• Renungan Harian - Senin, 20 November 2017


    Ditulis pada tanggal : Friday, 17 November 2017, 01:20 AM

    SearchRenungan Harian - Senin, 20 November 2017

    Senin, 20 November 2017

    1 Makabe 1:10-15,41-43,54-57,

    62-64

    Mzm 119:53,61,134,150,155,158

    Lukas 18:35-43

    APAKAH ANDA TIDAK MELIHAT?

    “Beberapa orang dari kalangan rakyat bersedia untuk menghadap raja. Mereka diberi hak oleh raja untuk menuruti adat istiadat bangsa-bangsa lain. Kemudian orang-orang itu membangun di Yerusalem sebuah gelanggang olah raga menurut adat bangsa-bangsa lain.” --- 1 Makabe 1:13-14

    ADA  BEBERAPA  tokoh Israel yang buta secara rohani. Mereka mengadakan perjanjian dengan bangsa-bangsa yang tak-ber-Tuhan guna memperkenalkan pola hidup kafir kepada orang-orang Yahudi (1 Mak 1:11). Malahan ada dari mereka secara sukarela membantu cuci otak kalangan umat mereka sendiri dan menyesatkan sesama Yahudi. Perjanjian kerja-sama dengan bangsa kafir menjadi-jadi, sampai menimbulkan pertanyaan besar di kalangan umat, karena  bangsa kafir itu, yakni sang “raja menegakkan kekejian yang membinasakan di atas mezbah korban bakaran” (1 Mak 1:54), membakar gulungan Kitab Taurat, dan membunuh orang-orang Yahudi yang tetap patuh pada agama Yahudi (1 Mak 1:60-63).

    Kalau kita melihat keadaan sekarang, tak banyak bedanya dengan keadaan umat Kristiani di zaman ini. Budaya maut dari humanisme sekuler, awalnya nampak tidak merugikan bagi umat Kristiani. Beberapa gereja denominasi dan kelompok-kelompok Kristiani menjadi relawan guna mencuci otak sesama warga gereja mereka. Dan lama kelamaan, gerakan ‘budaya maut’ menjadi kenyataan dalam masyarakat. Yang awalnya penuh toleransi akhirnya terbuka kedoknya. Dan munculnya kediktatoran yang sangat kejam benar-benar memusuhi kekristenan.

    Mungkin hal ini tidak begitu menonjol di negeri kita. Tetapi di Amerika Serikat hal ini benar-benar menggila. Dan pengaruhnyapun sudah mulai terasa di sini. Mungkin di kalangan umat Katolik sudah ada yang menyadari tetapi banyak yang belum. Doa kita seperti orang buta dari Yerikho: “Tuhan, aku ingin melihat” (Luk 18:41). Sekali terbuka mata kita dan melihat serta menyadarinya, mari kita “bertempur demi iman” (Yud 3) dan kita berusaha keras melindungi umat dari tipu dan kebohongan, dosa, dari maut dan kehancuran.

    Doa: Bapa, bukalah mataku agar aku dapat melihat dengan  jelas apa yang terjadi dalam budaya kami.

    Janji: “Seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah” --- Lukas 18:43

    Pujian: Lama Adrian menjauh dari Gereja. Sewaktu menghadiri Ibadat pemakaman seorang teman, dia tersadarkan diri; dan ahirnya ia balik rajin ke gereja lagi.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/