• Renungan Harian - Kamis, 13 Juli 2017

    Kamis, 13 Juli 2017

    Kejadian 44:18-21,23b-29; 45:1-5

    Mazmur 105:16-17,18-19,20-21

    Matius 10:7-15

    PRINSIP PELAYANAN

    “Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan”  ---- Matius 10:7-8a

    SETELAH PERISTIWA PENTAKOSTA, para rasul melaksanakan perintah Kristus mewartakan Injil. Mereka memberitkan firman Allah dengan berani (Kis 4:31c). Hasil dari pewartaan Petrus, orang-orang “memberi diri dibaptis” (Kis 2:41) “Dan tiap-tiap  menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan (Kis 2:47). Dan terbentuklah Umat Gereja Perdana. Umumnya Gereja Perdana itu bercirikan “pewartaan, persekutuan, peribadatan dan pelayanan atau diakonia” (Kis 2:41-47; 4:32-35). Mereka melayani sesama umat beriman dalam hal rohani maupun jasmani (Kis 4:34-35). Dalam pelayanan kita merujuk ke Umat Gereja Perdana.

    Dalam melakukan pelayanan, seperti waktu Yesus mengutus muridnya, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, yaitu:

    1. Lakukan tugas yang diberikan, tanpa mengharapkan imbalan.Tugas yang diberikan Yesus merupakan suatu pelayanan, bukan pekerjaan. Dan pelayanan itu perlu kita lakukan dengan murni tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” (Mat 10: 8b). Bila kita melayani Tuhan dengan tulus,  percayalah Dia akan mencukupi semua kebutuhan kita.
    2. Jangan kuatir. Dalam melakukan pelayanan kita tidak perlu kuatir. Tidak perlu  membawa    perlengkapan dan bekal yang berlebihan.  seperti yang tertulis dalam Matius 10:9 “Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu”.  (Mat 10:9). Misalnya tim pujian dalam persekutuan doa perlu mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk memuji dan menyembah Tuhan, yaitu dengan berlatih lagu yang akan dinyanyikan, berdoa, dan hidup layak di hadapan-Nya. Masalah seragam yang, bukanlah merupakan perhatian utama. Kita fokus pelayanan apa yang hendak kila lakukan, ump. Obat-obatan, sembako dll.
    3. Lupakanlah bila ada penolakan. Bila pelayanan yang telah kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh pengorbanan, ternyata ditolak atau dilecehkan orang lain, maka kita tidak perlu sakit hati , marah dan mengeluarkan ujaran ketidak senangan kita.  Tetapi kita perlu memaafkan orang tersebut, dan melupakan semua pengalaman jelek yang telah kita terima. Kita dapat belajar dari pengalaman tersuk kegagalan dan penolakan. Ingat sabda-Nya “Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu” (Mat 10:14).

    Kita juga perlu mengingat bahwa kita hanya pelayan, semua yang kita lakukan semata-matanya hanyalah untuk kemuliaan Tuhan kita, yaitu Yesus Kristus. (DAG)

    Doa: Tuhan Yesus, terimakasih karena Engkau telah melayakkan kami untuk menjadi Teman-sekerja-Mu, dan boleh turut bekerja dalam karya penyelamatan-Mu.

    Janji: Kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir. Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.” --- Kejadian  45:4-5

    Pujian: Perawat di suatu Rumah Sakit, selalu memberi tahu tentang adanya umat katolik yang dirawat, apalagi kalau ada yang membutuhkan pelayanan khusus, kepada tim Legio Maria di Paroki di mana Rumah Sakit itu berada.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/