• Renungan Harian - Sabtu, 28 Oktober 2017

    Sabtu, 28 Oktober 2017

    St. Simon & Yudas, Ras

    Efesus 2:19-22

    Mazmur 19:2-5

    Lukas 6:12-19

    MACAM RAGAM MURID YESUS

    “Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul. ... dan Simon yang disebut orang Zelot.” --- Lukas 6:13,15

    BAPA MENGUTUS Yesus guna ‘melaksanakan karya penebusan’. Dan Dia menaruh perutusan suci dan mulia itu di tangan para rasul-Nya, termasuk Simon dan Yudas, selain sepuluh lainnya.

    Simon disebut “zelot”. Dalam ‘Kamus’ -- ‘Zelot’ diberi arti “Orang yang giat berjuang untuk pembebasan politik dari penjajah Romawi. Mereka mati-matian menentang kuasa Romawi, bergerak ‘di bawah tanah’. Mungkin zaman ini bisa saja kita menggolongkannya dengan kelompok ‘terroris’. Tetapi bagaimana mungkin Yesus juga mau mempercayakan karya suci itu kepada ‘seorang terroris?’ Coba dapat kita bayangkan bagaimana kalau seorang Uskup kita mempercayakan pelayanan pastoralnya kepada seseorang romo yang diam-diam sebenarnya teroris?

    Kalau kita baca Sejarah Gereja Perdana, sebelum bertemu Yesus, apa yang dilakukan Paulus kepada jemaat Kristiani, tidak bedanya dengan tindakan terroris. “Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret lelaki dan perempuan keluar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara” (Kis 8:3). Di hadapan raja Agrippa, sewaktu Paulus menjadi tahanan, ia mengakui bahwa ia menyetujui umat Kristiani dihukum mati, “dalam marah yang meluap-luap, aku  mengejar mereka, bahkan sampai ke kota-kota asing” (Kis 26:11).

    Saat ini adanya kelompok ISIS dan al Qaeda, dengan kekerasan  dan intoleransinya, sangat kita takuti, malahan juga dirasakan oleh banyak bangsa.  Percayakah Anda bahwa Yesus mampu mempertobatkan mereka, termasuk ‘terroris yang paling keras dan membatu hatinya’? Yesus mempertobatkan Simon dan Paulus, dan kita sekarangpun Yesus tetap berkuasa mempertobatkan para terroris modern yang mau ‘menggayang’ umat Kristiani. Yesus tidak hanya mempertobatkan mereka, tetapi lebih dari itu. Yesus mengangkat Simon dan Paulus menjadi rasul. Dan keduanya sekarang ini termasuk para pendiri dan ‘fondasi’ Gereja (Ef 2:20; Why 21:14). Dan sekarang baik Simon maupun Paulus membuat huru hara dalam Kerajaan kegelapan.

    Yesus menaklukan para teroris itu dengan kasih, malahan mempercayakan perutusan pelayanan penyelamatan.

    Mari kita ganggu dan goyah Kerajaan Iblis dengan penderitaan kita yang menyelamatkan, kasih, patuh dan iman yang tangguh pada Yesus.

    Doa: Bapa, semoga aku selalu mempercayai-Mu. Dan semoga aku tak kenal takut untuk mengasihi siapa saja.

    Janji: “Kamu adalah kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah” --- Efesus 2:19

    Pujian: Rasul Simon dan Yudas juga menerima Roh Kudus di hari Pentakosta. Mereka juga mulai berbicara dalam bahasa-bahasa asing.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/