• Pope Francis


    Ditulis pada tanggal : Wednesday, 30 September 2015, 05:07 AM

    Tidak ada keluarga yang sempurna. Orang tua kita tidak sempurna, kita pun tidak sempurna, kita tidak menikah dengan orang yang sempurna, dan kita juga tidak memiliki anak yang sempurna.

    Kita mengeluh satu sama lain. Satu sama lain saling mengecewakan. Oleh karena itu, tidak ada pernikahan atau keluarga yang sehat tanpa belajar mengampuni.

    Pengampunan sangat penting bagi kesehatan emosional dan kelangsungan hidup rohani. Tanpa pengampunan keluarga akan menjadi panggung pertengkaran dan benteng keluhan. Tanpa pengampunan keluarga akan menjadi sakit.

    Pengampunan adalah pemurnian jiwa, penjernihan pikiran dan pemerdekaan hati.

    Siapa pun  yang tidak mampu mengampuni tidak akan memiliki kedamaian jiwa dan persekutuan dengan Allah. Luka batin (karena tidak mengampuni) adalah racun yang meracuni dan membunuh. Mempertahankan luka batin adalah tindakan merusak diri sendiri. Ini adalah Autofagi (Dalam bidang biologi selautofagi adalah suatu proses katabolisme berupa pemecahan komponen sel melalui lisosom).

    Mereka yang tidak memaafkan akan melemah secara fisik, emosional dan rohani. Itulah sebabnya keluarga haruslah menjadi tempat kehidupan bukan kematian; sebuah kantong kesembuhan bukan penyakit; sebuah panggung pengampunan dan bukan rasa bersalah. 

    Pengampunan membawa sukacita sedangkan kesedihan menghasilkan luka batin. Pengampunan membawa kesembuhan sedangkan luka batin menyebabkan sakit penyakit.

     

    Pope Francis: “No one can grow if he does not accept his smallness.”

    “Tak seorangpun dapat bertumbuh jika ia tidak dapat menerima kelemahannya.”

    Pope Francis: "Jesus teaches us another way: Go out. Go out and share your testimony, go out and interact with your brothers, go out and share, go out and ask. Become the Word in body as well as spirit"

    Yesus mengajarkan kita cara yang lain. Pergilah. Pergi dan bagikan kesaksianmu, pergi dan berinteraksi dengan saudara-saudaramu, pergi dan berbagi, pergi dan bertanya. Jadikan Firman di dalam tubuh dan juga di dalam jiwa.”

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/