• Renungan Harian - Minggu, 31 Desember 2017


    Ditulis pada tanggal : Thursday, 28 December 2017, 08:07 PM

    SearchRenungan Harian - Minggu, 31 Desember 2017

    Minggu, 31 Desember 2017

    Pesta Keluarga Kudus: Yesus, Maria, Yusuf

    Sirakh 3:2-6,12-14

    Mazmur 128:1-5

    Kolose 3:12-21

    Lukas 2:22-40 (2:22,39-40)

    BERBINCANG TENTANG SUATU KENYATAAN

    Sirakh 3:2-6,12-14

    “Memang Tuhan telah memuliakan bapa pada anak-anaknya, dan hak ibu atas para anaknya diteguhkan-Nya. Barangsiapa menghormati bapanya memulihkan dosa, dan siapa memuliakan ibunya serupa dengan orang yang mengumpulkan harta.

    Barangsiapa menghormati bapanya, ia sendiri akan mendapat kesukaan pada anak-anaknya pula, dan apabila bersembahyang, niscaya doanya dikabulkan. Barangsiapa memuliakan bapanya akan panjang umurnya, dan orang yang taat kepada Tuhan menenangkan ibunya.

    Anakku, tolonglah bapamu pada masa tuanya, jangan menyakiti hatinya di masa hidupnya. Pun pula kalau akalnya sudah berkurang hendaklah kaumaafkan, jangan menistakannya sewaktu engkau masih berdaya. Kebaikan yang ditunjukkan kepada bapa tidak sampai terlupa, melainkan dibilang sebagai pemulihan segala dosamu.”

    Kolose 3:12-21

    “Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

    Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena itulah yang indah di dalam Tuhan. Hai bapa-bapa, janganlah sakiti hati anakmu, supaya jangan tawar hatinya.”

    Lukas 2:22,39-40 (pendek)

    “Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, … Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.”

    “Ia (Simeon) datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, ...” --- Lukas 2:27-28

    SELAMAT AKHIR TAHUN! Kalau Hari Natal jatuh hari SENIN, demikian juga Tahun Baru juga jatuh hari SENIN, seminggu kemudian. Dan kita merayakan Hari Keluarga Kudus di Minggu pertama sesudah Natal, hari ini.

    Ada Tradisi di kalangan komunitas Yahudi yang Orthodox, bila terlahir seorang bayi lelaki, itu merupakan kesempatan keluarga atau komunitas setempat berbincang tentang datangnya sang Al Masih, atau “Yang Diurapi!” Di situ keluarga yang dipandang tertua memulai pembicaraan dengan bertanya: “Apakah mungkin Bayi ini sang ‘Mesias’?” Lalu mulailah dari macam-macam sanak keluarganya berbincang dengan lancar tentang kedatangan Mesias serta kemuliaan serta keluhuran sang Mesias.

    Kedatangangan Hanna dan Simeon ke Bait Allah dan kebetulan berjumpa dengan Bayi Yesus, ada yang menafsir, itu seperti adat kebiasan biasa yang terjadi dalam keluarga Yahudi, berbincang-bincang tentang Kanak-kanak Yesus “kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.” (Luk 2:38). Di sini nampak sekali bahwa baik Hanna maupun Simeon menegaskan bahwa Kanak-kanak Yesus itu adalah  “terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel." (Luk 2:32). Bisa saja orang mengira apa yang dikatakan oleh Hanna dan Simeon sekedar ujaran biasa saja tetapi terasa ‘sok’ nubuatan! Mereka berdua ingin sekali menegaskan, apa yang ia lakukan dan ucapan bukan sekedar ‘ritual’ atau basa-basi, tetapi suatu ‘kenyataan’: Kanak-kanak Yesus ini adalah benar-benar Sang al-Masih!

    Saat inipun kita berhadapan dengan  situasi yang sama. Kalau kita sekarang mewartakan bahwa Yesus adalah al Masih dan Tuhan, masyarakat akan mengatakan ‘ah ini ujaran orang jualan ‘jamu’ pinggir jalan saja! Atau ah itu bahasa ‘klise’ dari Gereja!’

    Tetapi kita, sebagaimana Hanna dan Simeon, kitapun juga harus dipenuhi dengan Roh Kudus. Lalu kita dengan berani mewartakan bahwa ini adalah benar-benar suatu kenyataan : Yesus adalah sang al Masih. Natal itu nyata. Allah telah menjadi Manusia -- menjadi manusia, dengan darah daging seperti kita. Karena Yesus itu adalah Tuhan dan Allah, maka kita diselamatkan. Kita ditebus. Kita mendapat ‘jaminan’ bahagia selamanya di surga nanti.

    Doa: Bapa, semoga hidup keluargaku menjadi semakin kudus dan berani mewartakan Yesus-lah adalah sang Mesias --Yang terurapi.

    Janji: “Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya, firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan” --- Mazmur 105:8.

    Pujian: Pujian kepada Allah kita “Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, yang dari pada-Nya semua keturunan (keluarga) yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya” (Ef 3:14-15).

    Penanggung Jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2018 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/