• Renungan Harian - Senin, 3 Juli 2017


    Ditulis pada tanggal : Wednesday, 28 June 2017, 08:46 PM

    Renungan Harian - Senin, 3 Juli 2017

    Senin, 3 Juli 2017

    Pesta Santo Thomas

    Efesus 2:19-22

    Mazmur 117:1,2

    Yohanes 20:24-29

    MELIHAT TUHAN

    “Kami telah melihat Tuhan!” --- Yohanes 20:25

    SAAT YESUS menampakkan Diri setelah kebangkitan-Nya kepada para rasul, Thomas tidak hadir. Kalimat terkutip itulah yang diucapkan para rasul kepada Thomas. Tetapi Thomas tidak mau percaya begitu saja dengan pengakuan para murid tersebut. Ia bersikeras tidak akan percaya bila tidak melihat bekas paku pada tangan Yesus dan mencucukkan jarinya ke dalam bekas paku itu serta mencucukkan tangannya ke dalam lambung Yesus.

    Tanpa disadari kita sering membuat orang-orang di sekitar kita menjadi seperti Thomas, tidak mempercayai bahwa Yesus sungguh hadir di tengah-tengah kita. Kita kan kepanjangan kehadiran Yesus di tengah masyarakat di mana kita tinggal dan kerja. Tetapi mengapa, sampai demikian? Kita perlu menyadari bahwa perangai kita yang buruk dalam memperlakukan orang lain, suka menyakiti hati orang lain, baik lewat tutur kata maupun sikap dan perbuatan membuat mereka menyangsikan kehadiran Yesus di dalam hidup ini.

    Kita sering menyebut diri sebagai “anak-anak Allah”. Memang benar demikian! Karena, lewat Baptis, Allah telah menjadikan kita sebagai bangunan tempat kediaman-Nya. Lewat Roh Kudus, Allah hadir dalam diri kita.  Allah sungguh mengasihi kita dan kasih setiaNya kekal untuk selama-lamanya. Hal ini terbukti dengan keberadaan kita sampai sekarang ini. Allah membuat matahari tetap bersinar bagi hidup kita dan memberi hujan yang membasahi bumi dan yang menyejukkan udara bagi kita. Bila kita memilih hidup seperti ‘anak yang hilang’ itu,  Dia masih tetap membiarkan kita hidup. Dan kerahiman-Nya yang tak terbatas  memberi kesempatan kepada kita bertobat dan berbenah diri menjadi lebih baik, sebagai anak-Nya.  

    Menyandang sebutan anak Allah bukanlah hal yang mudah. Kita dituntut untuk menghadirkan Yesus dalam setiap sisi kehidupan kita. Yesus telah memberikan damai sejahteraNya bagi kita maka kita pun seyogyanya menyebarkan anugerah Tuhan itu kepada sesama kita, menjadi penyalur berkat. Bukan malah sebaliknya, kita menjadi biang keributan, trouble maker di setiap tempat kita berada.

    Dengan demikian setiap orang, meskipun tidak melihat Yesus, akan percaya kepada-Nya karena kebaikan dan kasih-Nya yang nyata lewat sikap dan perbuatan kita. Kita semua dipanggil untuk menjadi saksi-saksi-Nya. (Lana)

    Doa: Sebagai tempat kediamanMu ya Bapa, ajarilah kami menyalurkan kasih dan kesetiaanMu kepada sesama sehingga mereka dapat melihat Engkau dalam diri kami.

    Janji: “ Damai sejahtera bagi kamu “ -–- Yohanes 20:26.

    Pujian: Pak Adi sering menolong orang lain meskipun mereka tidak seiman dengannya sehingga orang-orang tersebut senang bergaul dengan dia tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan di antara mereka.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/