• Renungan Harian - Minggu, 10 Desember 2017


    Ditulis pada tanggal : Thursday, 07 December 2017, 09:25 PM

    SearchRenungan Harian - Minggu, 10 Desember 2017

    Minggu, 10 Desember 2017

    Minggu Adven II

    Yesaya 40:1-5,9-11

    Mazmur 85:9-14

    2 Petrus 3:8-14

    Markus 1:1-8

    MEGA PROYEK ALLAH

    Yesaya 40:1-5,9-11

    “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya. Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."

    Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!" Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.”

    2 Petrus 3:8-14

    “Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.”

    Markus 1:1-8

    “Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya", demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu." Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan. Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."

    “Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya." --- Markus 1:3

    ALLAH MEMPUNYAI “mega proyek”, yaitu menyelamatkan seluruh umat manusia. Yesus Kristus (Putera Allah) sudah merintis jalan keselamatan dan kita semua diajak untuk ambil bagian dalam melanjutkan “proyek” ini.

    Karena ini adalah proyek yang sangat besar dan sangat penting, maka kita harus  mempersiapkan dengan sungguh-sungguh. Kita perlu mengenal siapa Yesus Kristus dan apa misi perutusan-Nya dari Bapa. Supaya apa yang kita lakukan sejalan dengan rencana-Nya. Berdoa, membaca dan mempelajari Firman Tuhan (Kitab Suci), melayani, dan berkomunitas adalah cara untuk mempersiapkan diri yang tepat. Dengan kata lain kita telah diselamatkan dan memelihara keselamatan itu sendiri. Setelah diri kita selamat, maka kita dapat menyelamatkan orang lain.

    Jangan sampai kita menjadi seperti “calo di terminal”, yang membantu orang untuk berangkat ke tempat tujuan, tetapi dia sendiri tidak pergi melainkan tetap diam di terminal. Kita bersama dengan orang-orang yang kita ajak untuk mencapai ke tujuan peziarahan kita terakhir, yakni surga. (Adrianto)

    Doa: Ya Bapa, kami ingin menerima undangan keselamatan yang berasal daripada-Mu dan kami mau ambil bagian dalam karya keselamatan-Mu.

    Janji: “Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita” --- Mazmur 85:10

    Pujian: Yohanes Pembaptis adalah nabi terakhir sebelum Yesus Kristus. Dia sangat rendah hati, dengan sungguh-sungguh dan tulus mempersiapkan jalan bagi karya keselamatan Yesus Kristus.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/