• Renungan Harian - Minggu, 19 November 2017


    Ditulis pada tanggal : Friday, 17 November 2017, 12:38 AM

    SearchRenungan Harian - Minggu, 19 November 2017

    Minggu, 19 November 2017

    Minggu Biasa XXXIII

    Amsal 31:10-13,19-20,30-31

    Mazmur 128:1-5

    1 Tesalonika 5:1-6

    Matius 25:14-30

    TERPANGGIL UNTUK SESUATU YANG LUHUR

    Amsal 31:10-13,19-20,30-31

    “Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata. Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya. Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.

    Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal. Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

    Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji. Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang!”

    1 Tesalonika 5:1-6

    “Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman -- maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin -- mereka pasti tidak akan luput. Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar.”

    Matius 25:14-30

    "Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.

    Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

    Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

    Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

    “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan  memberi kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.” --- Matius 25:21,23

    ANDA-ANDA terbakar oleh api kasih akan Allah dan tentu saja juga kasih akan semua orang. Anda sangat rindukan agar semua orang diselamatkan (1 Tim 2:4), agar semua keluarga dikuduskan, anak-anak yang terlantarkan dicintai, damai bagi dunia, keadilan bagi yang miskin, dan bayi-bayi dalam rahim diselamatkan dari tindak aborsi. Anda-anda ingin sekali berbuat hal-hal yang luhur demi cinta akan Allah dan umat manusia.

    Ketahuilah, bahwa Tuhan-pun ingin sekali mempercayakan hal-hal besar dan luhur kepada kita, tetapi pertama dan utama kita perlu dipercayai dahulu dalam hal-hal yang kecil. Umpama saja, kita perlu patuh dahulu dalam hal ‘kolekte’ dalam Ibadat serta memberi sumbangan dana, sebelum kita dipercayai melakukan yang besar-besar dan yang luhur, seperti menyelamatkan hidup dan menyelamatkan jiwa-jiwa (Luk 16:10-12).

    Bila kita sendiri tidak berdoa setiap hari, bagaimana mungkin Tuhan akan menjadikan kita pembawa damai? Bila kita menghabiskan waktu dengan nongkrong nonton tayangan TV, bagaimana mungkin Allah akan memilih kita guna merubah budaya maut dengan peradaban kasih dan hidup?

    Santa Teresa, si ‘bunga kecil’, melakukan hal-hal kecil dengan baik. Dan kemudian Tuhan menjadikannya Teresa ‘Pujangga Gereja’ dan pelindung karya penginjilan Gereja di seluruh dunia? Teresa diserahi Tuhan hal-hal yang agung dan luhur. Dengan mengerjakan hal-hal yang kecil-kecil tetapi dengan kasih dan kesetiaan, kita akan menjadi orang yang ‘agung dan luhur’ juga.

    Doa: Bapa, jadikan diriku agung, rajawi dan imami (1 Ptr 2:9).

    Janji: “Kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar” --- 1 Tesalonika 5:5-6

    Pujian: Pak Santa awalnya mengajar agama untuk anak-anak di Stasi. Karena tekun dan sukses, Pastor Paroki meminta dia mengkoordinir Bina Iman Anak dan Remaja se-Paroki.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/