• Renungan Harian - Kamis, 21 Desember 2017


    Ditulis pada tanggal : Monday, 18 December 2017, 08:45 PM

    SearchRenungan Harian - Kamis, 21 Desember 2017

    Kamis, 21 Desember 2017

    St. Petrus Kanisius, ImPujG

    Kidung 2:8-14

    utawa Zefanya 3:14-18a

    Masmur 33:2-3,11-12,20-21

    Lukas 1:39-45

    “HAI MARI BERHIMPUN”

     “Lihatlah, musim dingin telah lewat, hujan telah berhenti dan sudah lalu. Di ladang telah nampak bunga-bunga.” --- Kidung Agung 2:11-12

    JELANG MASA NATAL, masa musim hujan untuk negeri kita. Musim panas untuk benua Australia. Tetapi di belahan dunia Timur Tengah dan Eropa dan sebelah utaranya lagi, Musim Dingin telah pergi. Gereja menandai berlalunya Musim Dingin di belahan utara ini, dengan ajakan untuk berjalan terus dalam Iman tidak dengan apa yang kita lihat (2 Kor 5:7). Karena bagi kita, “Iman” adalah dasar dari segala yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (Ibr 11:1).

    Usia Maria waktu itu masih belasan tahun. Dan ia telah mengandung. Karena sebenarnya Maria bisa saja dicerai oleh Yosef, dan mungkin juga Maria lalu dirajam sebagai pelacur. Secara lahiriah sebenarnya Maria bisa saja ketakutan dan sedih, tetapi nyatanya Maria malah bisa gembira memuliakan Allah dan bersukacita dalam Allah, Penebus-nya (Luk 1:46-47). Maria lalu berkunjung ke tempat Elisabet, bersukacita, memuji dan menghayati hidup berdasar iman, bukan dari apa yang dilihat. Maria memiliki iman, yang menyebabkan “apa yang dikatakan kepadanya (oleh Gabriel) dari Tuhan akan terlaksana” (Luk 1:45).

    Kita semakin mendekati awal Masa Natal, kita berjalan tidak dengan indera penglihatan, sebab kita hanya akan melihat dan mengalami musim hujan, dingin dan gelap mari kita berjalan dengan iman. Kita menatap ke dalam, yakni tempat bersemayam-Nya Allah. Di luar yang ada adalah budaya dosa dan budaya maut. Mari kita bersukacita selaras dengan apa yang menjadi pengalaman batin kita, yakni kita tetap berbagi dalam duka dan sengsara Kristus (1 Ptr 4:13), dan jangan sampai kita menghindarinya. Dalam Roh Kudus-lah kita berjalan maju dengan bimbingan rohani yang tak nampak bukannya dengan bimbingan yang nampak.

    Natal dan hidup bagi kita umat Kristiani adalah masalah Iman. Maka perlulah kita memiliki Iman akan Kristus Natal. Jangan kita lupa berbagi dengan sanak saudara seiman kita ini agar merekapun merayakan Natal dan merasakan damai Natal.

    Doa: Bapa “tambahkanlah iman kami!” Semoga kamipun percaya sebagai mana Bunda Maria percaya.

    Janji: “Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus” --- Lukas 1:41

    Pujian: “Hai langit, turunkanlah Sang Adil dari atas; hai awan curahkanlah Dia. Hai bumi, bukalah dirimu, tunaskanlah sang Penyelamat (Yes 45:8)

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/