• Renungan Harian - Jumat, 7 Juli 2017

    Jumat, 7 Juli 2017

    Kejadian  23:1-4,19; 24:1-8,62-67

    Mazmur  106:1-2,3-4a,4b-5

    Matius 9:9-13

    YESUS DATANG UNTUK ORANG BERDOSA

    “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” ----  Matius 9:13

    ORANG FARISI, kita jumpai dalam ke-empat Injil. Kelompok Ulama Yahudi ini terdiri dari para Rabi dan Ahli Taurat, yang sangat berpengaruh dalam masyarakat, juga di zaman Yesus. Mereka berpegang pada Taurat Musa – kelima buku: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan - ; mereka berpegang teguh pada “adat istidat nenek moyang” (Mat 15:2). Kelompok Farisi ini juga patuh buta akan seluruh hukum dan peraturan agama. Jangan heran mereka selalu bersebrangan dengan Yesus yang membawa pengertian baru dalam menghayati iman akan Allah dan kehenbdak-Nya.

    Sifat-sifat mereka  sering digambarkan sebagai kelompok, yang:

    • Menganggap diri sebagai orang yang suci yang tidak berdosa, lebih baik dari orang-orang lain;
    • Menganggap diri penafsir Hukum Taurat yang paling benar dan berhak untuk mengajarkan dan yang lain harus tunduk dan patuh;
    • Mereka selalu merendahkan orang lain, misalnya ketika mereka melihat Yesus sedang makan bersama dengan para pemungut cukai, mereka berkata “Mengapa Gurumu makan bersama-sama dengan pemungut Cukai dan orang berdosa?” (Mat 9:11).

    Dan bagaimana kita sendiri? Apakah kita pun sering bersikap dan berprilaku seperti orang Farisi? Merasa suci dan  begitu mudah kita melihat kekurangan, kelemahan dan dosa orang-orang lain dan menghakimi mereka?!  Sikap kita seperti itu membatasi dan menghalangi kasih kita kepada orang lain! Guru kita, Yesus, datang ke dunia ini untuk mencari orang berdosa bukan mencari orang yang mengakui bahwa dirinya benar! Kita harus membenci dosa, tetapi tetap mencintai si ‘pendosa’, yang menjadi sasaran karya keselamatan Yesus!

    Sabda Yesus perlu kita resapkan dan camkan "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (Mat 9:12-13).

    Apakah kita bersedia menjadi saluran berkat-Nya: Menuntun orang yang merasa bersalah menerima kasih dan kerahiman Tuhan? Menjadi saluran pemulihan relasi dengan Tuhan dan sesama? Mengajak sesama tidak hanya menjadi umat-Mya tetapi murid-murid-Nya, untuk diubah serupa dengan Kristus? (Ira).

    Doa: Bapa, ajarilah aku untuk selalu menyadari segala kekurangan dan dosa-dosaku sendiri. Kuatkanlah aku untuk berani melangkah guna mengubah diriku menjadi manusia baru.

    Janji: “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku“ ----  Mazmur 23:1,4

    Pujian: Setelah mengikuti Seminar Hidup Baru Dalam Roh (SHDR) yang diselenggarakan oleh Paroki, Ine mengalami pertobatan dan pemulihan. Ia mulai ikut aktif dalam Lingkungan.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/