• ICCRS Leadership Training Course: Pembaruan Karismatik Katolik (Bag. 1)

    Bagian 1

    Pada sesi ini kita akan melihat apa itu Pembaruan Karismatik Katolik. Pembaruan Karismatik Katolik bukanlah suatu gerakan, seperti gerakan Gereja yang lain. Mengapa? Karena tidak ada pendiri duniawinya. Jadi tidak ada seorangpun yang dapat mengaku sebagai pendiri Karismatik Katolik.

    Memang ada orang yang pertama-tama bergerak di bidang itu, tapi tidak ada seorang manusia yang bisa dikatakan sebagai pendiri Karismatik. Saya kira yang mendirikan Karismatik Katolik itu adalah Roh Kudus sendiri. Karena itu saya katakan bahwa ini bukanlah suatu gerakan, seperti gerakan Gereja yang lain. Karena kita ini digerakkan oleh Roh.

    "Saya kira yang mendirikan Karismatik Katolik itu adalah Roh Kudus sendiri. Karena itu saya katakan bahwa ini bukanlah suatu gerakan, seperti gerakan Gereja yang lain. Karena kita ini digerakkan oleh Roh"

    Maka tidak ada satu organisasi struktural yang terpusat, yang ada adalah realitas karismatik yang tersebar dimana-mana. Ada yang berupa persekutuan doa, komunitas, ada yang berupa pelayanan, televisi, ada sekolah penginjilan dll. Jadi ada banyak sekali ungkapan Pembaruan Karismatik Katolik ini. Ini membawa kita  kepada suatu realitas yang sangat indah, tapi juga cair.

    Beberapa tahun terakhir ini kami berusaha mengumpulkan data statistik, tapi sulit sekali karena tidak semua orang bisa kami kontak. Dan ada banyak kegiatan lain yang kami tidak tahu. Pembaruan Karismatik Katolik ini bukanlah suatu gerakan seperti gerakan yang lain, karena tidak ada konstitusi atau aturan hidup menurut Karismatik. Gerakan-gerakan lain dalam Gereja biasanya dilengkapi dengan panduan pedoman hidup. Tapi di dalam Pembaruan Karismatik tidak ada panduan seperti itu, lebih spontan. Pembaruan Karismatik juga bukan suata devosi khusus dan bukan suatu gerakan devosi.

    Salah satu pertanyaan adalah, apakah spiritualitas karismatik itu? Saya kira setiap anda yang ada disini bisa menceritakan pengalaman anda. Tentang apa yang anda alami dalam Pembaruan Karismatik ini. Pengalaman Baptisan Roh Kudus dan bergerak dalam Roh Kudus, penggunaan karisma-karisma serta melakukan evangelisasi. Tetapi itu tidak bisa disebut sebagai spiritualitas karismatik.

    Dalam Gereja dikenal Spiritualitas Fransiskan, Siritualitas menurut Dominikan dst. Tetapi Pembaruan Karismatik itu adalah penghayatan hidup di dalam Roh Kudus, kepenuhannya dan segala sesuatu yang berasal dari kepenuhan Roh Kudus itu.

    Jadi Pembaruan Karismatik bukan suatu jaringan dari persekutuan doa atau komunitas, tetapi lebih besar dari semuanya itu. Kita tahu bahwa kita harus menghayati hidup ini bersama dengan saudara-saudara seiman kita, dan biasanya dalam satu persekutuan doa, satu komunitas, atau dalam satu kelompok doa. Tapi pembaruan, jauh dari itu, karena rahmat yang diberikan pada Pembaruan Karismatik mengubah Gereja dan dunia.

    Kita memang bertemu dan berkembang di dalam komunitas atau persekutuan doa kita. Tapi itu bukan tujuannya. Kita harus keluar dan melakukan misi. Jadi Pembaruan Karismatik bukan suatu kelompok atau komunitas yang anda ikut di dalamnya. Tapi sebetulnya suatu hidup yang anda hidupi dan hayati.

    "Kita memang bertemu dan berkembang di dalam komunitas atau persekutuan doa kita. Tapi itu bukan tujuannya. Kita harus keluar dan melakukan misi"

    Saya teringat bahwa dulu pernah mengajak seorang pemuda ikut berakhir pekan dalam satu pertemuan karismatik di rumah. Saya bisa katakan bahwa dia dilahirkan secara baru di dalam Pembaruan Karismatik. Dan dia jatuh cinta kepada Yesus pada masa remajanya dan sejak itu dia ikut aktif dalam Pembaruan Karismatik.

    Pada suatu malam, kami makan malam bersama. Dia senang bisa makan semeja dengan saya, karena dia bisa makan bersama-sama dengan pelopor Karismatik. Dan salah satu pelopor dari Amerika Serikat, Dorethy, bertanya kepada anak muda ini, kapan kamu bergabung dengan Karismatik? Lalu dia bilang bahwa dia tidak pernah ikut bergabung, lalu dia mengambil minum. Dan kemudian Dorethy bertanya, “Loh dia tidak bergabung dalam Karismatik?” Dan saya katakan ‘ya’ karena dia tidak mengerti dengan kata ‘bergabung’ itu.

    Ketika sejarah berkembang, kita mulai menggunakan bahasa yang berbeda untuk menjelaskan mengenai Pembaruan Karismatik. Paus Fransiskus banyak membantu dalam hal ini. Dalam pertemuan bersejarah, Juni 2014. Mengapa pertemuan itu dianggap bersejarah? Karena Paus Fransiskus adalah Paus yang pertama datang dalam pertemuan karismatik. Sebelumnya, kita yang datang bertemu dengan beberapa Paus di Vatikan, di Lapangan Santo Petrus dsb. 2 Juni 2014 di Olimpic Stadium, Paus Fransiskus yang datang.

    Ada 52.000 orang berkumpul dan ada sekurang-kurangnya dua orang dari Indonesia. Apa yang dikatakan Paus Fransiskus pada hari itu adalah merupakan suatu teks yang penting bagi kita dalam Pembaruan Karismatik. Mengapa? Karena itu adalah pidato pertama kepada Pembaruan Karismatik seluruh dunia. Dan karena pada waktu itu juga, identitas kita menjadi sangat jelas. Diberitahukan juga apa yang menjadi harapan Paus.

    Pada saat itu Paus dengan jelas mendefinisikan Pembaruan Karismatik. Dan dia mengatakan inilah definisimu dan apa yang dikatakannya itu berdasarkan pemikiran dari Kardinal Suenens. Beliau adalah Uskup Belgia yang juga peserta dari Konsili Vatikan II. Dengan berakar dari Konsili Vatikan II, Paus Fransiskus mendefinisikan Pembaruan Karismatik sebagai “current of grace”, aliran rahmat. Ini suatu terjemahan dari Bahasa Italy, yaitu aliran rahmat atau arus rahmat.

    "Paus Fransiskus mendefinisikan Pembaruan Karismatik sebagai “current of grace”, aliran rahmat. Ini suatu terjemahan dari Bahasa Italy, yaitu aliran rahmat atau arus rahmat"

    Arus bisa dipadankan dengan arus listrik. Bagaimana listrik itu mengalir melalui kabel-kabel. Jadi Pembaruan Karismatik itu seperti listrik yang mengalir melalui kabel-kabel dan kita adalah kabelnya. Jadi arus rahmat ini seperti arus air atau aliran air. Air itu mengalir kadang-kadang arusnya deras, tapi kadang-kadang juga tidak deras. Jadi kalau kita adalah arus rahmat atau aliran rahmat, kita bisa melihat satu saat Roh itu bekerja. Kadang-kadang arus Roh itu bekerja begitu cepat, ada saat-saat Roh itu melakukan hal-hal tertentu. Itu semua adalah bagian dari aliran rahmat dari Bapa, Putera, dan terus kepada dunia.

    Dan satu hal yang bisa kita lihat dengan jelas, tentang aliran rahmat ini, tidak ada yang bisa mengaku dia memiliki hal itu. Jadi itu adalah aliran rahmat dari Allah. Itu adalah aliran yang gratis dan cuma-cuma. Karena ini adalah aliran rahmat, kita tidak bisa mengendalikan. Bahkan Paus Fransiskus berkali-kali mengatakan supaya jangan mengendalikan Roh Kudus.

    Jadi tanggung jawab kita hanyalah memastikan bahwa diri kita ada di dalam aliran rahmat itu.  Kita menenggelamkan diri di dalam kepenuhan hidup di dalam Roh. Terutama sebagai seorang pemimpin kita harus dapat membeda-bedakan apa yang harus dilakukan oleh Roh sekarang ini. Jadi dengan mampu mengenali apa yang dikerjakan Roh, maka kita bisa bergerak dimana Roh itu bergerak.

    Mari kita lihat Kitab Suci. Dalam Kisah Para Rasul Bab 1, Yesus yang sudah bangkit menyuruh Para Murid tinggal di situ menantikan (menunggu) janji Bapa. Kalau anda menunggu, anda melakukan apa? Dalam hal tertentu bisa dikatakan bahwa menunggu itu pasif. Misalnya saya berdiri disini menunggu Jim. Saya hanya berdiri dan menunggu, tidak sibuk melakukan banyak hal.

    Jadi pada waktu itu, Para Murid itu pasif menungu? Kadang kita pasif menunggu dan mengantuk. Jadi kalau saya menunggu Jim dengan pasif, menunggu dan tertidur. Masalahnya apa? Saya tidak tahu Jim sudah datang atau bahkan sudah pergi lagi. Jadi Para Murid itu tidak menunggu dengan pasif, tapi mereka menanti-nantikan apa yang sudah dijanjikan oleh Bapa.

    Jadi apa yang dikatakan di Kis 1:4 itu adalah suatu panggilan. Panggilan untuk menanti-nantikan datangnya momen atau saat Roh. Kita baca juga disitu bahwa mereka bersama-sama dan selalu berdoa. Itu adalah suatu tanggapan lain terhadap Roh. Jadi menunggu sambil menanti-nantikan, sambil bertekun didalam doa. Kalau anda menunggu saja, berbeda dengan menanti-nantikan dengan bersemangat sambil berdoa.

    Ketika Pentakosta dan Roh Kudus datang, apa yang mereka lakukan? Mereka langsung melakukan pewartaan. Dan itu adalah saatnya anda bergerak bersama Roh Kudus. Saya menggunakan hal tersebut untuk mendorong anda. Karena definisi kita adalah menjadi bagian dalam aliran rahmat tersebut. Kita harus mengenali, kita harus mengenali sungguh-sungguh, kita harus tahu situasi global atau lokal.

    Ini ada satu musim Roh Kudus dan kita bergerak menuju ulang tahun kelimapuluh. Mungkin Roh juga bekerja di Indonesia secara khusus atau dalam persekutuan doa anda sendiri. Karena itu, kita sebagai pemimpin harus secara bijaksana mengikuti aliran Roh Kudus ini. Karena kita bagian dari aliran rahmat itu.

    Dalam aliran rahmat ada berbagai hal yang berkumpul disitu; orang, kelompok atau persekutuan doa dengan tingkat perkembangannya yang berbeda-beda. Tapi benang merah atau kesamaannya adalah pengalaman Baptisan Roh Kudus.

    Kepemimpinan dalam Pembaruan Karismatik Katolik selalu berdasarkan pelayanan. Karena tidak ada manusia pendirinya, maka kita melayani Tuhan sendiri. Struktur kita menjadi lebih fleksibel dan tidak terlalu teratur atau terperinci. Dan karena kita Pembaharuan Karismatik Katolik, selalu berada dibawah naungan uskup setempat. Itu sangat penting. Atau dinegara-negara tertentu, dibawah Koferensi Wali Gereja atau Para Uskup.

    Jadi pada dasarnya kita itu ada dibawah wewenang Gereja. Saat-saat seperti kemarin (audiensi dengan Uskup Bogor) adalah saat-saat yang penting bagi kita. Jika acara kemarin tidak ada, maka kami perwakilan dari luar negeri atau asing akan bertemu dengan Bapa Uskup. Satu hal pertama yang saya katakan kepada Koordinator LTC ini adalah meminta ijin kepada Uskup. Ini sangatlah penting.

    Saya bisa katakan, kemarin kita bertemu dengan Uskup yang sangat luar biasa. Jim dan saya hanya bisa bertemu beberapa menit dengan beliau untuk berbincang-bincang. Tapi beliau sangat memahami Pembaruan Karismatik ini dan wewenang pastoralnya, “Praise the Lord.” ***

     

     

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/