• Renungan Harian - Sabtu, 1 Juli 2017

    Sabtu, 1 Juli 2017

    Kejadian 18:1-15

    Mazmur MT Luk 1:46-47, 48-49, 50,53,54-55

    Matius 8:5–17

    HADIAH TERINDAH

    “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita”  ---- Matius 8:17

    BAGI SESEORANG yang pernah mengalami sakit, baik itu sakit secara jasmani ataupun batin, pasti dia berusaha untuk mencari jalan agar sembuh. Sanak saudara dan  kenalan dekat di sekitarnya, umumnya  ikut berusaha menolong demi  kesembuhannya. Injil hari ini, mengungkapkan iman yang luar biasa dari seorang perwira di Kapernaum, yang meminta kesembuhan bagi seorang hambanya. Suatu perhatian yang luar biasa terhadap sesama!

    Ada beberapa sikap dan tindakan dari perwira ini, yang kita bisa petik dan teladani:

    • Peduli dan kepeduliannya ia ungkapkan dalam tindakan nyata dengan datang kepada Yesus dan memohon kesembuahan bagi hambanya: “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita(Mat 8:6).
    • Rendah hati dan percaya total kepada Yesus. Sewaktu berkata bahwa Yesus mau datang untuk menyembuhkannya, perwira itu berucap “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh”  (Mat 8:8).

    Atas ucapan itu, Yesus pun takjub akan iman perwira ini! “Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu: sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.”(Mat 8:10).

    Dalam kisah ini, kita  mendapatkan kesan yang mendalam bahwa kemurahan Hati Kudus Yesus terjadi kapan pun dan di mana pun, karena Ia sangat peduli kepada kita para murid-Nya. Yesus peduli kepada Petrus dengan menyembuhkan ibu mertuanya yang terbaring karena sakit demam (Mat 8:15).

    Setelah mengkisahkan peristiwa penyembuhan itu, Matius  lalu menceritakan apa yang terjadi di petang dan malam harinya. “Dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.” (Mat 8:16). Karena kepada umat kristiani dari Gereja Perdana, yang berlatar belakang agama Yahudi, Matius mewartakan bahwa apa yang dilakukan Yesus itu adalah cocok dengan apa yang dinubuatkan dalam kitab nabi-nabi, agar mereka lebih mengenal dan beriman aklan Yesus: “Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita." (Mat 8:17).

    Hati Kudus Yesus tetap berpeduli kepada kita dan tetap sanggup menyembuhkan kepada umat yang memohonnya, sampai sekarang. Yesus  pasti memberikan hadiah yang terindah untuk setiap orang yang percaya pada-Nya.

    Mari datang, berdoa, berusaha dan berserah dengan penuh iman kepada-Nya. Karena Ia sangat peduli akan Umat-Nya.  Dia tahu, apa  yang terbaik untuk kita. Hadiah terindah sudah disiapkan-Nya untuk kita semua. (Lisa)

    Doa: Tuhan Yesus, Tabib Ajaib. Aku datang dan berserah kepada-Mu. Biarkan  aku selalu mengandalkan-Mu. Engkaulah Allah Penyembuhku.

    Janji: “Jiwaku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku. Sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya” --- MT Luk 1; 46-48

    Pujian: Ibu Gerda yang sering ikut Misa Harian di Greja, memohon intensi Misa untuk dirinya yang terdeteksi mengadap CA dalam ususnya. Semua umat yang biasa ikut Misa Harian mendoakan terus. Puji Tuhan bulan berikutnya Ibu Gerda telah muncul di Gereja ikut Misa Harian lagi. Terima kasih Tuhan karena Engkau peduli kepada kami. Terpujilah Engkau, sang Tabib ajaib!

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/