• Renungan Harian - Kamis, 9 November 2017


    Ditulis pada tanggal : Wednesday, 08 November 2017, 02:19 AM

    Renungan Harian - Kamis, 9 November 2017

    Kamis, 9 November 2017

    Pemberkatan Gereja Basilik Lateran

    Yehezkiel 47:1-2,8-9,12

    Mazmur 46:2-3,5-6,8-9

    1 Korintus 3:9b-11,16-17

    Yohanes 2:13-22

    TUHAN MELIHAT HATI

    “Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.” --- Yohanes 2:21

    HAL MEMALUKAN pernah saya dengar. Pertama, dalam suatu Perayaan Ekaristi, ada beberapa umat yang asyik dengan telpon selularnya; ada yang membaca dan membalas chat, bermain games, mengganti status aplikasi yang dipakainya, hingga melayani transaksi dagang on-line. Betulkah info ini? Atau ‘hoax’?

    Ada lagi. Dalam persiapan perayaan besar, seperti Natal, Paska, atau perayaan lainnya yang memerlukan suatu kepanitiaan, di situ masih ada pula orang yang mengambil kesempatan untuk kepentingan pribadinya. Dilaporkan, ada yang membuat nota dengan jumlah palsu (digelembungkan) dari biaya yang harus digunakan untuk keperluan perayaan, dan itu dilakukan untuk kepentingan pribadi. Betulkah?

    Gambaran kejadian di atas hanyalah sebagian kecil dari perbuatan yang menyalah-gunakan Bait Allah. Bait Allah itu sesungguhnya, bukan hanya secara fisik bangunan, seperti Gereja, Kapel, ataupun tempat berziarah. Bait Allah juga berupa hati kita secara pribadi. Apakah kita sudah menempatkan Tuhan Allah sebagai yang terutama di dalam hidup kita?

    Tak jarang kita sering menggeser kedudukan Tuhan di hati kita dengan segala hal-hal yang bersifat duniawi atau ‘mammon’. Kita sering menutup relasi pribadi kita dengan Tuhan, dengan menghidupkan relasi keduniawian kita.

    Mari kita renungkan bacaan Injil hari ini, Yesus menjadi ‘marah’ karena Bait Allah disalahgunakan menjadi tempat transaksi niaga dan keperluan duniawi lainnya (Yoh, 2:13-16). Tindakan Yesus ini seharusnya menjadi penyadaran buat kita semua. Hal-hal apa saja yang sudah membelenggu kita, menjauhkan kita dari kehadiran Allah Bapa di dalam kehidupan kita? Bait Allah itu adalah Yesus sendiri. Yesus selalu datang di hati kita. Mari kita memperbarui iman kita, ketaatan kita, cinta kita dan segala bentuk pelayanan kita dengan semangat ketulusan hati untuk kemuliaan Nama Yesus. Semoga tidak ada kelekatan hati yang menghalangi kita ber-relasi dengan Tuhan. (Lisa)

    Doa: Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau hadir buat kami semua dan Engkau melihat hati kami. Pimpinlah kami untuk selalu tulus bersikap penuh kasih kepada-Mu dan sesama.

    Janji: “Kita tidak akan takut, meskipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung bergoncang  di dalam laut” --- Mazmur 46:3

    Pujian: Santa Maria Goretti, engkau begitu setia dan tulus. Engkau berkata, “Lebih baik mati seribu kali daripada berbuat dosa satu kali!” Semoga teladanmu ini menyemangati kami untuk lebih tulus kepada Kristus.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/