• Renungan Harian - Selasa, 7 November 2017

    Selasa, 7 November 2017

    Roma 12:5-16a

    Mazmur 131:1-3

    Lukas 14:15-24

    MEMPERSIAPKAN DIRI

    “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." --- Lukas 14:15

    PERISTIWA KEMATIAN saudara dekat dan ikut sibuk mengurus Ibadat dan pemakamannya, membuat saya berubah total dalam cara berpikir saya tentang hidup ini dan hidup yang mendatang

    Umumnya kita merasa enggan ketika diingatkan untuk memikirkan kehidupan sesudah kematian. Karena mereka menganggap hal tersebut masih jauh, masih lama, dan belum saatnya untuk dipikirkan. Mati tidak harus menjadi tua, tidak harus sakit dulu. Kapan saja kita bisa dipanggil Tuhan untuk menghadap-Nya.

    Ada juga orang yang menganggap dirinya sudah pasti akan masuk ke dalam surga karena sudah dibaptis. Maka ia hidup dengan berbuat semaunya. Tetapi kita diingatkan bahwa ‘iman tanpa perbuatan itu iman yang mati’. Juga dalam pengadilan akhir, kita mendengar lagi peringatan keras-Nya, “Segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya kepada-Ku” (Mat 25:45).

    Apa yang akan kita alami atau dapatkan sesudah kematian, sangat bergantung pada apa yang kita lakukan selama hidup di dunia ini. Tuhan Yesus menawarkan keselamatan dan kemuliaan surgawi bagi kita umat-Nya. Dan ini gratis atau cuma-cuma. Namun ada yang pada mulanya menerima undangan itu tetapi kemudian menolak untuk datang, atau menyangkal-Nya, atau tidak hidup selaras dengan martabatnya sebagai anak-anak Allah. Hal ini menggambarkan orang yang sudah menerima undangan Yesus kepada keselamatan, namun ia lebih tertarik pada tawaran kenikmatan duniawi  atau tawaran ‘keselamatan yang lain’ daripada Kerajaan Surgawi.

    Setelah kematian, setiap orang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya  selama hidup di dunia ini. Bila kita kedapatan belum layak, kita memerlukan pemurnian roh kita dulu sampai bersih dan layak. Tentu ada juga orang-orang yang hatinya bersama dengan Kristus dalam hidup ini, dan tidak terpusat pada harapan yang ada dalam dunia ini. Mereka berdoa dengan Roh dengan berkata : "Amin. Datanglah, Tuhan Yesus." (Adrianto)

    Doa: Ya Bapa, kami ingin menerima undangan keselamatan yang berasal daripada-Mu, kami mau datang menghadiri dan menikmati perjamuan-Mu.

    Janji: “Hendaklah kasih itu jangan pura-pura. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan” --- Roma 12:9-11

    Pujian: Masih banyak Umat Katolik yang tidak tergiur pada tawaran dunia yang penuh kenikmatan, dan tetap mengarahkan hatinya kepada tawaran keselamatan Allah. Puji Tuhan.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/