• Renungan Harian - Selasa, 26 Desember 2017


    Ditulis pada tanggal : Friday, 22 December 2017, 01:52 AM

    SearchRenungan Harian - Selasa, 26 Desember 2017

    Selasa, 26 Desember 2017

    S. Stefanus, Martir Pertama

    Kis para Rasul 6:8-10; 7:54-59

    Mazmur 31:3-4,6,8,16-17

    Matius 10:17-22

    HIDUP DALAM YESUS

    "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." --- Kisah Para Rasul 7:56

    BILA SEORANG BAYI lahir, ia dapat dilihat, dijamah, dicium. Kita merayakan suatu kelahiran, sebab setelah bayi itu lahir kita bisa menjalin suatu relasi pribadi dengan bayi itu. Demikian juga kalau kita merayakan Kelahiran Yesus, ini memungkinkan Ibu Maria, Bapa Yusuf, para gembala dan ketiga sarjana atau raja, dan juga kita ini lalu sangat dekat dengan-Nya.

    Kita hidup di abad ke-21. Maka tak mungkin kita secara fisik kita melihat, meraba menciumi Kanak-kanak Yesus yang lahir dua ribuan tahun yang lalu di Bethlekem. Tetapi kita tetap dapat dengan-Nya. Malahan sebenarnya kita dapat lebih dekat lagi dengan-Nya. Dalam kuat-kuasa Roh Kudus, kita dapat ada di dalam Yesus, dan Yesus di dalam diri kita (Yoh 17:23). Di dalam Komunio kudus, kita menyentuh Tubuh-Nya malahan menyantap-Nya dan meminum Darah sang Bayi. Kita bisa menerima dan menyambut Yesus dan menjadi satu dengan-Nya (Yoh 6:56). Kita bisa memiliki relasi pribadi dengan Yesus, dan relasi ini begitu mendalam sehingga merubah dan merombak pribadi kita dari dalam dan merubah serta merombak dunia sekitar kita.

    Relasi kita dengan Yesus begitu kuatnya sehingga siapa-siapa saja yang tinggal dalam Kasih-Nya dapat dilihat sebagai sesuatu yang terindah pernah ada di dunia ini, atau merupakan ancaman bagi budaya kematian (2 Kor 2:15-16). Maka umat Kristiani itu dikenal sebagai pembawa pesan kehidupan, harapan dan cahaya atau dianggap sebagai orang-orang yang patut dibenci, diserang dan dianiaya, dan kadang-kadang pantas dibunuh (Kis 7:57 dst; Mat 10:17 dst).

    Mari kita cintai Yesus, sang Allah-Manusia. Mari kita hayati relasi dengan-Nya.

    Doa: “Ya Yesus, terimalah roh–ku!” (Kis 7:59)

    Janji: “orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat” --- Matius 10:22

    Pujian: Santo Stephanus menerina karunia untuk mampu mengampuni para pembunuhnya. Dan ia dapat melihat Yesus di surga sebelum saat ajalnya.

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/