• Renungan Harian - Senin, 6 November 2017

    Senin, 6 November 2017

    Roma 11:29-36

    Mazmur 69:31-37

    Lukas 14:12-14

    MERINGANKAN BEBAN ORANG MISKIN

    “Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” --- Lukas 14:13-14

    KITA BEBERAPA KALI menghadiri perjamuan pesta sebagai undangan. Untuk mengadakan perjamuan pesta, orang pasti disibukkan dengan berbagai macam persiapan untuk berlangsungnya pesta tersebut. Tentu saja orang harus merencanakan dan  menyiapkan waktu, tenaga, dan keuangan dalam jumlah yang tidak sedikit.

    Kita harus memberikan yang terbaik untuk orang-orang  yang kita undang dalam pesta itu, makan dan minuman yang dihidangkan pasti yang terbaik. Orang-orang yang kita undang dalam perjamuan pesta, pada umumnya orang-orang yang dekat dengan kita, sanak saudara, sahabat atau kerabat, orang yang penah berbuat baik kepada kita. Sering juga kita memilah milah untuk mengundang orang-orang yang hadir di dalam pesta, terutama kebanyakan orang melihat dari segi kemampuan seperti pejabat, atau orang yang mempunyai kedudukan penting. Diharap mereka menyumbang banyak.

    Injil hari ini, Yesus menegaskan atau mengingatkan kepada kita bahwa jka kita mengadakan suatu perjamuan pesta hendaknya kita jangan mengundang saudara, sahabat atau orang-orang yang kaya. Yesus tidak melarang untuk kita mengundang mereka, apalagi sanak saudara. Akan tetapi Yesus mau menegaskan, jangan jadikan itu sebagai kebiasaan, kebiasaan pemborosan.

    Yesus mau agar kita gunakan untuk kepentingan yang lebih bermanfaat, yaitu untuk orang-orang yang kurang mampu, yang tidak bisa membalas kebaikan kita. Yesus memang ingin agar kita tidak berharap orang membalas hal yang sama kepada kita.

    Bila kita mengundang orang-orang miskin dan cacat yang tidak mempunyai apa-apa sebab merekalah yang perlu kita bantu. Memberikan apa yang menjadi kebutuhan mereka, mereka akan membalaskan dengan doa dan terima kasih untuk semuanya itu. (Pieter)

    Doa: Tuhan tuntunlah kami agar kami lebih memperhatikan orang-orang di sekitar kami, yang kurang mampu.

    Janji: “Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orangNya dalam tahanan” --- Maz 69:34

    Pujian: Puji Tuhan setelah Tanti diubah oleh Tuhan, ia meninggalkan berbagai hal yang sia-sia terutama hal yang tidak penting. Ia mulai lebih berprihatin dengan orang-orang di sekitar yang kurang mampu.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/