• Renungan Harian - Senin, 10 Juli 2017

    Senin, 10 Juli 2017

    Kejadian 28:10-22a

    Mazmur 91:1-2,3-4,14-15ab

    Matius 9:18-26

    PERCAYALAH!

    "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." ---- Matius 9:22

    MEYAKINKAN SESUATU kepada orang lain tidaklah semudah membalikkan tangan. Apalagi bila apa yang kita mau yakinkan itu badalah suatu kebenaran, maka kita membutuhkan data atau gambaran yang lebih jelas lagi.

    Beberapa tahun lalu saya diajak seorang teman untuk melihat kapling ruko yang sudah dia bayarkan down payment-nya kepada sebuah pengembang properti di Jakarta. Saat kami tiba di lokasi, kami kaget karena yang kami lihat hanyalah hamparan ruang terbuka seperti lapangan bola, lalu saya tanya ke teman saya, “Apakah kamu tidak salah alamat?” “Tidak” jawab teman ku. Setelah saya cecar dengan berbagai pertanyaan baru tahulah saya bahwa betul di lokasi inilah akan dibangun Mega Mall dan di salah satu sudutnya akan menjadi ruko teman saya itu, tetapi saat itu belum tanda-tanda adanya pembangungan sama sekali. Satu-satunya alasan yang membuat teman saya yakin adalah brosur dari pengembang, yang memperlihatkan gambar deretan ruko berjajar rapi dan eklusive.

    Hari ini Tuhan Yesus pun mengemukakan hal yang meyakinkan kepada kepala rumah ibadat, yaitu adanya seorang perempuan yang menderita pendarahan selama 12 tahun.  Kepada perempuan itu Yesus mengatakan "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." (Mat 9:22). Karena sebelum kesembuhan terjadi pada dirinya, perempuan itu sudah melihat akan adanya kesembuhan. Ia memiliki iman percaya, dan hal inilah yang membuatnya menjadi sembuh. Dan imannya iktu adalah anugerah dari Allah.

    Begitupun kepada peniup-peniup seruling yang memberikan penghiburan bagi kepala rumah ibadat, Yesus mengatakan  "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." (Mat 9:24). Bagi mereka hal itu sangat lucu, betapa tidak? Karena anak perempuan kepala rumah ibadat itu telah mati. Namun apa yang terjadi, Yesus memegang tangan anak itu lalu bangkitlah anak itu.

    Meyakinkan atau meyakini sesuatu butuh kepercayaan atau iman, Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus (Roma 10:17). Jika Tuhan menghendaki kita untuk melakukan sesuatu melalui firmanNya lakukan saja dengan iman yang penuh dan lihatlah apa yang akan terjadi dari kepercayaan kita itu. (STEV)

    Doa: Bapa, mampukan kami mengenal dan melakukan kehendak Mu.

    Janji:Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya” --- Mazmur 91:15.

    Pujian: Bapa Abraham, engkau adalah teladan iman bagi kami, karena engkau mau melakukan perintah Allah yang kelihatannya tidak mungkin dan belum jelas. Tetapi engkau tetap percaya!

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/