• Renungan Harian - Rabu, 29 November 2017


    Ditulis pada tanggal : Monday, 27 November 2017, 08:45 PM

    SearchRenungan Harian - Rabu, 29 November 2017

    Rabu, 29 November 2017

    Daniel 5:1-6,13-17,23-28

    MT Daniel 3:62-67

    Lukas 21:12-19

    TANGAN YANG MENULIS SABDA ALLAH

    “Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja.” --- Daniel 5:5

    RAJA BELZYAZAR bersama para pembesar undangannya yang baru berpesta, sangatlah ketakutan karena mereka memperhatikan adanya  sabda Allah yang disampaikan dengan cara yang sensasional, yakni adanya tangan yang menulis di tembok (Dan 5:5 dst). Sang Raja sangatlah ingin tahu mengerti apa makna tulisan itu yang dikirim oleh Allah itu. Tuhan sebenarnya beberapa kali telah mengirim sabda-sabda-Nya yang lain ke bumi ini. Tangan-tangan itu telah menulis sabda-sabda Allah dalam gulungan Kitab, dan akhirnya itu menjadi Kitab Suci. Sabda-sabda Allah itu ditulis dengan tangan secara biasa-biasa, meski ada saja yang secara sensasional orang mendengarkan sabda-sabda itu. Tetapi mereka sangat patuh dalam meneruskan sabda-sabda Allah itu sampai berujud buku. Bulan September lalu adalah Bulan Kitab Suci Nasional.

    Keluarga Katolik disuguhi oleh Komisi Kitab Suci Keuskupan kita masing-masing bahan bacaan dan renungan yang kita bahas dalam empat kali pertemuan kita bersama. Keluarga Katolik umumnya telah memiliki Kitab Suci. Mungkin tiap warga Katolik sudah memiliki sendiri. Tetapi mungkin masih ada saja keluarga nyang membiarkannya bertengger di rak buku atau lemari. Bertengger dalam deretan buku-buku lain berlatar belakang tembok rumah. Tetapi yang perlu kita sadari bahwa kata-kata yang ada dalam Kitab Suci itu adalah dari Allah sendiri untuk kita. Punyakah kita perhatian seperti sang Raja Bezyazar ingin mengetahui maksud sabda- Allah itu? Kita mohon agar Tuhan juga berkenan menaruh dalam hati kita rasa kepedulian dan ingin tahu seperti sang raja.

    Kalau kita membuka Kitab Suci dan membacanya, ingat akan petuah Petrus kepada kita: “Sadarlah dan berjaga-jagalah!” (1 Ptr 5:8). Mari kita sambut Sabda Allah dengan kerendahan hati, dengan rasa penuh syukur dan penuh kepatuhan kepada-Nya.

    Doa: Bapa, izinkan Roh Kudus berada dalam budi dan hati kami. Biarkanlah pula Roh Kudus berseru dalam hati kami “Abba” -- ya Bapa.

    Janji: “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” --- Lukas 21:19

    Pujian: Dalam Seminar Pertumbuhan setelah para peserta mengikuti “Seminar Hidup Baru dalam Roh Kudus”, dalam temu pertama, ditekankan perlu dan pentingnya membaca dan merenungkan Kitab Suci setiap hari, meski hanya sebentar tetapi tekun.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/