• Renungan Harian - Jumat 16 Juni 2017

    Jumat, 16 Juni 2017

    2 Korintus 4:7-15

    Mazmur 116:10-11,15-18

    Matius 5:27-32

    HIDUP SEUTUHNYA BAGI KRISTUS

    “Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus menjadi nyata didalam tubuh kami.” --- 2 Korintus 4:10

    WAKTU ADA perayaan Ulang Tahun, setelah doa, Ketua Lingkungan memberi komentar bahwa yang merayakan ‘ultah’ hari itu, usianya berkurang satu hari. Ada benarnya!

    Tiap hari kita tambah usia satu hari. Tetapi sebaliknya, setiap hari usia kita berkurang satu hari. Berkurang satu hari berarti kita semakin mendekati ‘kematian’ kita. “Maut giat” bekerja “di dalam diri kami”, tulis Paulus (2 Kor 4:12). Hari ini kita bisa membayangkan gedung gereja penuh dengan umat yang hadir merayakan ekaristi. Tetapi 40-50 tahun kemudian, orang-orang yang hadir itu mungkin sudah banyak yang meninggal. Kita bisa membayang gedung gereja penuh dengan ‘mayat-mayat mereka’. Kepada umat di Sardis Yesus sendiri bersabda “engkau dikatakan hidup, pada hal mati!” (Why 3:1).

    Apakah lalu dapat dikatakan gereja-gereja kita penuh dengan orang-orang mati? Memang, kita semua dipanggil untuk mati terhadap ‘diri sendiri’ (Luk 9:23; Yoh 12:24) setiap hari, mati dari koderat kita yang berdosa, menyangkal diri kita sendiri, dari keinginan dan kecenderungan yang tak-teratur, agar kita dapat menjadi murid-murid Kristus (Luk 14:33). Kita perlu mengosongkan diri kita sendiri  (Flp 2:7) dan menganggapnya itu semua rugi atau hilang. Kita boleh menganggap diri kita ‘jisim’ atau jenasah. Dan dalam kekosongan itulah kita menerima Yesus. Dia adalah Hidup, suatu hidup yang diwahyukan kepada kita (2 Kor 4:10). Dengan demikian menjadi terang bahwa apapun yang kita lakukan sebenarnya Allah-lah yang mengerjakannya, bukan lagi kita yang melakukannya (2 Kor 4:7).

    Dan itulah inti dasar dari misteri Paskah, di mana Yesus sebelum wafat, memecah-mecah roti dan berkata “Inilah Tubuh-Ku yang diserahkan bagi-mu”. Dan dari pihak kita sendiri, kita menyambut Dia dalam Ekaristi dan berkata “Ya Yesus, inilah tubuhku, yang kami serahkan bagi-Mu. Kami mempersembahkan diriku sebagai korban yang hidup” (Rm 12:1). Kita benar-benar telah mati terhadap diri kita sendiri, sehingga tak ada satupun dalam diri kita yang dapat menghalangi aliran hidup Yesus lewat kita. Hidup untuk Kristus. Hidup meneruskan karya Kristus yang belum selesai, karya penebusan, juga penebusan bagi bangsa kita sendiri.

    Matikanlah diri kita sehari demi hari. Angkat salib-mu. Sambutlah Ekaristi kudus dan nyatakanlah “kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus”.

    Doa: Bapa, hidup bagiku berarti Kristus. Kupersembahkan setiap saat kepada-Mu. Akan kubawa sebanyak mungkin orang mengenal dan menerima Putera-Mu.

    Janji: “Semuanya itu terjadi oleh karena kamu ...” --- 2 Korintus 4:15

    Pujian: Bagi Darti, ia menghitung usia hidupnya sejak dia dibaptis.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/