• Renungan Harian - Selasa, 21 November 2017


    Ditulis pada tanggal : Monday, 20 November 2017, 12:56 AM

    SearchRenungan Harian - Selasa, 21 November 2017

    ­­­Selasa, 21 November 2017

    SP Maria Dipersembahkan kepada Allah

    2 Makabe 6:18-31

    Mazmur 24:1-6

    Lukas 19:1-10

    APA YANG DILAKUKAN OLEH UMAT YANG TELAH DISELAMATKAN?

    "Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham.” -- Lukas 19:9

    SEWAKTU KESELAMATAN sampai ke Zakheus dan keluarganya, Zakheus tergerak untuk berucap: “Setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat" (Luk 19:8). Ungkapan keselamatan seperti itu adalah hal yang biasa sepanjang Sejarah Gereja. Yesus mengasihi dan sekaligus menantang "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku" (Mrk 10:21). Petruspun menanggapi : “"Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau" (Mrk 10:28). Dan dalam zaman Gereja Perdana, dikatakan : “semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa” (Kis 4:34), sampai-sampai  Ananias dan Saphira merasa terpaksa berbohong sewaktu menyerahkan  hasil penjualan rumahnya (Kis 5:1). Bila kita menyerahkan hidup kita kepada Kristus, semuanya menjadi baru (2 Kor 5:17), dan uang bukan lagi menjadi masalah.

    Bagi Umat manusia, kekristenan itu dinyatakan sebagai suatu keputusan radikal menghayati hidup baru yang dapat dilakukan manusia. Mengikuti Sang Penebus tersalib berarti kehilangan hidup kita (Luk 9:24) dan “kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi” dari pola hidup yang materialistik (1 Ptr 1:18). Mari kita bertobat sebagaimana Zakheus bertobat. Jangan takut diri kita tersalib bersama Kristus (Gal 2:19). Dan mari kita mengasihi sebagaimana Yesus sendiri mengasihi.

    Doa: Bapa, semoga aku bertobat selaras dengan kehendak-Mu.

    Janji: “Demikian berpulanglah Eleazar dan meninggalkan kematiannya sebagai teladan keluhuran budi dan sebagai peringatan kebajikan, tidak hanya untuk kaum muda saja, tetapi juga bagi kebanyakan orang dari bangsanya” --- 2 Makabe 6:31

    Pujian: Bunda Maria-lah yang membuka jalan terjadinya mukjizat pertama, yakni sewaktu ada pesta perkawinan di  Kana. Dan para murid Yesus mulai percaya kepada-Nya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

     

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/