• Renungan Harian - Minggu, 26 November 2017


    Ditulis pada tanggal : Thursday, 23 November 2017, 08:37 PM

    SearchRenungan Harian - Minggu, 26 November 2017

    Minggu, 26 November 2017

    Minggu Biasa XXXIV

    HR Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam

    Yehezkiel 34:11-12,15-17

    Mazmur 23:1-6

    1 Korintus 15:20-26,28

    Matius 25:31-46

    DIALAH SANG HAKIM SEKALIGUS RAJA

    Yehezkiel 34:11-12,15-17

    “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.

    Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.”

    1 Korintus 15:20-26,28

    “Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.”

    Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”

    Matius 25:31-46

    "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

    Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.

    Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.

    Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau? Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal."

    "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya ...” --- Matius 25:31-32

    NABI YEHEZKIEL hidup dua ribu-lima ratusan yang lalu. Nabi bernubuat : “hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH : Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan” (Yeh 34:17). Dan Yesus mewartakan hal itu bahwa itu akan terpenuhi di akhir zaman, bila saatnya tiba Yesus datang kembali sebagai Raja segala raja guna mengadili orang yang hidup dan yang telah mati” (Mat 25:32).

    Di hari akhir dunia itu, Yesus akan bersabda “Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya : Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” (Mat 25:34). Sedang yang lain akan mendengar kata-kata yang benar-benar mengerikan “Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya” (Mat 25:41). Jadi, pengadilan akhir nanti itu berdasarkan:

    • Pertama-tama karena rahmat, kerahiman dan kasih Allah;
    • Apa yang kita perbuat bagi saudara-saudaraku yang paling hina (Mat 25:40,45);
    • Rasa tobat kita yang mendalam (Mrk 1:15);
    • Iman kepercayaan kita (Ef 2:8), dan
    • Cinta kita (1 Kor 13:1-3; Mat 22:37-39).

    Secara singkat, dapat dikatakan, Kristus, sang Raja, akan mengadili kita berdasar apakah kita melakukan kehendak Bapa (Mat 7:21); dan apakah kita melepaskan hidup kita untuk dapat menjadi murid-murid-Nya? (Luk 9:24).

    Yesus Kristus, sang Raja akan datang kembali guna mengasihi sekaligus mengadili kita. Tetapi kita sama sekali tidak tahu kapan Ia akan datang kembali itu (Mat 25:13). Bisa saja, Ia akan datang saat sekarang ini. Dan apakah kita telah siap bila Ia datang kembali sekarang? Apakah kita mengharapkan datangnya Hari Pengadilan itu? (1 Yoh 4:17). Datanglah, ya Yesus sang Raja.

    Doa: Bapa, semoga aku segera bersama-Mu.

    Janji: “Semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus” --- 1 Kor 15:22

    Pujian: Di atas salib, tertulis “Yesus dari Nazaret, Raja orang Yahudi.” Ya, Ia Raja segala Raja! Salam ya Kristus Raja!

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/