• Renungan Harian - Rabu, 12 Juli 2017

    Rabu, 12 Juli 2017

    Kejadian 41:55-57; 42:5-7a,17-24a

    Mazmur 33:2-3,10-11,18-19

    Matius 10:1-7

    KITA DIBERI KUASA

    “Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan”. ---- Matius 10:1

    SEBAGAI WARGA GEREJA, salah satu tugas kita di dunia ini adalah melaksanakan perintah Tuhan Yesus, yaitu untuk mewartakan Injil  (Evangelisasi), menguduskan, dan membarui tata dunia. Dalam melaksanakan tugas tersebut, seringkali kita merasa tidak mampu atau menganggap tugas tersebut terlalu berat. Tugas perutusan itu kita terima, sewaktu kita dibaptis dan diurapi dengan minyak Krisma. Padahal saat kita diutus oleh Tuhan, Ia sudah berjanji memperlengkapi kita dengan kuasa-Nya. Dan sesuai dengan amanat agung-Nya, sebagaimana tertulis “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Mat 28:29).

    Sesungguhnya pada saat Tuhan memanggil dan mengutus dengan memberi tugas pada kita, Dia tidak melihat kemampuan kita, karena memang kita tidak memiliki kemampuan apa-apa, kecuali talenta yang perlu kita kembangkan dan karunia-karunia-Nya, tetapi kita merasa seperti anak domba yang diutus ke tengah-tengah serigala (Mat 10:16). Dia hanya melihat ketulusan hati kita, apakah kita mau atau tidak untuk melaksanakan perintah-Nya. Bila kita mau, kita akan dipakai-Nya. Dia akan memberdayakan kita. Ia akan menunjukkan jalan dan melengkapi kita dengan kuasa-Nya, sehingga tugas itu dapat kita laksanakan dengan baik. Jangan sekali-kali kita merasa tugas tersebut terlalu besar atau terlalu sulit buat diri kita. Dengan berserah kepada kehendak-Nya dan meminta bantuan-Nya, maka semuanya berhasil dengan baik. Kita perlu bangga dipilih dan diutus oleh-Nya.

    Dalam melaksanakan tugas Tuhan, maka ada beberapa hal yang perlu kita lakukan:

    • Yang pertama adalah taat, artinya kita tetap setia dan tetap fokus dalam melaksanakan hal tersebut. Kita tidak boleh menyimpang untuk melaksanakan tugas lain (Mat 10:5).
    • Kemudian yang kedua kita perlu rendah hati, tidak sombong, artinya tidak memandang rendah kepada orang yang kita layani.
    • Dan ketiga, kita juga tidak boleh pilih kasih, seperti Yusuf, anak Yakob, yang tetap bersedia membantu saudara-saudaranya yang telah menyakiti dan menjual dirinya (Kej 42:7). Dia sanggup melupakan rasa sakit hati tersebut karena Yusuf memiliki kasih terhadap para saudaranya tersebut.

    Jadi percayalah bahwa kita telah diberi kuasa untuk menjadi alat-Nya yang luar biasa. Bila kita berhasil melaksanakan perintah-Nya, itu karena Tuhan lah yang memungkinkan terjadinya keberhasilan itu. Kemudian bila kita gagal, maka kita pun tidak perlu menyesali dan merendahkan diri sendiri; hal tersebut terjadi karena memang tidak sesuai dengan rencana Tuhan sendiri, atau Tuhan menyobai kita agar lebih bersandar pada-Nya. (DAG)

    Doa: Allah, terimakasih atas kuasa yang telah Kau berikan kepadaku. Dengan kuasa itu lah maka kami dapat menyelesaikan tugas yang Kau berikan.

    Janji: “Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya” --- Mazmur 33:18

    Pujian: Sudah banyak sekali Paroki, di Keuskupan-keuskupan, menyelenggarakan Kursus Evangelisasi. Malahan sudah ada yang sampai Angkatan lebih dari ke-X. Para peserta merasa disemangati dan disadarkan akan tugas perutusannya. Mereka menjadi garam dan terang bagi Umat di Parokinya masing-masing. Puji Tuhan

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/