• Renungan Harian - Senin, 25 Desember 2017


    Ditulis pada tanggal : Thursday, 21 December 2017, 10:38 PM

    SearchRenungan Harian - Senin, 25 Desember 2017

    Senin, 25 Desember 2017

    Hari Raya Natal

    Kelahiran Sang Timur

    *Misa pagi : (Putih)

    Yesaya 62:11-12

    Mazmur 97:1,6,11-12

    Titus 3:4-7

    Lukas 2:15-20

    **Misa Siang : (Putih)

    Yesaya 52:7-10

    Mazmur 98:1-6

    Ibrani 1:1-6

    Yohanes 1:1-18 (1:1-5,9-14)

    TAK DISANGKA

    Yesaya 52:7-10

    “Kalau penipu, akal-akalnya adalah jahat, ia merancang perbuatan-perbuatan keji untuk mencelakakan orang sengsara dengan perkataan dusta, sekalipun orang miskin itu membela haknya. Tetapi orang yang berbudi luhur merancang hal-hal yang luhur, dan ia selalu bertindak demikian. Hai perempuan-perempuan yang hidup aman, bangunlah, dengarkanlah suaraku, hai anak-anak perempuan yang hidup tenteram, perhatikanlah perkataanku! Dalam waktu setahun lebih kamu akan gemetar, hai orang-orang yang hidup tenteram, sebab panen buah anggur sudah habis binasa, dan panen buah-buah lain juga tidak ada.”

    Ibrani 1: 1-6

    “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,  jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka. Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?" dan "Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?" Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: "Semua malaikat Allah harus menyembah Dia."

    Yohanes  1:1-18 (1:1-3. 9-14)

    “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.”

    “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” --- Yohanes 1:1

    KITAB SUCI atau ALKITAB adalah buku yang isinya tak bisa disangka-sangka atau diduga-duga sebelumnya. Paling sedikit sudah dua ribuan tahun ditulis. Coba bayangkan -- kata-kata pertama dari Sabda Allah untuk Misa Natal adalah “Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit kedatangan kaki Dia yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik, yang mengabarkan berita selamat” (Yes  52:7). Kita-kita -- orang dunia berbicara tentang yang indah-indah dan mulia serta mahal, Allah berbicara tentang “kaki yang indah”. Kaki dari Dia sang Pembawa Berita Gembira yakni perdamaian. Setelah berabad-abad kekacauan, akhirnya dunia bisa memiliki ‘damai sejahtera,’ keharmonisan yang sempurna, lewat keselamatan dan penebusan dari dosa, maut perbudakan dan dari Iblis. Ini dilaksanakan bukan atas usaha manusia tetapi oleh Allah, sang Raja (Yes 52:7).

    Yang lebih menakjubkan dan tak disangka-sangka ialah Allah sang Raja itu adalah juga Bayi -- sang Raja, yakni Yesus. Dan Yesus itulah Damai kita (Ef 2:14) dan Penebus kita. Ia telah menjadi Putera Manusia, sehingga kita-kita bisa menjadi putera-puteri Allah; malahan kita juga menjadi pewaris ‘koderat Ilahi” (2 Ptr 1:4). Dan apa yang perlu kita lakukan? Kita cukup mau menerima Dia sebagai Penebus, Raja, Tuhan dan Allah kita. “Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yoh 1:11-12).

    Dan hari ini adalah Hari Natal. Kita memperingati peristiwa bersejarah -- Kelahiran sang Juruselamat -- Yesus.  “Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu” (2 Kor 6:2).

    Doa: Ya Yesus, aku mempersembahkan hidupku kepada-Mu. Kuputuskan untuk melaksanakan kehendak-Mu, bukan kehendak-ku.

    Janji: “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta” --- Ibrani 1:1-2

    Pujian: Di paroki-paroki, baptis dewasa Natalan masih banyak. Sebenarnya dengan adanya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan adanya umat yang pindah keyakinan, dikawatirkan jumlah baptis menurun.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/