• Renungan Harian - Minggu, 24 Desember 2017


    Ditulis pada tanggal : Thursday, 21 December 2017, 12:30 AM

    SearchRenungan Harian - Minggu, 24 Desember 2017

    Minggu, 24 Desember 2017

    Minggu Adven IV

    *Pagi : (Ungu)

    2 Samuel 7:1-5,8b-12,14a,16

    Mazmur 89:2-5,27,29

    Roma 16:25-27

    Lukas 1:26-38

    *(Sore Jelang Natal : (Putih)

    Yesaya 62:1-5

    Mazmur 89:4-5,16-17,27,29

    Kis para Rasul 13:16-17,22-25

    Matius 1:1-25 (1:18-25)

    *Misa Malam : (Putih)

    Yesaya 9:1-6

    Mazmur 96:1-3,11-13

    Titus 2:11-14

    Lukas 2:1-14

    DAMAI NATAL

    2 Samuel 7:1-5,8b- 12,14a,16

    “Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling. berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda." Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau." Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami?.... Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.  Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu. Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.  Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."

    Roma 16:25-27

    “Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, --menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya, tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman-- bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.”

    Lukas 1:26-38

    “Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau. Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu."  Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

    Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

    Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”

    Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas.” --- 2 Samuel 7:10

    TUHAN MENJANJIKAN DAMAI dan tenang kepada Daud dari musuh-musuhnya. Janji itu sebenarnya sangatlah mengagumkan, sebab sejak gejolak pembrontakan itu, kemahsyuran nama Daud mulai naik (1 Sam 18:7). Sejak dipenggalnya kepala Goliat sampai direncanakannya kematian Uria, suami Batsyeba, hidup Daud dalam keadaan yang keras dan kejam. Tentu saja orang-orang tertawa sewaktu kepada Daud dijanjikan damai dan tentram. Meski demikian akhirnya janji itu mulai terpenuhi sewaktu Salomo, anak Daud. “Salomo” sendiri berarti “damai”. Sewaktu dia menjadi raja rakyat menikmati keadaan damai. Tetapi cucunya, yakni Reboboam memulai perang saudara. Perang yang satu menyeret ke perang yang lain. Dan Israel tak merasakan damai. Nampaknya Janji Allah akan kedamaian yang disampaikan kepada Daud, tidaklah berlangsung terus.

    Seribuan tahun kemudian, baru malaikat Gabriel diutus kepada perawan Maria “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,” (Luk 1:31-32). Sewaktu Anak itu lahir di hari Natal, para malaikat berkidung :

    "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Luk 2:14). Nampaknya Janji Allah akan ‘Damai mulai terpenuhi, khususnya sewaktu Yesus mengajarkan agar para murid-Nya mengasihi musuh-musuh, memberikan pipi kiri kalau ditampar yang kanan, mengusahakan damai, mengalahlan kejahatan dengan kebaikan (Mat 5:9,39,44). Dan akhirnya kita-kita membunuh-Nya, Yesus yang menjadi Damai kita. Dan rasa was-was akan damai dan tak damai menghantui kita sampai saat ini.

    Janji Allah akan damai kepada keluarga Daud telah terpenuhi dalam Diri Yesus. Semua orang yang hidup seutuhnya untuk Yesus memiliki rasa damai yang tak dapat dilukiskan (Flp 4:7) Dan damai itu tidaklah dipaksakan kepada kita, tetapi ada Seseorang yang memohonkan untuk kita. Maka mari kita terima Yesus, Damai kita.

    Doa: Bapa, semoga semua senjata dirubah menjadi alat pembajak tanah dan bom berubah menjadi alat penuai.

    Janji: “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu!”--- Luk 1:38

    Pujian: "Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya” ---Lukas 1:68

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/