• Renungan Harian - Jumat, 14 Juli 2017


    Ditulis pada tanggal : Wednesday, 12 July 2017, 10:24 PM

    Renungan Harian - Jumat, 14 Juli 2017

    Jumat, 14 Juli 2017

    Kejadian 46:1-7, 28-30

    Mazmur 37:3-4, 18-19, 27-28, 39-40

    Matius 10:16-23

    UPAH  KESELAMATAN  BAGI  YANG  SETIA

    “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”  ----  Matius 10:16

    PADA AKHIR MISA, Pastor yang memimpin Ekaristi berucap “Misa sudah selesai. Marilah pergi, kita diutus!” Diutus untuk apa? Kita semua dipanggil dan diutus  untuk mewartakan Kabar Baik (Mat 28:19-20), yakni kabar keselamatan dari Allah kepada sesama manusia. Allah memberikan kesempatan dan kepercayaan penuh kepada kita untuk ikut terlibat langsung dalam karya pewartaan dan karya keselamatan-Nya. Setiap orang memperoleh talenta karunia masing-masing dari Tuhan, yang berbeda-beda, untuk saling melengkapi dalam perutusan. Tentunya kita mempunyai cara yang berbeda-beda pula dalam melaksanakan tugas perutusannya. Mewartakan kabar baik memang tidak mudah, dan tidak cukup bermodalkan gagasan ataupun keinginan belaka. Perlu kesungguhan hati dan keberanian untuk mewujudkannya dalam aksi yang nyata. Dan tentu saja kesediaan total menjadi ‘alat’ atau sarana bagi Tuhan untuk karya keselamatan.

    Orang yang telah menerima dan mengalami cinta kasih Allah,  akan lebih mudah dan lebih percaya diri ketika mewartakan Kabar Baik ini  kepada sesama. Tetapi orang yang belum merasakan dan mengalami suka cita atas Kabar Baik yang telah diterimanya, tentu akan ragu-ragu, tidak  percaya diri, kuatir atau bahkan takut untuk menyampaikan Kabar Baik ini kepada orang lain.

    Dalam menggambarkan keadaan pengutusan, Yesus menggunakan perumpamaan: para murid diutus bagaikan domba yang lemah ke tengah-tengah serigala yang buas, di mana setiap saat maut dan kematian bisa menimpa mereka.  Di sini, Yesus memberikan peringatan kepada  para murid, dan juga kepada kita semua, bahwa setelah tidak bersama Yesus, kita akan mengalami penderitaan seperti yang dialami-Nya. Karena itu, para murid harus dapat bersikap cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (lih. Mat 10:16). Ular selalu penuh perhitungan dan sabar dalam memangsa korbannya, sedangkan merpati melambangkan Roh Kudus, kesucian, dan ketulusan. 

    Dalam mewartakan kabar baik, Yesus juga berpesan agar kita selalu waspada. Kita harus yakin dan percaya, dan jangan kuatir sebab Roh Kudus, yang diutus oleh Allah Bapa  akan dating menolong dan membantu kita. “Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.” (Yoh 14:26). Kalau kita bekerja demi Kerajaan Surga, tentu kita akan mendapatkan ‘upah‘, setiap pekerja patut mendapatkan upahnya” (Mat 10:10; Lujk 10:7). Upah kita akan besar di surga (Luk 6:23), yakni ‘keselamatan abadi’!

    Untuk itu marilah kita melaksanakan panggilan dan perutusan kita masing-masing untuk mewartakan kabar baik dengan penuh tanggung-jawab dan penuh suka cita, karena Allah yang menjamin kita. (TONNY)

    Doa: Ya Tuhan,  utuslah Roh Kudus-Mu, agar hilanglah segala  rasa  kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kami katakan,  supaya kami mampu menjadi pewarta Kabar baik-Mu.

    Janji:  “Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan”----Mzm 37:39

    Pujian: Saat aku mengalami kesulitan, saya selalu berdoa agar Tuhan hadir sebagai benteng dan perisaiku yang kokoh dan perkasa. Aku dimampukan mengolah kesulitan yang kuhadapi. Puji Tuhan!

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/