• Renungan Harian - Selasa, 31 Oktober 2017

    Selasa, 31 Oktober 2017

    St. Alfonsus Rodriquez, Biarw

    Roma 6:18-25

    Mazmur 126:1-6

    Lukas 13:18-21

    APA YANG PALING PENTING DALAM HIDUP INI?

    “Jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.” --- Roma 8:25

    MENGAPA KITA menantikannya dengan tekun untuk sesuatu harapan yang tidak terlihat? Ya, mengapa?

    • Karena kita semua telah dibaptis ke dalam Kristus Yesus (Rm 6:3);
    • Kita memiliki Tritunggal Mahakudus tinggal dalam diri dan hidup kita (Yoh 17:23);
    • Kita adalah anak-anak Allah, ahli waris-Nya, bangsa yang terpilih, imamat yang rajani (Rm 8:16; 1 Ptr 2:9).
    • Kita, murid Yesus, dinyatakan sebagai ‘terang dunia  dan garam dunia’ (Mat 5:13-14); dan
    • Dalam iman kita mampu melakukan karya-karya yang agung lebih agung daripada apa yang dilakukan Yesus;
    • Hidup kita memiliki makna yang agung bagi seluruh dunia dan sepanjang waktu.

    Meski demikian, hidup kita saat ini tersembunyi dengan Kristus Yesus di dalam Allah (Kol 3:3). Kita bisa saja seakan-akan berkerja keras, tetapi rasanya percuma saja. ‘telah menghabiskan tenagaku dengan sia-sia dan tak berguna’ (Yes 49:4). “Bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita” (Rm 8:23). Terasa  bahwa dampak dari jerih payah kita itu seperti biji sangat kecil, bukannya panen besar (Luk 13:19). Karenanya, kita lalu merasa kecil hati :

    Tetapi yang benar adalah:

    • “aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita” (Rm 8:18);
    • Dalam pengharapan, kita ini “kita diselamatkan”. “Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” (Rm 8:24);
    • Dan kita haruslah “hidup karena percaya, bukan karena melihat” (2 Kor 5:7);
    • Tuhan akan melipatgandakan hidup kita yang pendek tak berarti ini, bila kita mempersembahkan kepada-Nya, ‘semuanya” (Mrk 6: 34 dst).

    Maka, janganlah kita berkecil hati. Janganlah kita takut. Perlu: Berdoa dan Bekerja! Dan “Bersukacitalah dalam Tuhan (Flp 4:4). Dan Yesus akan datang kembali, kapan saja.

    Doa: Bapa, aku persembahkan kepada-Mu hidupku dan tubuhku sebagai persembahan yang hidup (Rm 12:1)

    Janji: “Dengan sangat rindu, seluruh mahkluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan” --- Rm 8:19

    Pujian: Waktu doa malam, Robert ingat akan apa yang ia lakukan siang itu. Ia dengan senang hati mendengar lelucon yang kotor dan merendahkan derajat martabat sesama teman, karenanya ia menyesal dan menyatakan tobatnya dalam doa malamnya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/