• Renungan Harian - Minggu, 17 Desember 2017


    Ditulis pada tanggal : Friday, 15 December 2017, 03:06 AM

    Renungan Harian 2017

    Minggu, 17 Desember 2017

    Minggu Adven III

    Yesaya 61:1-2a,10-11

    MT Lukas 1:46-50,53-54

    1 Tesalonika 5:16-24

    Yohanes 1:6-8,19-28

    KITA TELAH DIURAPI, KITA MILIK ROH KUDUS

    Yesaya 61:1-2a,10-11

    “Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita …

    Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan ALLAH akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.”

    1 Tesalonika 5:16-24

    “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.”

    Yohanes 1:6-8,19-28

    “Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.

    Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"

    Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak." Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.”

    “Roh Tuhan Allah ada padaku!” --- Yesaya 61:1

    UNTUK BERJUMPA dengan Kristus di Masa Natal ini kita butuh tuntunan Roh Kudus (Yoh 16:13). Karena Baptis dan Krisma, kita telah menerima Roh Kudus. Tetapi yang menjadi pokok pertanyaan ialah “Betulkah Roh Kudus telah meng-hak-i diri kita?”

    • Apakah kita menyadari bahwa Roh Kudus seorang “Pribadi” (KGK 686);
    • Apakah Roh Kudus memiliki diri dan hidup kita serta membimbing serta mengarahkan langkah hidup kita?
    • Bersama Bunda Maria, apakah kita juga sudah berani menjawab seperti Bunda Maria “Terjadilah padaku menurut perkataanmu” (Luk 1:38);
    • Apakah kita mencekik Roh Kudus (1 Tes 5:19), atau kita telah dibaptis dan diselam ke dalam Roh Kudus? (Mrk 1:8);
    • Apakah kita selalu berpikir dan berfokus pada Roh Kudus?
    • Apakah kita bercakap-cakap, bekerja, doa, makan, istirahat dan tidur selalu dalam Roh Kudus? (Gal 5:25);
    • Apakah kita telah mempersembahkan tubuh kita untuk menjadi Bait Roh Kudus? (1 Kor6:19).
    • Apakah benar kalau kita hidup dalam Roh Kudus atau sekedar kadang-kadang ingat akan Roh Kudus?

    Roh Natal sejati tiada lain ya Roh Kudus sendiri. Apakah kita juga dalam semangat Natal yang sejati?

    Doa: “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita” --- 1 Tes 5:23

    Janji: “Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kele- pasan dari penjara, untuk memberita- kan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghi- bur semua orang berkabung” Yes 61:1-2

    Pujian: Dalam Minggu Adven III ini banyak Umat menyambut Sakramen Tobat unyuk mempersiapkan diri mereka lebih bersukacita menyambut Natal.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/