• Renungan Harian - Selasa, 13 Juni 2017

    Selasa, 13 Juni 2017

    S. Atanasius dr Padua, ImPujG

    2 Korintus 1:8-22

    Mazmur 119:129-135

    Matius 5:13-16

    BERPENGARUH DAN BERDAMPAK

    “Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang ada di surga.” --- Matius 5:16 

    HARI INI Tuhan Yesus mengingatkan akan panggilan kita untuk menjadi orang yang berpengaruh dan mampu berdampak pada lingkungan sekitar kita. Garam dan Terang adalah analogi yang paling tepat untuk menggambarkan apa yang dikehendaki Tuhan bagi kita. “Kamu adalah Garam”, garam adalah zat perasa yang mudah ditemui dan murah, menggunakan garam harus dibaurkan agar menyatu dengan masakan sehingga masakan akan terasa enak. Apabila Garam masih berbentuk batu di dalam masakan maka orang yang mencicipi makanan dan mendapatkannya pasti garam batu itu akan membuangnya.

    Dalam melayani sesama kita tidak perlu jual mahal atau sok sulit ditemui. Kenakanlah kerendahan hati, sabar dan bersukacitalah dalam pelayanan sebagaimana garam yang mudah ditemui di warung pinggir jalan atau di hotel bintang lima; garam ada dimana saja dan murah.

    Begitu pula dengan ungkapan “Kamu adalah Terang”, orang akan menggunakan cahaya terang untuk menerangi jalan di waktu gelap agar tidak tersandung atau tersesat, tidak mungkin orang menyimpan terang di bawah ranjang, tetapi ia akan meletaknya di tempat yang tinggi sehingga menerangi seisi ruangan. Orang yang mampu mempengaruhi sesamanya untuk berbuat baik diibaratkan seperti terang itu karena apa yang dia katakan sesuai dengan apa yang diperbuatnya sehingga orang menaruh kepercayaan dan berharap kepadanya.

    Tuhan mengharapkan kita untuk berbuat yang baik. Ini artinya menjadi ‘terang’. Biar mereka melihat, syukur kalau mereka lalu tergerak untuk berbuat yang sama. Apapun yang kita perbuat itu, tidak untuk mencari pujian bagi diri kita, tetapi pujian dan kemuliaan bagi Allah Bapa.

    Tuhan bersabda “Kamu adalah Garam dan Terang” bukan “jadilah” garam dan terang. Bukan kita yang berusaha menjadi ‘garam dan terang’, sehingga perbuatan kita berdampak bagi sekeliling kita, tetapi Tuhan-lah yang telah memampukan kita untuk menjadi contoh di depan dan mengajarkan sesama untuk bertindak benar seturut kehendak Allah. Sadarkah kita bahwa kita ini ‘garam dan terang’ dan diutus untuk menjadi ‘berkat’ atau dampak yang positif bagi sesama di sekeliling kita? --- STEVY

    Doa: Bapa, mampukan kami melakukan kehendak-Mu untuk kebaikan sesama yang membutuhkan.

    Janji: "Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah ketetapan-ketetapan kepadaku"--- Mzm 119:135

    Pujian: Aku sanggup melakukan segala yang baik dan bertahan dalam pengharapan karena Tuhan Yesus yang menopangku dan memampukan aku.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/