• ICCRS Leadership Training Course: Kepemimpinan Bag. 3 (Terakhir)

    Mengajak Orang Lain Untuk Ikut Melayani

    Oleh: Michelle Moran

    BAGAIMANA cara kita mengajak orang lain untuk ikut melayani di dalam Pembaruan Karismatik Katolik? Di beberapa bagian dunia, gerakan PKK ini sudah terbilang kuno karena orang-orang yang mulai di tahun 1967 kini sudah tua. Kalau kita tidak mewariskan jubah kepemimpinan dan memberdayakan orang lain untuk ikut melayani, sebuah persekutuan doa hanya akan diam di tempat. Orang-orang tidak bisa lagi berkarya, umat yang datang ke PD hanya sebagai penerima. Memang baik kalau kita menerima sesuatu, tetapi sebagai murid seharusnya kita bisa membagikan lagi apa yang telah kita terima. Jadi idealnya, kalau seseorang sudah mengikuti SHDR, maka orang ini perlu diberi kesempatan untuk tumbuh dalam Roh agar bisa belajar dalam Roh. Dia harus bertumbuh dengan diberikan sedikit tanggung jawab.

    Statistik menunjukan bahwa orang-orang yang telah mengikuti SHDR dan tidak diberi sedikit tugas atau tanggung jawab, maka orang tersebut akan ‘pergi’. Penelitian juga menyebutkan bahwa seseorang yang baru dibaptis menjadi Katolik memerlukan waktu untuk benar-benar dapat diterima. Jika para baptisan baru tidak dilibatkan dalam suatu pelayanan di paroki, kemungkinan besar mereka akan mudah menjauh dari Gereja. Ini menandakan bahwa anda dan saya harus benar-benar kreatif memikirkan ide untuk melakukan suatu pengembangan. Jika kita berfikir tentang ekspansi, artinya kita harus menciptakan banyak pemimpin baru.

    Tuhan meminta kita untuk menghasilkan buah. Jika kita ingin menghasilkan buah, kita harus berfikir tentang ekspansi, dan untuk dapat melakukan itu kita harus punya visi. “Bila tidak ada wahyu, menjadi liarlah rakyat. Berbahagialahorang yang berpegang pada hukum.” Amsal 29:18Kita harus memiliki orang-orang yang punya visi jauh ke depan dan mau terbuka untuk hal-hal baru yang ingin dilakukan oleh Roh Kudus. Kadang-kadang di dalam sebuah PD, doa syafaat menjadi sekumpulan daftar doa yang akan didoakan saat PD.

    Tapi saat ini, Allah mengarahkan kita ke arah doa syafaat yang lebih profetis. Dalam hal-hal ini, Roh ingin kita memperlebar pandangan kita, Roh ingin kita menjadi seseorang yang melakukan ekspansi. Tentunya untuk hal ini kita memerlukan lebih banyak pemimpin. Siapa yang mau kita bina atau investasikan untuk menjadi pemimpin berikutnya di dalam PKK? Kalau saat ini anda tidak memiliki orang itu, maka berdoalah agar anda memilikinya. Hal ini berlaku untuk semua generasi, bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk membina orang lain.

    Musa membina Yoshua. Diakhir Kitab Ulangan, dikatakan bahwa Musa wafat dan sudah saatnya bagi Yoshua untuk bergerak. Saya rasa kita perlu lebih banyak orang yang mau ‘mati’ bagi diri sendiri supaya dapat memberikan kesempatan bagi orang lain untuk bangkit. Terkadang kita harus mau menyingkir. Mungkin saja kita jatuh sakit sehingga kita tidak mampu melanjutkan pelayanan dan tidak ada pilihan lain selain membiarkan orang lain untuk melanjutkan kepemimpinan kita. Sepuluh tahunyang lalu saya harus meninggalkan komunitas yang saya dirikan dan saat ini sudah berusia 30 tahun. Selama 10 tahun belakangan, tugas dan tanggung jawab saya di ICCRS membuat saya tidak dapat melakukan tugas-tugas kepemimpinan di komunitas lagi. Saya harus mundur dan memberdayakan mereka yang saat ini mampu meneruskan kepemimpinan.

    Dibeberapa bagian dunia, jika seorang pemimpin telah selesai masa jabatannya, kebanyakan dari mereka akan pergi meninggalkan PKK karena mereka merasa tidak punya tempat lagi di dalam PKK. Suatu ketika saya datang ke sebuah PD dan bertanya kepada mereka, kemana ketua sebelumnya? Dan mereka biasanya mengatakan, “Dia sudah jarang datang”. Saya tidak dapat memahami hal itu, karena dalam Kitab Suci, kita tidak mengenal istilah pensiun.

    Jadi, hal apa yang dapat kita lakukan kepada pemimpin senior ini agar kebijaksanaan dan pengalaman mereka tetap menjadi milik kita, namun kita tetap dapat bergerak dengan cara baru dan mengikuti Roh. Kita kelihangan banyak hal rohani karena kita kehilangan orang-orang yang punya pengalaman. Anda memang mendapatkan orang-orang baru yang sangat terampil, namun belum tentu mereka memahami sejarah atau identitas sebuah PKK, lalu mereka mulai menjalankan PD seperti gaya bisnis. Anda dapat menggunakan ketrampilan yang ada pada orang-orang baru, tetapi PKK bukanlah bisnis. PKK adalah ‘bisnis Tuhan’ dan Tuhan kita adalah seorang CEO yang unik sehingga pendekatannya harus berbeda-beda.

    Yesus di dalam masa pelayanannya yang pendek, menggunakan sebagian besar waktu-Nya untuk melakukan discerment, memilih, memanggil, menunjuk, mengurapi dan men-training ke-12 muridnya. Dia berkotbah kepada begitu banyak orang, namun dia hanya men-training 12 orang itu. Di akhir waktu-Nya di dunia ini, dalam Matius 28 ketika Yesus bertemu dengan para murid-Nya digunung untuk memberi mereka Amanat Agung (pada saat itu tinggal 11 murid Yesus), beberapa dari antara 11 murid merasa ragu dan takut. Misi Yesus ini sebetulnya sangat rapuh, namun ketika Allah turut bekerja maka hal apapun pasti berhasil. Jadi saya ingin mengajak anda untuk berfikir tentang memberdayakan orang lain agar mereka dapat mengambil tempat di dalam Tubuh Kristus, menjadi penerima dan pemberi. Semua ini harus dilakukan dengan cara dan waktu yang tepat.

     

    Orang-orang sering terburu-buru menyambut pendatang baru yang bertalenta di dalam PKK, walaupun sebenarnya orang-orang tersebut belum siap untuk melayani di dalam suatu PD. Kapan seseorang siap untuk melayani? Di dalam Kitab Suci, ada sebuah peringatan yang berbunyi, “Jangan terlalu cepat memasukan orang, karena mungkin mereka akan menjadi sombong dan menimbulkan masalah.” Surat Paulus kepada Titus dan Timotius adalah menyuruh mereka untuk berhati-hati tentang siapa yang akan mereka ajak untuk melakukan sebuah pelayanan. Namun kita juga tidak boleh melupakan bahaya yang lebih besar di dalam PKK, kadang-kadang standar yang diberikan untuk dapat melayani, terlalu tinggi. Sehingga tidak ada yang dapat memenuhi standar tersebut kecuali sang pemimpin PD.

    Kita memang harus membawa orang baru untuk sebuah pelayanan, kita dapat memberikan mereka tugas-tugas mulai dari hal kecil, kita ikut bersama mereka melakukan pekerjaan itu, dan ketika orang tersebut dapat bertanggung jawab terhadap suatu tugas pelayanan yang diberikan, kita bisa memberikan tugas lain, kemudian tambah lagi, tambah lagi, sampai menjadi tugas yang lebih besar. Ini adalah suatu proses yang memang perlahan dan harus terus kita bimbing.

     

    Lantas bagaimana kita bisa membina orang-orang baru? Pemberdayaan. Bekerja bersama mereka, tidak bisa hanya menyuruh “hai kamu jadi usher ya...” Tetapi juga membimbing. Ketika anda memberdayakan orang lain, anda juga harus berinvestasi kedalam orang itu. Seorang trainer yang baik juga membuka diri untuk hal-hal baru, kita tidak bisa hanya berkata, “Saya hanya mau melatih untuk bagian ini, saya tidak mau membina bagian yang ini.” Jika demikian, kita hanya akan mempersempit bidang tersebut. Seharusnya kita dapat berkata seperti ini, “Kita harus melakukannya seperti ini, namun jika kalian memiliki ide lainnya, saya terbuka untuk mendengarkan.”

    Saya memiliki beberapa kaum muda di dalam komunitas PD saya. Ketika saya melihat mereka, saya merasa bahwa diri saya kuno. Anak-anak muda ini memiliki lebih banyak ide-ide bagus untuk melakukan hal yang biasa saya lakukan, tetapi tentu saya tetap harus mengawasi mereka. Saya terbuka akan ide-ide baru, misalnya dalam suatu PD susunan kursi diletakan sedemikian rupa, tapi mungkin ada anggota-anggota lain yang memiliki ide baru. Seorang trainer haruslah fleksibel, terbuka pada ide dan cara baru.

     

    Hal-hal yang harus diperhatikan ketika kita memberdayakan orang lain:

    1. Orang-orang harus mengerti apa peran dan fungsi mereka

    Salah satu hal yang dulu sering saya lakukan sebelum saya keliling dunia, saya sering mengunjungi kelompok dari seksi-seksi tertentu dan saya melihat bagaimana cara mereka bekerja dan memberi saran. Saya perhatikan, ketika ada orang asing datang dan mengawasi kelompok-kelompok ini, orang-orang yang diawasi akan merasa takut, tidak nyaman, dan menjauh. Saya pernah bertanya kepada mereka mengenai apa yang mereka kerjakan, namun seringkali mereka menjawab tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saya bertanya, mengapa? Bukankah segala sesuatu sudah dijelaskan, dimana letak masalahnya?

    Yang menjadi persoalan adalah masalah komunikasi. Seorang pemimpin yang baik, harus membuat semua orang mengerti apa tugas dan peran mereka, serta memastikan apakah mereka benar-benar sudah memahaminya. Jadi saat anda memberikan suatu instruksi, pastikan anggota tim anda sudah memahaminya.

     2. Orang-orang perlu ditraining dengan baik dan didukung

    Saat kita mentraining dan memberdayakan orang lain, mereka akan merasa didukung. Yang terpenting adalah orang-orang baru dapat merasakan kalau kita berjalan bersama mereka, dan kita tertarik pada mereka.

    3. Mereka juga harus merasa diberi pengakuan dan penghargaan atas usaha mereka

    Suatu hari saya menghadiri sebuah pertemuan bersama seorang Uskup. Saat itu Bapa Uskup yang akan memimpin misa penutupan tersesat dijalan dan menyebabkan ia terlambat. Ketika beliau tiba, MC langsung memintanya untuk memberikan kesan dan pesan. Saat itu Bapa Uskup kebingungan, beliau baru saja tiba, dan tidak tahu apa yang harus disampaikan.

    Saya berkata kepadanya, “Katakan saja bahwa Bapa Uskup sangat senang berada di sini, dan sangat berterimakasih atas apa yang sudah orang-orang ditempat ini lakukan untuk Gereja.” Kemudian beliau naik ke atas panggung dan mengatakan seperti apa yang saya sampaikan tadi. Saya melihat orang-orang tersebut sangat senang saat Bapa Uskup menyampaikan apresiasinya.

     

    Kunci untuk memberdayakan bagi para pemimpin:

    1. Memimpin dengan visi, bukan tradisi

    Maksudnya adalah terbuka untuk hal-hal dan ide-ide baru, tapi jangan sampai melupakan pengalaman-pengalaman masa lalu.

    2. Jadilah seseorang yang bisa mengaktifkan dan bukan seorang pengendali

    Kalau anda sudah lama bergabung dengan gerakan PKK, anda akan memiliki banyak pengalaman. Ketika seseorang mengemukakan idenya, kita sering sekali berkata, “Ooo, kami sudah pernah mencobanya namun ternyata tidak berjalan seperti apa yang diharapkan.” Orang yang mengeluarkan ide tersebut akan langsung merasa down dengan jawaban anda.

    Kita harus hati-hati menggunakan komentar seperti itu, jangan sampai kita kehilangan kebijaksanaan karena pengalaman masa lalu. Jawaban yang bisa kita berikan contohnya bisa seperti ini, “Ooo, kami pernah mencoba hal ini, mungkin yang pernah memiliki pengalaman seperti ini bisa sharingkan, apa yang dulu terjadi?” Kita memancing orang lain untuk men-sharingkan pengalamannya. Anda tidak hanya menilai ide itu dari pengalaman masa lalu tapi juga konteks masa kini, mungkin saja ide tersebut gagal karena dulu waktunya tidak tepat, tapi ketika dijalankan sekarang, ide tersebut akan berhasil.

    3. Jadilah mentor, bukan seorang ahli

    Kita ingin orang belajar dari kita, tetapi mungkin mereka bisa melakukannya dengan lebih baik. Berikanlah ruang agar orang-orang ini bisa bertumbuh. Ketika saya membina orang baru, saya tidak ingin mereka menjadi Michelle-michelle yang baru, tapi saya ingin membina pemimpin baru yang Tuhan kehendaki.

    4. Harus bisa menjadi penghubung bagi mereka, bukan menimbun mereka.

    Kita bisa merekomendasikan hal-hal baru kepada orang baru yang kita bina, membawa mereka ke tempat dimana mereka bisa belajar hal baruKadang kita tergoda untuk mencoba banyak hal supaya kita tetap memegang sebuah kekuasaan.Tapi sebetulnya kita harus memberi kesempatan bagi orang-orang baru ini untuk mencoba atau melakukan sesuatu. Kita tidak  boleh menimbun orang-orang baru ini, tapi kita harus mengembangkan mereka dan  membagikan mereka untuk Kerajaan Allah.

    Saya harap andabisa menggunakan secara penuh karunia anda didalam Tuhan untuk menciptakan orang-orang baru.

     

     

    Sesi Tanya Jawab:

     

    Berapa banyak apreasiasi yang bisa kita berikan untuk seseorang? Pemimpin saya berkata bahwa orang itu bisa menjadi sombong jika kita terlalu sering mengapresiasinya.

    Jawab:

    Saya rasa kita harus memberikan afirmasi yang dilakukan dengan tulus, dan bukanlah menyanjung untuk memanipulasi mereka. Jika orang tersebut menjadi sombong dengan apresiasi yang kita berikan maka itu adalah masalah mereka. Seandainya kita memiliki kesempatan untuk menghargai apa yang telah dilakukan oleh saudara kita, maka lakukanlah itu.

     

    Apakah ada konsep-konsep kebangkitan dari sebuah kelompok doa?

    Jawab:

    Persekutuan Doa dimulai pada tahun 1960-an, dan pola dari sebuah persekutuan didasarkan pada apa yang dilakukan tahun itu. Namun sekarang kita tidak sedang berada ditahun 1967, maka kita janganlah menjadi budak sejarah. Tetapi, jangan sampai juga kita kehilangan hal-hal baik yang ada dalam sejarah kita. 

    Di beberapa bagian dunia, jumlah umat PD menurun, penyebabnya bisa banyak, mungkin karena kepemimpinan yang salah, mungkin karena kurangnya visi, atau mungkin karena orang-orang modern sekarang ini sulit untuk hadir di dalam pertemuan doa mingguan dibanding puluhan tahun lalu.

    Jadi, kita harus lihat situasi saat ini, keadaan umat kita, dan kita harus menyesuaikan hal ini. Seandainya PD anda isinya orang-orang lansia, mungkin lebih cocok kalau PD-nya di siang hari meskipun sejarah PD anda di malam hari. Jika umat di PD anda sulit untuk datang setiap minggu, mungkin anda perlu membuat PD-nya menjadi setiap 2 minggu. Hal-hal semacam ini harus anda doakan dan discerment dalam situasi anda saat ini.

     

    Apakah ada waktu minimum bagi seseorang sehingga mereka siap menjadi pemimpin dalam PKK? Bisakah jelaskan tentang masa jabatan...

    Jawab:

    PKK ini adalah gerakan Roh, dan kita tidak memiliki UUD atau sebuah aturan. Kita juga tidak bisaberkata, “Orang ini harus bergabung dulu selama dua tahun sebelum ia boleh begini dan begitu...” PKK tidak memiliki struktur semacam itu, disinilah kita memerlukan pemimpin-pemimpin yang sangat bijak. Kita sendiri yang memang harus memutuskan apa yang paling cocok untuk PD kita.

    Seseorang memang harus sesegera mungkin diajak untuk melayani, tapi ada beberapa orang juga yang memang tidak terpanggil menjadi pemimpin, tapi terpanggil hanya untuk melayani di PD nya. Menjadi pemimpin bukanlah suatu tujuan, melainkan untuk melayani adalah tujuan kita. Charles White menghadiri pertemuan ICCRS yang kedua, dan dia langsung dipilih menjadi President ICCRS. Memang kita perlu punya panduan pastoral, tetapi juga jangan membatasi karya Roh.

    Mengenai masa jabatan, kita memerlukannya. Bapa Paus dengan sangat tegas berkata bahwa tidak boleh ada yang menduduki suatu jabatan selama seumur hidup. Saya rasa kalau kita sudah menduduki suatu jabatan terlalu lama, penting bagi kita untuk pindah ke jabatan lain. Semakin lama anda menduduki jabatan itu, semakin sulit anda berubah. Jadi, kita memang perlu memiliki masa jabatan di dalam PKK.

    Masa jabatan harus cukup panjang untuk menjaga kestabilan dan keberlanjutan. Di beberapa negara, masa jabatan berlangsung selama 3 tahun, namun bagi saya tiga tahun terlalu pendek, kalau 3 tahun semua akan cepat berubah dan nantinya menjadi tidak stabil. Tidak juga terlalu lama, tidak baik juga orang tua yang sama menduduki jabatan sama untuk waktu yang sangat lama.

     

    Bagaimana kita membedakan kata-kata nubuat yang dikatakan seseorang itu berasal dari Tuhan dan nubuat yang berasal dari manusia? Mungkinkan saat seseorang sedang berdoa dalam bahasa Roh, mereka tidak sedang memuji Tuhan. Jika ya, apa yang harus kita lakukan?

    Jawab:

    Bagaimana kita tahu bahwa nubuat itu benar-benar berasal dari Tuhan? Bagaimana membedakan karunia seperti bahasa lidah atau nubuat yang benar dan yang palsu? Semua pertanyaan ini berhubungan dengan discernment. Jadi kita harus bisa melakukan discernment terhadap fenomena spiritual.

    Disini saya tidak dapat menjelaskan terlalu dalam, tetapi ada beberapa prinsip. Semua itu sumbernya ada tiga; bisa dari Allah, bisa dari setan, bisa dari manusia. Kebanyakan dari fenomena ini bukan dari setan, terkadang dari manusia. Memang sulit membedakan apakah ini dari Roh Kudus atau hanya buatan kita saja.

    St. Paulus mengatakan bahwa nubuatan kita ini tidaklah sempurna. Mungkin saja saat kita mengawali perjalanan rohani, kita menjadi sangat antusias dan terlalu bersemangat, lalu kita ucapkan kata-kata nubuatan. Yang terjadi, Roh Kudus memang ada dan menggerakan anda untuk melakukan ini, tapi seringkali kemanusiaan kita juga turut berperan. Kita tidak bisa mengatakan hal ini murni dari Tuhan, dari Roh Kudus, atau murni dari manusia.

    Tuhan bekerja dalam ketidaksempurnaan manusia. Saat seseorang mengucapkan nubuatan, bagian pertama yang diucapkan memang terasa sangat diurapi. Lalu orang ini merasa karena sudah diurapi, maka ia harus terus bicara. Saat itu Roh berhenti, tetapi manusia masih berbicara. Hal ini tidak membuat kita menjadi jahat karena kita hanya manusia, jadi sebagian besar yang kita lakukan tidak murni dari Roh Kudus, tetapi Roh Kuduslah yang bekerja lewat kemanusiaan kita.

    Kalau anda dengan Tulus hati mau mengikuti Tuhan, walaupun tidak sempurna, teruslah dengan rendah hati memberikan yang terbaik bagi Tuhan, maka Ia yang akan menyempurnakannya.

     

    Apakah boleh menggunakan lagu mengenai Maria sebagai lagu penutup setelah PD? Dalam kelompok doa kami ada seorang wanita yang selalu menggunakanRosario ditangannya baik saat PW atau saat mendoakan orang. Lalu, bagaimana kita bisa mengoreksi seseorang yang mencampur adukkan Rosario dan Persekutuan Doa?

    Jawab:

    Kelompok Doa Karismatik adalah sebuah kelompok karismatik, ini bukan kelompok Rosario, bukan kelompok Novena Hati Kudus, ataupun kelompok Padre Pio. Semuanya hal itu baik, namun perlu kita ingat bahwa kelompok kita adalah kelompok PKK. Lantas, apakah kita boleh menggunakan lagu-lagu Maria diakhir PD? Saya rasa tidak ada masalah. Hal itu baik untuk dilakukan namun bukanlah suatu yang wajib. Kalau PDisinya bukan hanya orang-orang Katolik, mungkin saya tidak akan menyanyikan lagu tentang Bunda Maria. Di negara saya ada PD yang oikumene, sebaiknya jangan diakhiri dengan lagu Maria.

    Mengenai seseorang yang selalu menggunakan Rosario, dia tidaklah melakukan sesuatu yang jahat, mungkin saja itu adalah devosi pribadinya dan itu bukan gaya anda. Pertanyaan mengenai mencampur adukan Rosario dan PD, itu tergantung pada bagaimana hal itu biasa anda lakukan. Menjadi kurang tepat adalah ketika kita sudah melakukan Praise and Worship selama 20 menit, kemudian tiba-tiba ada yang mengajak berdoa Rosario. Akan menjadi lebih baik jika tim doa anda sudah mendoakan doa Rosario sebelum PD dimulai. Jangan menggabungkan, karena akan membuat umat menjadi bingung dengan gaya doa kelompok anda. ***

     

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/