada tiga level sekaligus, tidak hanya pada satu level.

    Kekudusan terdiri dari apa saja? Hanya Allah yang kudus. Kekudusan Allah mewujud dalam diri Yesus. Artinya, bersekutulah dengan Yesus dalam Firman-Nya, dalam doa, melayani satu sama lain dan terutama iman akan Yesus. Karena melalui iman kita mengalami kekudusan Yesus.

    Orang muda; jagalah kemurnianmu, bersihkan dirimu dari budaya yang dirusak oleh seks. Ini bukan hal yang mudah, Tuhan sungguh mengerti, tapi Allah menuntut kita untuk berjuang. Jika gagal, datanglah ke sakramen. Jangan ikuti budaya dunia ini. Tunjukkan dengan cara inilah, Anda mencintai Allah. ***

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/