• Renungan Harian - Selasa, 24 Oktober 2017

    Selasa, 24 Oktober 2017

    St. Antonius Maria Claret,Usk

    Roma 5:12,15b,17-21

    Mazmur 40:7-10,17

    Lukas 12:35-38

    PENUH HARAPAN

    ”Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.” --- Roma 5:21

    PADA AWAL Pesta Emas, ‘Golden Jubilee,’ Pembaharuan Karismatik Katolik, 31 Mei, 2017, dibuka oleh Paus Franciscus. Paus berkenan menerima semua peziarah Pesta Emas, di Lapangan Santo Petrus, Roma. Beliau memberikan sambutannya berbentuk “Katekese” dengan thema: “Oleh Kuasa Roh Kudus, kamu berlimpah dalam pengharapan” (Rm 15:13-14). Sambutan Paus dalam bentuk pengajaran iman, berjudul “Allah Harapan.”

    Menurut Paus, ungkapan “Allah Harapan” tidak hanya berarti  bahwa Allah adalah obyek harapan kita, yaitu, Dia yang  kita inginkan, kita capai di suatu hari dalam hidup yang kekal. Tetapi ungkapan itu juga berarti bahwa Allah-lah yang sudah membuat kita berharap, atau lebih tepatnya membuat kita “bersukacita dalam pengharapan” (Rm 12:12), bersukacita di saat sekarang ini untuk berharap, dan tidak hanya berharap untuk bersukacita di masa depan, setelah kematian kita.

    “Di mana ada kehidupan, di situ ada harapan”, kata sebuah pepatah populer. Dan sebaliknya juga benar: ‘di mana ada harapan, di situ ada kehidupan.’ Manusia perlu berharap untuk hidup, dan mereka membutuhkan Roh Kudus untuk berharap. Demikian renungan dari Paus kita.

    Dalam hidup berkeluarga, orang-orang pengungsi dari Timur Tengah ke Eropa, berprinsip ‘mempunyai anak sebanyak mungkin.’ Tiap keluarga mereka, ada lima sampai 10 anak. Angka kelahiran tinggi. Sedang keluarga Kristiani baik di Eropa maupun di Amerika, berprinsip mempunyai anak sedikit mungkin. Mungkin keluarga tanpa anak, atau hanya satu, dan dua anak sangat jarang. Maka angka kelahiran sangat rendah. Umat Kristiani dalam mengendalikan kelahiran dengan ‘pandangan hidup pro-choice’, dengan pengguguran anak atau aborsi. Dan bayi-bayi yang digugurkan jumlahnya mengerikan. Umat Katolik berpandangan hidup “pro life” -- menolak pengguguran. Karena tindakan ini dosa yang mengerikan.

    Dalam dunia yang menyedihkan itu, kita umat Kristiani adalah umat penuh ‘harapan’. “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita” (Rm 5:5). “Siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu” (1 Ptr 3:15).

    Harapan hanya ada pada Yesus Kristus.

    Doa: Bapa, semoga aku selalu disemangati oleh ‘harapan’.

    Janji: “Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka” --- Lukas 12:37

    Pujian: Hari ini kita peringati seorang kudus, Santo Antonius Maria Claret, dari Spanyol, 1807-1868, Uskup ini mendirikan Kongregasi imam, dengan nama “Tarekat Para Misionaris Putera-putera Hati tak Bernoda Maria” atau “Cordis Mariae Filii” (CMF) -- Para Misionaris Claretian -- berkarya di Keuskupan Kupang dan Medan.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/