• Renungan Harian - Rabu, 19 Juli 2017

    Rabu, 19 Juli, 2017

    Keluaran 3:1-6, 9-12

    Mazmur 103:1-2,3- 4,6-7

    Matius 11:25-27

    DERETAN  GUNUNG-GUNUNG

    “Sampailah ia (Musa) ke gunung Allah, yakni gunung Horeb” --- Keluaran 3:1

    NEGERI KITA umumnya dikatakan negeri bergunung, dan tinggi-tinggi. Di Sinai dan Kanaan tanah terjanji dan sekitarnya juga banyak gunung, meski tidak setinggi seperti di negeri kita. Di sana ada Gunung Horeb (Sinai), Girizim, Ebal, Karmel, Kalvari dan gunung Sion. Tiap gunung yang memiliki nama dan juga memiliki makna khusus dalam Sejarah Keselamatan. 

    Upama saja, Gunung Girizim adalah gunung berkat bagi umat Allah yang patuh (Ul 27:12-13), sedang gunung Ebal, dekat Sikhem,  adalah gunung kutuk bagi umat yang melanggar peraturan  (Ul 11:28-29). Gunung Horeb atau Sinai, jelas, adalah tempat Musa menerima Kesepuluh Perintah Allah (Kel 19:21 dst). Disebut juga ada gunung Karmel. Di situ diperbarui kembali perjanjian dengan Allah dan dimusnakannya semua berhala serta nabi-nabi palsu (1 Raja 18:19 dst). Dan akhirnya Yesus mengajak kita semua, murid-Nya untuk berjalan menuju gunung Kalvari, dengan demikian kita mendekati Gunung Sion dan kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi (Ibr 12:22).

    Menjadi murid Kristus kita perlu menjadi pendaki gunung. Kita harus memulai mendaki deretan gunung itu, sebagaimana Musa lakukan: mendaki gunung Sinai (Kel 3:1). Di sana kita akan menyaksikan Allah dalam kobaran api di semak-semak (Kel 3:2-4). Kita melihat Allah membakar habis kita dengan api cinta kasih-Nya (Ibr 12:29). Dan di gunung Horeb kita mendengar Allah memanggil dan menyebut nama  kita masing-masing  (Kel 3:4) dan Allah mewahyukan Nama-Nya (Kel 3:14). Gunung Horeb adalah tanah suci (Kel 3:5). Di situ kita harus melepas sandal atau sepatu kita (Kel 3:5), kita perlu merendahkan diri kita. Dalam gunung Horeb ini, kita memasuki rasa ‘takut akan Tuhan’, yang merupakan awal dari kebijakasanaan (Mzm 111:10), ya kebijaksanaan hidup kristiani. Rasa dan sikap takut Allah membuat kita akan setia pada perintah-perintah-Nya. Dengan demikian kita membuka diri untuk menerima berkat yang melimpah, seperti Musa di kaki gunung Girizim dan terhindar dari kutuk. Sebagaimana Umat Allah disucikan dan diperbarui di gunung Karmel, kitapun perlu sering memperbarui janji-janji Baptis kita dan berani menyatakan penolakan pada setan dengan se gala tipu muslihatnya. Dengan demikian kita akan tabah ikut serta Yesus mendaki gunung Kalavri.

    Doa: Mengawali perjalanan mendaki gunung mulai dengan Horeb, bimbinglah aku dapat sampai di gunung Sion.

    Janji: “Tidak seorangpun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorangpun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” --- Matius 11:27

    Pujian: Keluarga Sudarto mendidik anaknya sejak kecil tidak hanya untuk menabung tetapi juga berderma kepada yang miskin serta memberi kolekte. Menurutnya, praktek ini menuntun tumbuh kembangnya iman anak-anaknya.

    Penanggung jawab RH: Rm. Subroto Widjojo, SJ

Copyright © 2007-2017 Badan Pelayanan Nasional, Pembaruan Karismatik Katolik Indonesia (BPK PKK).
versi archive 2007 link : www.karismatikkatolik.org/archived/