• Renungan Harian - Minggu, 29 Oktober 2017

    Minggu, 29 Oktober 2017

    Minggu Biasa XXX

    Keluaran 22:21-27

    Mazmur 18:2-4,47,51ab

    1 Tesalonika 1:5c-10

    Matius 22:34-40

    KASIHNYA DAPAT DIANDALKAN

    Keluaran 22:21-27

    "Janganlah kau tindas atau kau tekan seorang orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. Seseorang janda atau anak yatim janganlah kamu tindas. Jika engkau memang menindas mereka ini, tentulah Aku akan mendengarkan seruan mereka, jika mereka berseru-seru kepada-Ku dengan nyaring. Maka murka-Ku akan bangkit dan Aku akan membunuh kamu dengan pedang, sehingga isteri-isterimu menjadi janda dan anak-anakmu menjadi yatim. Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya. Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam, sebab hanya itu saja penutup tubuhnya, itulah pemalut kulitnya -- pakai apakah ia pergi tidur? Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih."

    1 Tesalonika 1:5c-10

    “… Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu. Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; dalam penindasan yang berat kamu telah menerima firman itu dengan sukacita yang dikerjakan oleh Roh Kudus, sehingga kamu telah menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya. Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu. Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar, dan untuk menantikan kedatangan Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus, yang menyelamatkan kita dari murka yang akan datang.”

    Matius 22:34-40

    “Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?" Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

    “Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!” --- Mazmur 18:2

    ADA DUA HUKUM yang diwahyukan Yesus kepada kita: Hukum Kasih. Mengasihi Allah dan Sesama (Mat 22:37-39). Yesus tetap dan terus menunjukkan dalam sikap, ajaran dan tindakan-Nya bahwa Allah Bapa itu maha Kasih (Yoh 15:9). Ia memerintahkan kita untuk mengasihi termasuk para musuh. Dan Ia juga tegaskan bukti dan tanda bahwa kita murid-murid-Nya yakni kalau kita saling mengasihi (Yoh 13:35). Bukti dan tanda kasih-Nya, yakni sewaktu Yesus memberikan hidupnya dan mati di kayu salib. “Tak ada kasih yang lebih besar dari kasih seorang yang memberikan nyawanya” (Yoh 15:13).

    Umat Kristiani Gereja Perdana, mulai menyadari kasih Yesus yang luar biasa itu, sewaktu:

    • Allah Bapa. Dikatakan, “begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya, tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16)
    • Kasih itu tak pernah mengecewakan (1 Kor 1:3,8)
    • “Tanpa kasih, kita ini sama sekali tidak berguna” (1 Kor 13:2)
    • “Kasih menutupi banyak dosa” (1 Ptr 4:8)
    • Iman, pengharapan dan kasih, “dan yang paling besar di antaranya ialah Kasih” (1 Kor 13:13)
    • “Kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita” (Rm 5:5).

    Dan akhirnya, Umat Gereja Perdana sampai pada kesimpulan bahwa “Allah itu Kasih”, “barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1 Yoh 4:16).

    Doa: Ya Bapa, semoga Kasih Yesus menguasai diriku. Sehingga aku bersedia mewartakan Injil dan membuat bangsa-bangsa menjadi murid Putera-Mu.

    Janji: “Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah, sehingga kami tidak usah mengatakan apa-apa tentang hal itu” --- 1 Tesalonika 1:8

    Pujian: Komunitas “Lazarus” didirikan bersama dengan semangat Kasih Yesus, melayani orang-orang sakit.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/