• Renungan Harian - Kamis, 22 Juni 2017

    Kamis, 22 Juni 2017

    St. Paulinus sk Nola, Uskp

    St. Yohanes Fiber, Uskp

    St. Tomas More, Mrt

    2 Korintus 11:1-11

    Mazmur 111:1-4,7-8

    Matius 6:7-15

    JANGAN SAMPAI KEHILANGAN KASIH PERTAMA

    “Aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diberdayaklan oleh ular itu oleh kelicikannya.” --- 2 Korintus 11:3

    ADA  UMAT Katolik yang dicap sebagai Katolik-KTP. Ia ngaku Katolik tetapi tidak menghayati hidup kekatolikannya. Orang-orang ini tidak mau terlibat di Lingkungan, apalagi aktif di Paroki; dari yang jarang nongol di gereja di hari Minggu sampai yang bertahun-tahun tak pernah Gereja. Jangan ditanya ‘apakah doa tiap hari, membaca Kitab Suci dan bermeditasi tiap hari?! Mungkin Rekoleksi dan Rertret pernah mereka dengar. Yang masih hafal Doa Bapa Kami dan Salam Maria. Puji Tuhan.

    Itu telah terjadi juga di zaman Paulus yang sibuk malang melintang mewartakan Injil Kristus. Itulah yang ditakutkan Paulus, jangan-jangan ‘umat’ di Korintus disesatkan dari kesetiaan sejati kepada Kristus (2 Kor 11:2,3). Dan lagi bila kita mengasihi Kristus kurang dari yang sebelumnya, kita tersesatkan dari kasih kita sebelumnya. Bila kita mengasihi Kristus kurang dibanding dengan sewaktu cinta pertama, kita akan kehilangan kasih kita yang pertama itu.

    Kalau kita tersesat dan menjauh, berarti kita dalam keadaan bahaya. Bila relasi pribadi itu terganggu, karena kasih memudar, kita masuk dalam keadaan yang membingungkan. Bila kita mengasihi Tuhan itu berkurang, berarti kita tidak sepenuh hati, sepenuh jiwa dan kekuatan mengasihi Tuhan (Mat 22:37). Artinya kita tidak mematuhi yang pertama-tama dari semua perintah Allah yang menjadi dasar dari Hukum dan para Nabi, yaitu Hukum Kasih  (Mat 22:40).

    Lalu? Agar kita tidak kehilangan kasih kita yang pertama, dan kasih kita tetap berkobar, baiklah kita memperbarui Janji Baptis kita. Sambut Sakramen Rekonsiliasi dan kembali ‘ke kesetiaan sejati kepada Kristus” (2 Kor 11:3).

    Doa: Bapa, Dikaulah sang Kasih ! (1 Yoh 4:8, 16). Semoga mulai sekarang aku tak akan pernah berkurang dalam mengasihi-Mu. Semoga akupun bertekad mengasihi-Mu semakin lebih dan lebih.

    Janji: “Beginilah kalau kamu berdoa: “Bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu ...” --- Mat 6:9

    Pujian: Santo Paulinus (353-431) merubah cara dan status hidupnya. Setelah istri dan anaknya satu-satunya meninggal, dia belajar Theologi untuk ditahbiskan menjadi imam dan usia 39 tahun; di tahun 409 ditahbiskan menjadi Uskup di Nola.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/