• Renungan Harian - Selasa, 5 Desember 2017


    Ditulis pada tanggal : Monday, 04 December 2017, 12:39 AM

    SearchRenungan Harian - Selasa, 5 Desember 2017

    Selasa, 5 Desember 2017

    Yesaya 11:1-10

    Mazmur 72:2,7-8,12-13,17

    Lukas 10:21-24

    PEMBAWA DAMAI

    “Aku bersyukur kepadaMu, Bapa, Tuhan langit dan bumi. Karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepadaMu.” --- Lukas 10:21

    KELAHIRAN YESUS sebagai Raja Damai yang akan datang sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya. Sang nabi menyatakan bahwa Dia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang (Yes 11:3). Dia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan dan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang hidupnya tertindas dengan kejujuran (Yes 11:4). Dan Dia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan (Yes 11:5).

    Salomo dalam kitab Mazmur mengharapkan agar raja mengadili umat Tuhan dengan keadilan dan orang-orang yang tertindas dengan hukum (Mzm 72:2).  Hal itu dimaksudkan agar umat Tuhan serta orang-orang yang hidupnya di bawah penindasan dapat memperoleh kedamaian.

    Manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, membuat kita pun harus berhati-hati untuk tidak gegabah menghakimi orang lain terutama mereka yang imannya sedang lemah. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kesalahan sesama dengan bijaksana dan baik serta membuat keputusan yang tepat tanpa mengarah pada peniadaan nilai diri mereka. Kita sendiri pun tidak luput dari dosa dan pelanggaran serta membutuhkan belas kasih Tuhan sehingga tidak fair rasanya bila kita memperlakukan orang lain dengan tidak baik.

    Dewasa ini semakin banyak orang yang senang menghakimi sesamanya dengan cara yang radikal, bahkan mengarah pada pembunuhan seperti yang dilakukan di Suriah. Gerakan kaum fundamentalis telah membunuh begitu banyak orang karena dianggap tidak beriman seperti mereka. Nyawa manusia dianggap murah dan bisa dilenyapkan begitu saja.

    Betapa sulitnya kita menerima orang yang berbeda paham dan aliran sehingga kita mengabaikan pesan Tuhan agar kita menjadi pembawa damai seperti yang Yesus ajarkan tatkala Dia menyampaikan pesan-pesan pada murid-muridNya.

    Begitu kita dapat meredam keinginan untuk menghakimi sesama, apa pun kesalahan yang telah mereka perbuat, maka dengan sendirinya kita menjadi ‘pembawa damai’ bagi orang lain seperti yang dilakukan oleh Yesus sendiri. Inilah yang harus kita pertahankan sebagai murid Kristus yaitu dengan membagikan damai kepada setiap orang. Bukan sebaliknya, menyebar kebencian lewat perkataan dan perbuatan yang tidak bisa kita pertanggungjawabkan pada saatnya nanti. (Lana)

    Doa: Tuhan Yesus, jadikanlah aku pembawa damai seturut kehendak-Mu.

    Janji: “Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, orang yang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong” (Mzm 72:12)

    Pujian: Bunda Theresa, pengabdianmu bagi orang-orang miskin papa dan kaum terpinggirkan sungguh memberikan teladan bagi banyak orang untuk semakin mengenal Kristus.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/