• Renungan Harian - Minggu, 2 Juli 2017


    Ditulis pada tanggal : Wednesday, 28 June 2017, 08:11 PM

    Renungan Harian - Minggu, 2 Juli 2017

    Minggu, 2 Juli 2017

    Minggu Biasa XIII

    2 Raja-Raja 4:8-11, 14-16a

    Mazmur 89:2-3, 16-17, 18-19

    Roma 6:3-4, 8-11

    Matius 10: 37-42

    SANG MOTIVATOR UTAMA

    2 Raja-Raja 4:8-11, 14-16a

    “Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan. Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus. Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana."

    Pada suatu hari datanglah ia ke sana, lalu masuklah ia ke kamar atas itu dan tidur di situ.Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua." Lalu berkatalah Elisa: "Panggillah dia!" Dan sesudah dipanggilnya, berdirilah perempuan itu di pintu. Berkatalah Elisa: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki."

    Roma 6:3-4, 8-11

    “Tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam  kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.”

    Matius 10: 37-42

    “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."

     “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia  oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” ---- Roma 6:4

    DALAM DUNIA Pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), disadari bahwa EQ (Emotional Quotient/kecerdasan emosi) memegang peranan lebih penting daripada IQ (Intellegence Quotient/kecerdasan penalaran/berfikir) dalam faktor kesuksesan hidup pribadi maupun sosial dari seseorang. Hal ini terbukti dalam kehidupan kita sehari-hari. Betapa menyenangkannya jika kita diperlakukan dengan positif, yakni dengan sopan dan dengan kasih oleh seorang teman kita, bahkan oleh seseorang yang baru saja kita jumpai. Kesan pertama sudah memberikan suatu dampak yang positif pada seseorang.

    Malah dikatakan, perkataan dan perbuatan yang positif kita memberikan dampak yang positif untuk setiap mahkluk hidup, temasuk tanaman dan hewan di sekeliling kita. Mereka ini merasakan hal yang sama, ketika mereka dihargai, disayang, dan diberi perkataan-perkataan yang sifatnya positif dan membangun.

    Sayang sekali, tidak semua dari kita mengindahkannya. Padahal perkataan dan perbuatan kita yang negatif, justru akan membuat kehidupan kita kehilangan damai sejahtera dan hampa. Betapa banyak kekerasan yang kita lakukan terhadap diri kita  sendiri, anak-anak, remaja, orang tua, sesama kita. Bahkan alam sekitar bisa  rusak oleh ulah kita  sendiri dengan cara berpikir kita yang negatif dan yang hanya  mengandalkan kekuatan dan otak kita sendiri.

    Yesus bersabda,”Barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya” (Mat 10:42). Yesus mengajak kita semua untuk berlaku positif…berlaku baik…membawa damai sejahtera kepada siapapun juga, tanpa memandang harkat dan derajat seseorang. Sabda-Nya membuka pandangan kita, bahwa Ia sangat memperhatikan setiap perkataan dan perbuatan kita, Ia hadir di dalam kehidupan sehari-hari kita. Ingatlah bahwa Roh Tuhan ada dalam diri kita.

    Setiap sabda-Nya merupakan bukti kasih-Nya yang luar biasa, sekaligus menjadi motivasi, yang paling hebat dan utama, serta  pendorong yang paling berdaya-guna untuk saya dan untuk setiap Umat-Nya.

    Dapatkah kita menjadi pribadi yang lebih positif, lebih baik dan lebih tenang di dalam kehidupan sehari-hari? Pola dan gaya hidup lama kita yang salah, sudah saatnya kita tinggalkan. Pola dan gaya hidup kita hendaknya ber-fokus pada Yesus mulai sekarang, karena Yesus-lah yang memberikan hidup baru bagi kita semua. (Lisa).

    Doa: Tuhan Yesus Kristus, terima kasih atas hidup baru yang Engkau berikan kepada kami. Biarlah Roh Kudus-Mu menuntunku, sehingga aku tidak kehilangan damai sejahtera dalam setiap perkataan dan perbuatanku.

    Janji: “... hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus” --- Matius 10:42

    Pujian: Tuhan, Engkaulah Allah yang Maha Setia. Kasih setia-Mu kekal selama-lamanya. Biarlah semua yang bernafas memuji-Mu!

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/