• Renungan Harian - Rabu, 1 November 2017

    Rabu, 1 November 2017

    Hari Raya Semua Orang Kudus

    Wahyu 7:2-4,9-14

    Mazmur 24:1-6

    1 Yohanes 3:1-3

    Matius 5:1-12a

    SETETES PERBUATAN BAIK

    “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.” ---- Matius 5:6

    SUATU SIANG, sehabis kegiatan mingguan di Gereja, saya mampir ke toko buku rohani paroki. Suasana di toko sudah sepi. Setelah menyapa kawan saya yang bertugas menjaga toko, saya iseng  membantu merapikan kembali buku-buku dan alat-alat liturgi yang acak-acakan ke tempatnya semula.

    Tak lama kemudian, masuklah seorang ibu dengan dua orang anak laki-lakinya yang kira-kira masih berusia Sekolah Dasar. Ibu lalu menanyakan di mana letak Alkitab yang dijual. Saya  mengantarnya dan mengambilkan Alkitab yang ada di rak sudut toko. Ibu itu segera menerimanya, memperhatikan dan membolak-baliknya. Sesekali si ibu mengernyitkan dahinya. Melihat hal ini, saya pun tergerak untuk bertanya,“Maaf ibu, ada yang bisa saya bantu?” tanya saya pada ibu itu. “Kitab Suci kami rusak terkena air hujan akibat atap kamar kami bocor. Padahal, setiap malam saya selalu membacakan firman Allah kepada anak-anak. Setelah itu, barulah saya  menyampaikan pesan Injil kepada anak-anak saya dalam bentuk cerita. Tentunya  dalam bahasa sederhana agar mereka mudah memahami.” Katanya sambil menghela nafas. “Itulah sebabnya, saat ini saya sungguh membutuhkan Alkitab” lanjutnya.

    Mendengar perkataan itu, saya menjadi kagum. Mungkin saat ini tidak banyak keluarga Katolik yang mendidik iman anak-anaknya melalui kebiasaan membaca Alkitab bersama dalam keluarga. “Wah, bagus sekali yang ibu lakukan. Kebetulan Kitab Suci yang ada dengan Deuterokanonikanya tinggal satu, silahkan kalau mau dibeli”  kata saya. “Ehm ... harganya Rp. 140.000,- ya pak? Boleh dikurangi nggak pak?” jawab si ibu tersebut sambil menatap saya dengan ragu. “Wah masa untuk beli Kitab Suci mesti minta diskon. Bukannya kalau beli barang di mall nggak pernah nawar ya bu.” Saya menjadi sedikit jengkel.

    Ibu itu nampak tertunduk. Ia membuka dompet kecilnya yang agak kumal. “Masalahnya uang saya tidak cukup. Hari ini saja, saya belum beli bahan makanan untuk dimasak di rumah.” Si ibu menjawab dengan murung. Seketika, saya menjadi tertegun dan menyesal. “Ibu punya uang berapa?” tanya saya. Ibu  itu  menyerahkan  dua lembar pecahan dua puluh ribuan. “Kalau empat puluh ribu saya ada pak” jawabnya dengan suara pelan. Melihat hal itu, saya menjadi iba. “Baik, uang ibu saya terima. Silahkan ibu bawa pulang Alkitabnya, semoga ibu bisa tetap setia membaca firman Tuhan bersama anak-anak. Kekurangannya nanti saya cukupi.” Saya menjawab sambil tersenyum, berusaha mengurangi rasa bersalah saya. Ibu ini pun tampak bingung. “Oh, ini benar pak?” kata ibu ini seperti tidak percaya. “Terima kasih banyak pak.” Ucapnya sambil menyalami saya dengan erat dan matanya berkaca-kaca.

    Ia segera memanggil anak-anaknya dan mengatakan bahwa mereka sudah punya Alkitab yang baru. Mereka berpelukan dan nampak begitu bahagia. Eh, biasanya orang hanya bergembira saat mendapatkan hadiah ulang tahun, menjadi juara kelas, atau menjadi juara dalam perlombaan. Belum pernah saya melihat sebelumnya bahwa ada orang yang demikian bahagia  karena bisa membeli dan mempunyai  Kitab Suci.

    Sebelum pulang, mereka  mengucapkan terima kasih. Ketika sampai di luar pintu toko, ibu itu berbalik kembali menuju saya. “Boleh saya tahu nama bapak?” tanya si ibu. “Nama saya Antonius. Ada apa bu?” jawab saya.“Saya akan membawa nama bapak dalam doa syukur kami nanti malam. Karena berkat bantuan bapak, saya dan anak-anak punya Alkitab baru, sehingga kami  dapat mengenal Yesus melalui Alkitab yang kami punya.” Ibu itu menjawab sambil tersenyum.

    Ya Tuhan! Saya hampir menangis karena terharu. Ibu ini membeli Alkitab dari uang yang dia punya, sedangkan saya membantunya dengan menyisihkan sebagian dari uang yang ada di dompet. Sekarang saya semakin percaya, bahwa orang yang  lapar dan haus akan kebenaran, merindukan Firman Allah lebih dari segala yang lain, dia akan dipuaskan dan dekat dengan Tuhan (Mat 5:6).

    Suatu pembelajaran yang sangat berharga bagi saya, bahwa baru dengan setitik kecil perbuatan baik, ternyata dapat  membuat orang lain dan diri saya begitu bahagia. (Thonny)

    Doa: Ya Tuhan, mampukanlah kami agar selalu setia membaca Firman-Mu, merenungkan dan melaksanakannya dalam hidup kami sehari-hari.

    Janji: “Siapakah boleh naik ke atas gunung Tuhan? Siapa yang boleh berdiri di tempat yang kudus?” “Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya” --- Mzm 24:3-4

    Pujian: Karena hidupnya yang saleh, maka Allah memperkenankan Simeon berjumpa langsung dengan bayi Yesus yang membawa keselamatan bagi semua umat manusia.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/