• Renungan Harian - Kamis, 28 Desember 2017


    Ditulis pada tanggal : Wednesday, 27 December 2017, 01:05 AM

    SearchRenungan Harian - Kamis, 28 Desember 2017

    Kamis, 28 Desember 2017

    Pst Kanak-kanak Suci

    1 Yohanes 1:5--2:2

    Mazmur 124:2-5,7-8

    Matius 2:13-18

    RATAPAN YANG MEMBAWA BUAH

    “Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa.” --- 1 Yohanes 2:1

    YESUS KRISTUS menjelma menjadi manusia seperti kita guna mengalahkan belenggu dan maut akibat dosa kita. Dalam Yesus, semua saja dari kita ini, tidaklah akan menjadi korban dari kesewenang-wenangnya dunia, daging dan iblis (1 Yoh 2:16). Yesus telah menyatakan kemenangan kemurnian hati-Nya atas kejahatan, Roh-Nya menang atas kelemahan daging. Nampaknya seakan-akan kalau kemurnian hati itu telah hilang, tak akan dapat balik kembali.

    Hari ini pesta Peringatan Kanak-kanak yang murni tak bersalah menjadi korban. Mereka telah menjadi ‘tumbal’ bagi kanak-kanak Yesus. Kita rayakan bukan pembantaian kanak-kanak tak bersalah itu oleh Raja Herodes, tetapi kita rayakan hati yang murni tak bersalah menang atas kesesatan dan kejahatan.

    Pesta hari ini menyatakan bahwa tidak ada kebebasan selain kebebasan hidup dalam Yesus. Semua saja yang berada dalam Yesus bebas dari dosa. Meski mungkin bertahun-tahun kita terbelenggu oleh dosa, tetapi hati dan hidup kita dapat menjadi bersih murni kembali karena dibasuh dalam Darah Yesus. Juga meskipun sejak lama dulu kita telah kehilangan kemurnian hati kanak-kanak dan meski dosa-dosa kita telah menghunjam dalam-dalam ke dalam hati dan hidup kita, tetapi di dalam Darah Yesus kita akan menjadi putih kembali seputih bulu domba (Yes 1:18). Kita dijadikan bersih kembali dalam hidup Tuhan Yesus yang suci.

    Maka kita persembahkan kesalahan kita, hati kita yang telah ternoda dosa, dan Dia telah membalik kematian kita menjadi kehidupan, dosa menjadi kekudusan, perbudakan dosa ke kebebasan mulai sebagai anak-anak Allah (Rm 8:21). Madah Liturgi Exultet Malam Paska menyatakan adanya “kuat kuasa malam yang menguduskan... mengembalikan keadaan murni kembali kepada yang ‘jatuh’.”

    Rachel meratapi anaknya yang dibunuh. Ia mengira tangisnya dan kehilangan anaknya itu tak dapat dikembalikan lagi (Mt 2:18; Yer 31:15). Nubuat Yeremia akan ratapan Rachel, ditutup dengan kata-kata ini “Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman TUHAN; ... Masih ada harapan untuk hari depanmu” (Yer 31:16-17).

    Dalam Yesus, ketidak murnian kita yang telah hilang akan dikembalikan lagi.

    Doa: Ya, Kanak-kanak suci, ajarilah kami hidup murni di dalam Yesus.

    Janji: “Jiwa kita terluput seperti burung dari jerat penangkap burung; jerat itu telah putus, dan kitapun terluput” --- Mazmur 124:7

    Pujian: Kanak-kanak Suci yang menjadi korban pembantaian menjadi saksi akan Seseorang yang Suci. Kanak-kanak itu adalah martir pertama yang menjadi saksi untuk Yang Kudus.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/