• Renungan Harian - Jumat, 15 Desember 2017


    Ditulis pada tanggal : Wednesday, 13 December 2017, 07:51 PM

    SearchRenungan Harian - Jumat, 15 Desember 2017

    Jumat, 15 Desember 2017

    B. Bonaventura dr Pistoia

    Yesaya 48:17-19

    Mazmur 1:1-3,4,6

    Matius 11:16-19

    MAMPU MENANGGAPI SABDA TUHAN

    “Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya : Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.” --- Matius 11:16a, 17

    INJIL HARI INI mengkisahkan Yesus membuat perumpamaan tentang orang-orang Israel seumpama anak-anak. Perumpamaan Yesus kali ini berbeda dengan perumpamaan dalam Markus 10:14-15, saat Yesus marah kepada murid-murid-Nya karena menghalangi anak-anak yang ingin mendekat kepada-Nya. Yesus kemudian menyuruh anak-anak itu agar datang kepada-Nya, karena merekalah yang memiliki Kerajaan Allah. Mereka adalah anak-anak yang polos dan suci hatinya. Mereka pun senantiasa percaya penuh bahwa Yesus-lah yang akan menjaga, memelihara dan memberikan kedamaian kepada mereka.

    Keadaan ini berlawanan dengan perumpamaan dalam bacaan hari ini. Di sini Yesus menegur orang-orang Israel, seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru-seru kepada teman-temannya. Anak-anak ini adalah gambaran anak-anak yang tidak mau diatur, yang bertindak semaunya sendiri. Mereka adalah gambaran orang-orang Israel yang menutup mata, telinga dan hati akan kebenaran yang datang melalui Firman Allah  yang telah disampaikan sebelumnya melalui para Nabi sebelum kedatangan Yesus ke dunia ini. Kedatangan Yohanes Pembaptis yang mengajak berpuasa bahkan dianggap sebagai orang yang kerasukan setan. Yesus yang makan dan minum bersama pemungut cukai dan orang berdosa pun dianggap sebagai seorang pelahap dan peminum. Terlebih lagi, mereka juga tidak menyadari tanda-tanda yang diberikan Allah tentang kedatangan Sang Mesias.

    Melalui perumpamaan dalam bacaan Injil hari ini, kita sungguh-sungguh diingatkan untuk bertindak dewasa dalam hidup kita. Kita diminta untuk selalu membuka hati, diri dan pikiran kita untuk menanggapi dan merasakan kehadiran Tuhan. Salah satu caranya adalah dengan secara rutin mendengarkan Sabda-Nya, dan dengan penuh iman menerima Tubuh dan Darah Kristus dalam Perayaan Ekaristi. Juga dengan  mengikuti doa persekutuan, pendalaman iman, dan kegiatan rohani lainnya. Jangan sampai kita jauh dari Tuhan karena tidak menyediakan waktu khusus bagi-Nya karena berbagai macam alasan dan kesibukan lain, seperti pekerjaan, hobi, ataupun kegiatan lain, yang menyita waktu kita sehingga kita terjebak dan tidak lagi tanggap pada nilai-nilai kebenaran.

    Dalam Masa Adven yang membahagiakan ini, sudah sepantasnya kita menyegarkan kembali iman kita seperti yang telah diajarkan Tuhan, Sang Penebus, yaitu  dengan selalu hidup di jalan Tuhan, memperhatikan perintah-perintah Tuhan dan melaksanakannya dalam hidup kita, sehingga kita dapat hidup dalam damai sejahtera, dan selalu berkelimpahan kebahagiaan bersama sesama kita (Yes 48:17). (Thonny)

    Doa: Ya Tuhan, ampunilah kami karena kadang tidak menanggapi Sabda-Mu. Bukalah selalu mata, telinga dan hati kami agar mampu memahami Sabda-Mu dan menjadikannya pedoman hidup kami sehingga Engkau memperkenankan kami masuk dalam kerajaan-Mu.

    Janji: “Sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan” --- Mazmur 1:6

    Pujian: Santo Bonaventura dari Pistoia, karena mendalam rasa hormatnya pada pengenangan kembali peristiwa penyelamatan Yesus pada kayu salib, engkau menjadi suci hati dan mampu menjadi pemersatu umat Kristiani pada masa hidupmu. Alleluya.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/