• Renungan Harian - Rabu, 20 Desember 2017


    Ditulis pada tanggal : Monday, 18 December 2017, 08:39 PM

    SearchRenungan Harian - Rabu, 20 Desember 2017

    Rabu, 20 Desember 2017

    Yesaya 7:10-14

    Mazmur 24:1-6

    Lukas 1:26-38

    MELAKUKAN HAL-HAL BIASA DALAM HIDUP SEHARI-HARI

     “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.” --- Lukas 1:28-29

    BACAAN INJIL hari ini biasa dibacakan dalam pesta ‘Bunda Maria menerima Kabar Sukacita’. Pesta itu sembilan bulan jelang Natal -- Kelahiran Yesus. Dan bagi kita sekarang bacaan Maria mendapat kunjungan tamu istimewa yakni malaikat Gabriel, tiada lain untuk membantu kita guna mempersiapkan lebih dekat dengan peristiwa penyelamatan, yakni Natal.

    Tetapi yang membuat kita kagum dari bacaan Injil ini, ialah bagaimana sikap Bunda Maria. Ia terkejut mendapat sapaan  “salam’ dari malaikat dengan ‘gelar’ -- “engkau yang dikaruniai” Setelah pembicaraan dengan malaikat selesai, Bunda Maria tetap sama, yakni ‘bersahaja’, dan menganggap ‘dirinya’ tetap sebagai “hamba Tuhan” (Luk 1:38).

    Orang suci tak pernah memandang dirinya ‘kudus’. Sebagaimana Maria, iapun tetap menganggap diri pribadi yang sama seperti yang lain. Mereka hidup dan bertindak selaras dengan apa yang mereka rasakan memang sudah sepantasnya dilakukan.

    Dan kita juga sama. Kita menghayati hidup sehari-hari sebagaimana orang biasa, tanpa berpikir bahwa diri kita itu ‘suci’. Tetapi bisa saja, Allah memandang kita jauh lebih berharga daripada kita memandang diri kita.

    Santa Theresia, Kanak-kanak Yesus, si Bunga Mungil, memperoleh kekudusannya dengan jalan melakukan hal-hal yang biasa  dengan cara secara luar biasa. Begitulah Maria, Bunda kita. Kita bisa memohon kepada Bunda Maria guna memperoleh dari Puteranya, untuk tetap hidup biasa, melakukan segala sesuatu yang biasa, tetapi kita melakukan ‘dengan cinta’.

    Doa: Bapa, siapkanlah hatiku untuk menyambut kedatangan Putera-Mu di Malam Natal ini, dengan kesederhanaan hati.

    Janji: “Siapakah boleh naik ke atas gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” --- Mazmur 24:3

    Pujian: Panitia Bersama Natal di Paroki Theresia selalu berdoa jelang bekerja sama, agar selalu diingatkan bukan untuk kesuksesan diri tetapi untuk kemuliaan Tuhan.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/