• Renungan Harian - Sabtu, 25 November 2017


    Ditulis pada tanggal : Thursday, 23 November 2017, 08:25 PM

    SearchRenungan Harian - Sabtu, 25 November 2017

    Sabtu, 25 November 2017

    St. Katarina dr Aleksandria, PrwMrt

    1 Makabe 6:1-13

    Mazmur 9:2-4,6,16b,19

    Lukas 20:27-40

    JANGAN KITA MENIPU DIRI KITA SENDIRI

     “Mendengar berita itu maka tercenganglah raja dan sangat tergeraklah hatinya. Ia merebahkan diri di ranjang dan jatuh sakit karena sakit hati. Sebab semuanya tidak terjadi sebagaimana diinginkannya. Berhari-hari raja berbaring di ranjangnya sedang terus-menerus dihinggapi kemurungan besar. Ketika merasa akan meninggal.” --- 1 Makabe 6:8-9

    RAJA ANTIOKHUS menganggap raja yang baik hati, sedang kenyataannya kejam. Sebelum kematiannya, ia melihat ke belakang tentang bagaimana dulu hidupnya sebagai raja. Ia mengatakan bahwa dirinya “Aku ini yang murah hati dan tercinta dalam kekuasaanku” (1 Mak 6:11). Tetapi apa yang sebenarnya raja lakukan?

    • Semua perempuan yang mempersunatkan kanak-kanaknya dihukum mati sesuai dengan penetapan raja dan bayi-bayinya digantung pada leher mereka. Demikianpun kaum kerabat dan setiap orang yang mengadakan sunat itu dihukum mati juga” (1 Mak 1:60-61)
    •  “diperintahkanlah oleh sang raja, agar lidah juru bicara itu dipotong;
    •  “kepalanya dikuliti dan tangan serta kakinya dikerat dengan disaksikan oleh saudara-saudara lain itu serta ibu mereka” (2 Mak 7:4);
    • “sang raja menyuruh untuk membawa orang yang masih bernafas itu ke api dan menggorengnya di dalam kuali” (2 Mak 7:5).

    Di zaman ini, dalam Perang Dunia II, demikian juga Hitler dan Stalin lakukan. Mereka mungkin merasa dirinya orang humanis yang hebat, melakukan hal-hal yang mulia bagi umat manusia, lewat kamp konsentrasi, ruang gas, bangunan bawah tanah guna membiarkan tawanan mati kelaparan, serta kepulauan ‘gulak’ tempat tahanan untuk kerja-paksa.

    Itulah manusia. Ia tetap bisa dan mampu menyangkal realitas apa yang mereka lakukan, yakni melakukan dosa kekejian. Hal ini benar-benar membuat kaget kita semua. Lain kata, kita juga bisa menggugurkan ribuan bayi-bayi guna menunjukkan kepada kaum miskin bahwa kita itu berbela rasa dengan mereka. Juga dapat saja kita bisa mencabik-cabik Gereja, meski kita berkata kita tunduk patuh kepada Tuhan, bukannya menolak Tuhan. Juga kita dapat saja lalu berbangga bahwa kitalah yang membangun budaya maut dan kita sangat bangga akan kemajuan dalam hal ini.

    Mari kita berseru kepada Tuhan “Tuhan kasihanilah kami, orang berdosa ini” (Luk 18:13).

    Doa: Bapa bebaskan diriku dari penipuan diri.

    Janji: “Mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan” --- Lukas 20:36

    Pujian: Meski tidak wajib, hari ini kita peringati Santa Katarina dari Alexandria. Sewaktu dia dibaptis, ia melihat kanak-kanak Yesus. Allah menggunakan kebijaksanaan hidupnya guna mempertobatkan lima puluh filosof kafir dan sang ratu.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/