• Renungan Harian - Senin, 17 Juli 2017

    Senin, 17 Juli 2017

    Keluaran 1:8-14,22

    Mazmur 124:1-3,4-6,7-8

    Matius 10:34 –- 11:1

    KELUAR DARI BUDAYA MAUT

    “Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita. Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi”  --- Keluaran 1:9-10

    MENGURANGI JUMLAH Umat terjadi baik dulu maupun sekarang. Ini bukan masalah kebijakan KB. Tahun 1980-an, saya diutus pelayanan ke Flores. Saya berjumpa banyak sekali ibu-ibu ‘jual jamu gendong’. Mereka berjualan di sana sudah beberapa bulan. Seorang biarawati dari Jawa yang berkarya di Keuskupan Ende, - tanpa busana resmi biarawati- menyapa mereka dalam bahasa Jowo. Mereka dengan ramah dan kekeluargaan ditanya, dari mana, sudah berapa lama, bagaimana bisa ke Flores dan tujuannya apa! Ibu-ibu ‘bakul jamu gendong’ polos mengatakan bahwa tujuan mereka menjulal jamu (herbal) gendong kepada ibu-ibu Flores, agar ibu-ibu di sini tidak mempunyai anak. Dan demikian jumlah penduduk Flores tidak bertambah! Suatu juawaban polos yang mengejutkan!

    Di Mesir, jumlah orang Yahudi semakin bertambah banyak. Ini menakutkan Firaun, jangan-jangan orang-orang Yahudi nanti berkhianat membantu musuh menyerang Firaun dan tentaranya. Maka Ia memutuskan untuk membunuh bayi-bayi lelaki Israel, dengan melemparkannya ke sungai Nil (Kel 1:22).

    Iblis juga mau membinasakan umat kristiani, dengan menyuruh agar para pasangan kristiani jangan mau mempunyai anak, dengan jalan berusaha menggunakan alat pencegah kehamilan dan dengan menggugurkannya bila terlanjur hamil, dengan zat kimiawi atau sengaja digugurkan dengan pertolongan tenaga medis. Bila kita tunduk pada perintah iblis, berarti kita mendukung penuh ‘budaya maut’. Tetapi kalau kita menolak seperti ibu dari Musa, kita juga memilih hidup. Dan Tuhan akan menolong kita membangkitkan kita dari budaya maut ke budaya kasih!

    Umat sering tidak sadar akan tipu muslihat iblis menggoda kita. Korbannya dibiarkan membuat keputusan sendiri. Iblis senang bila si korban berpura-pura-tanpa disadari- bahwa diri mereka bebas.

    Pilihlah ‘Hidup’ (Ul 30:19). Berontaklah melawan tirani si iblis – pemimpin agung ‘maut’ (Ibr 2:14). Pilihlah ’Yesus’ sang “Jalan, Kebenaran dan Hidup”. Tolaklah dosa dan upah dosa (Rm 6:23) yang mengantar ke maut abadi. Jaga diri kita baik-baik dari pengaruh ‘budaya maut’. Ikutlah bersama Umat Allah yang dibebaskan-Nya dari perbudaan, dari dosa dan maut dan dari hukuman kekal,  masuk ke hidup kekal.

    Doa: Bapa, aku terima sepenuhnya hidup yang berkelimpahan yang diberikan oleh Yesus berkat kematian-Nya di kayu salib (Yoh 10:10).

    Janji:Barangsiapa memberi air sejuk secangkir sajapun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya." ---- Matius 10:42

    Pujian: Keluarga Herman dan Lucy mengadopsi beberapa anak kristen  dari luar pulau Jawa. Mereka dididik dan diperkenalkan dengan kekayaan Upacara Katolik. Mereka senang merayakan Pekan Suci. Mereka sangat senang dan gembira - belum pernah dialami dalam tradisi gerejanya- ikut perayaan Minggu Palma, Kamis putih, Jalan Salib dan Ibadat Jum’at agung.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/