• Renungan Harian - Senin, 30 Oktober 2017

    Senin, 30 Oktober 2017

    St. Dominikus Collins, Mrt

    Roma 8:12-17

    Mazmur 68:2,6-7ab,20-21

    Lukas 13:10-17

    BANGKITLAH YA TUHAN!

    “Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya.” --- Mazmur 68:2

    AYAT TERSEBUT adalah doa Musa, sewaku umat Israel di padang gurun. Itu diucapkan jelang membongkar kemah-kemah dan mau pindah ke tempat lain bersama Tabut Perjanjian, dalam perjalanan menuju Tanah Terjanji. “Awan TUHAN ada di atas mereka pada siang hari, apabila mereka berangkat dari tempat perkemahan” (Bil 10:34). Bila perjalanan selesai, Musa lalu berdoa “"Kembalilah, TUHAN, kepada umat Israel yang beribu-ribu laksa ini" (Bil 10:36).

    Allah menuntun Umat Israel dengan bimbingan awan dalam perjalanan mereka. Bantuan pertolongan Allah dalam Kitab Keluaran itu merupakan ‘model’ bantuan-Nya di kemudian hari.

    Sebagai mana Musa berdoa, demikian juga Gereja. Dalam Gereja ada Ibadat Harian, Doa Pagi, Siang dan Doa Malam (Ada di e-Katolik). Doa Ibadat Harian itu mengungkapkan doa, sebagaimana Allah memanggil Umat-Nya untuk pergi dalam perutusan, kita pun juga pergi dengan penuh kepercayaan pada Allah bahwa Tuhan akan berjalan di depan kita ke arah ke mana Ia mau dalam memanggil dan mengutus kita. Kita penuh percaya kepada-Nya, bahwa Tuhan akan selalu hadir sepanjang hari dan mempersiapkan jalan bagi kita. Musuh-musuhNya, dan juga musuh kita, seperti tembok air di kiri kanan, sehingga kita dapat berjalan lewati daerah bahaya dalam perutusan kita, seakan-akan lewati daratan kering, sebagaimana dulu umat Israel melewati Laut Merah (Kel 14:21 dst).

    Dalam perutusan kita mewartakan Injil Kristus dan membebaskan orang-orang dalam kuasa Yesus, kita menghadapi banyak tantangan dan musuh. Yesus sendiri menghadapi musuh sewaktu Dia menyembuhkan seorang ibu yang telah delapan belas tahun kerasukan roh sampai bungkuk dan tak dapat berdiri (Luk 13:11-13). Dan orang-orang, Farisi, musuh-musuh Yesus itu menjadi malu. Mereka kebingungan. Tetapi rakyat yang menyaksikannya bersukacita (Luk 13:15-17).

    Dan kita? Kita seperti Musa, di pagi hari menghadap Tuhan. Kita selalu berseru kepada-Nya sebelum kita memulai melakukan pekerjaan Tuhan di pagi hari. Demikian juga di sore hari sewaktu kita menyudahi melakukan karya Tuhan. Yesus tentu akan mempersiapkan jalan dan meluruskan jalan bagi kita yang melakukan tugas perutusan-Nya (Luk 3:4).

    Doa: Bapa, semoga aku mengasihi lawan-lawanku, dan jangan sampai mereka ini menghalang-halangi datangnya Kerajaan-Mu di bumi.

    Janji: “Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?" --- Lukas 13:16

    Pujian: Sewaktu diselenggarakan Latihan Doa Syafaat, para peserta diajak pergi ke Lapas dan Rumah Sakit, yang menurut cerita sering dilakukan ‘pengguguran’. Para pendoa safaat berdiri di luar gedung dan mengedangkan tangan ke bangunan dan mengucapkan doa pengantara bergantian dengan ujud sebagaimana telah disepakati bersama.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/